Kakak Perempuan Adalah Pengganti Ibu Kekasihiku 


 

“Ibu adalah orang yang paham betul mengenai apa yang saya inginkan agar saya merasa bahagia. Ibu, dialah orang yang tahu segalanya tentang diriku” (Ibu kekasihiku).

“Ibuku dan Kakak Perempuan adalah malaikat tanpa sayap dan kekasihiku tak hingga bagiku seumur hidup” (NyaKar).

Oleh: Yordan Nyamuk Karunggu 

Saya bersyukur dan bangga memiliki tiga kakak perempuan yang sangat  baik,ramah dan kasih sayang terhadap kami adik-adiknya. Tiga kakak perempuan yang di maksud penulis adalah Aola Karunggu, Nola Karunggu dan Narta Karunggu dan ketiganya telah memiliki pasangan hidup (berkeluarga), kadang penulis sedih terhadap kakak kandung saya Aola karena dia tidak berpendidikan karena pada waktu itu tidak ada sekolah dasar (SD) di kampung kami (Yuguru) distrik Meborok Kabupaten Nduga. 

Saya bersyukur dan bangga memiliki seorang ayah saya yang memiliki jiwa Sosialisme yang tinggi sehingga bapa  kami bisa kerja pekerjaan apa saja seperti masak,petik sayur sendiri dan lain-lain. Pandangan ini membuat kakak perempuan saya Nola dan Narta menyuruh sekolah di SD YPPGI Mapnduma  padahal di daerah ini pandangan patriarki sangat kental sehingga perempuan selalu  dianggap tidak bisa,belum bisa,perempuan dipandang kerendahan dan diremehkan.

 Apalagi perempuan disekolahkan itu sangat diremehkan tapi bapaku sangat luar biasa dua anak perempuan bisa disekolahkan,ku yakini bahwa di daerah (Yuguru) ini perempuan pertama (perintis) yang bisa sekolah adalah kedua kakak saya di atas kenapa mereka bisa sekolah? Karena dukungan doa dan juga  harapan dari kedua orang tua kita. 

Penulis masih  teringat nasihat dari bapaku 15 tahun yang lalu bapa bilang “bapa pernah ke Wamena antar surat dari kakak Silas Karunggu dan saya sesampai di Wamena saya menjadi mono dan saya bukan manusia”  mengapa ? Karena bapa  tidak tahu bahasa Indonesia dan bapa bukan orang berpendidikan. Atas dasar motivasi ini bapa  tidak mau melihat kalian (anak-anak) saya tidak seperti nasib saya tapi kalian (anak-anak) saya  harus lebih dari saya. Artinya kalian harus orang-orang yang berguna bagi semua orang tanpa memandang suku,ras dan status sosial lainnya. 

Oleh karena itu,bapa tidak pernah melarang kalian mencari ilmu ke negeri manapun dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya dengan bebas tapi bapak pesan kepada kalian adalah 4 hal yaitu “Jangan Lupa Baca Alkitab, Jangan Lupakan Tuhan,Jangan Lupa Ke Gereja dan Jangan Lupakan Kampung Halamanmu. Dan Bapa melarang 3 hal yaitu; Jangan minum minuman keras (Miras),jangan main Judi dan jangan mengambil hak orang lain tanpa persetujuan dari mereka. 

He,tapi ko Nyamuk Yordan suka main Judi jadi itu keputusan ada ditanganmu Nyamuk sendiri apakah mau  melanjutkan permainan itu atau berhenti dari permainan itu?.

Kita kembali ke topik di atas “Kakak Perempuan Adalah Pengganti Ibu Kekasihiku” 

Saya bersyukur dan bangga memiliki tiga kakak perempuan yang menurutku mereka adalah orang-orang yang  hebat dan luar biasa yang Tuhan menitipkan kepada saya itu terbukti dan nyata didalam hidupku kadang saya memarahi dan bahkan dulu saya pernah pukul mereka yang saya tidak pernah pukul adalah kakak Aola karena saya belum ada lalu dia telah berkeluarga sendiri. 

Tapi jujur saya paling sayang sama kakak-kakak saya rasa sayang dan cinta pada mereka bukan hanya dengan sekedar kata-kata tapi cinta yang  membuat ketika kakak-kakak saya liburan datang saya selalu jaga mereka karena takut di kawin lari sama laki-laki (ap nen mbal unpua naru) saya biasa antar mereka ke Mapnduma apalagi Ibuku selayaknya  kita sebut Ibu adalah pahlawan bagi anak-anak tanpa jasa.

Ipar saya tinggalkan kakak saya lalu tinggal di Timika Papua bertahun-tahun maka saya selalu bersama kakak Aola untuk membuat kebun, cari kayu bakar dan bikin jembatan kali Same disinilah saya menghabiskan masa-masa muda sehingga saya tidak berpikir untuk sekolah dan kalau boleh bukan sombong, kami 9 bersaudara diantara 9 bersaudara tersebut bapa dan mama tidak izin sekolah melainkan jaga mereka adalah penulis (Nyamuk) karena saya sering membantu buat  kebun, berburu cari kuskus, cari kelapa hujan, cari kayu bakar dan bantu bapa  membuat rumah sehingga bapa dan mama saya memutuskan untuk jaga mereka. 

Tapi suatu hari saya antar kakak saya Narta Karunggu di Mapnduma untuk berangkat ke Wamena untuk melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) Kabupaten Jayawijaya dan saya setiba di Mapnduma ingin ke sekolah dasar (SD) YPPGI Mapnduma  Kabupaten Nduga yang dipimpin oleh bapak Simias Kogeya pada waktu itu.

 Dari sinilah saya mulai adaptasi lingkungan baru,adaptasi keluarga baru dan lain-lain. Saya menghabiskan selama 6 tahun di Mapnduma dengan melewati tantangan dan rintangan, suka maupun duka serta kadang makan dan kadang tidak makan karena daerah ini orang kerja lalu bisa makan kalau tanpa kerja tidak bisa makan.

Tempat tinggal saya pun selalu berpindah-pindah  sesuai dengan keadaan dan kondisi pada waktu itu. Pertama saya tinggal dengan mamade saya akan tetapi mamade saya dan suaminya meninggal dunia antara tahun 2007-2008 dan saya tinggal sendiri di rumah mereka, kadang tinggal dengan bapak Jhona Wandikbo dan 2 tahun tinggal dengan bapak Simias Kogeya yang merupakan kepala sekolah YPPGI Mapnduma.  Saya biasa buat kebun sendiri dan menanam ubi, keladi, singkong dan tebu setelah itu liburan pergi ke kampung saya (Yuguru) dan kembali ke Mapnduma tanaman saya semua di panen sama orang yang tak kenal ini adalah kekesalan dan kekecewaan saya di Mapnduma. 

Saya juga pernah jemput orang-orang tua yang datang dari kebun dan saya bantu bawakan makanan yang mereka bawa dari kebun dan ada yang kasih saya sayur, ubi tapi ada juga tidak kasih tapi bilang terima kasih saja. Saya juga orang suruh buat kebun supaya kasih uang tapi kadang mereka tidak kasih uang yang mereka berjanji padaku. Tapi saya tidak pernah kecewa dan menuntut kepada mereka melainkan saya selalu menikmati kenyataan hidup tersebut. 

Tahun 2006 saya disuruh bapa  saya untuk antar uang ke Wamena untuk kakak saya Nola Karunggu yang sedang SMA di Wamena dan uang tersebut adalah untuk bayar uang sekolah dan waktu itu saya datang jalan kaki  ke Wamena lewat Lanny Jaya 2-3 hari lalu tiba di wamena. Kenapa saya harus ke Wamena? Karena bapa pernah titip uang untuk Nola dan Narta melalui orang lain tapi Nola dan Narta tidak pernah dapat uang tersebut ini yang membuat saya sendiri antar ke Wamena. Tapi saya bersyukur dan bangga karena saya  telah melakukan sesuatu untuk kakak saya agar kakak saya tidak putus sekolah. 

Kesalahan saya dan dosa saya terhadap kakak saya Narta adalah waktu itu setelah saya kasih uang Nola di asrama Misi saya langsung ke Narta di Tolikara di rumahnya bapa Naftali Wandikbo dan saya kasih tahu kakak saya Narta, kakak bapa bilang Narta itu sudah kawin jadi saya tidak mau bantu uang dan kakak bilang tidak papa ade yang penting adalah Tuhan tetap sayang sama kita semua dan saya kasih uang 50.000 rupiah tapi terharu adalah kakak Narta banyak terima kasih sama saya dan hari-hari ini saya sedih dan sering menangis karena sekarang seorang wanita hebat yang bernama Narta kakak kekasihiku yang buang-buang uang. 

Kakak Perempuan Adalah Pengganti Ibu Kekasihiku

Saya bersyukur dan bangga pada kakak ku Narta karena saya sering marah dia,menyakiti hati dia dan tidak menuruti permintaan dia tapi kakak saya tidak pernah dendam dengan saya,pukul saya,kalau soal marah hal biasa. Dan tentunya saya dibesarkan dan dididik oleh kakakku Narta selama 3 tahun bersama lalui karena saya sekolah SMP YPK Hedam Jayapura Papua. bagiku kakak Narta adalah seorang perempuan yang  paling pengertian buktinya saya bisa selesaikan kuliah karena salah satunya adalah dukungan dan bantuan dari kakak Narta itu sendiri. 

Sampai hari ini kasih sayang kakak terhadap saya tetap membara karena setiap keluar masuk saya selalu dikontrol bukan karena apa tapi hanya karena kehilangan nyawa  saya di tangan orang-orang fasik suatu hari kakak Narta menasehati saya bahwa ade situasi di Jawa beda dengan di Papua jadi ade harus hati-hati. 

Ade selalu harus pastikan bahwa ade sedang berbicara dengan siapa,makan dengan siapa,tidur dengan siapa dan berjalan dengan siapa? Karena kebutuhan ekonomi yang membuat kawan bisa menjadi musuh dan musuh bisa menjadi kawan.  Ade orang tidak harus jalan polos-polos dan terang-terangan ya, karena  ada waktunya untuk kelihatan dan ada waktunya untuk sembunyi-sembunyi karena perjuangan Papua merdeka masih panjang. 

Disambung oleh anak Ese,om itu seorang publik jadi jangan jalan sembarangan, makan sembarangan, minum sembarangan, berkawan sembarangan dan berobat sembarangan karena negara tidak takut dengan orang pintar tapi negara ini takut dengan orang-orang yang berani menentang kejahatan negara yang berupa pelanggaran HAM, kejahatan ketidakadilan, kejahatan kemutilasian, kejahatan kemanusiaan dan kejahatan genosida. 

Selanjutnya bapak Dr. Socratez Sofyan Yoman anak  Nyamuk itu bukan seorang anak muda melainkan Nyamuk itu anak muda Bangsa Papua (19 Januari 2024). 

Sementara pak Haris Azhar Pegiat HAM berpesan kepada mahasiswa Papua dan termasuk saya bahwa “kawan-kawan mahasiswa Papua harus Sehat, Kritis dan Berani untuk bersuara tentang bangsamu yang selama ini diam, membisu,takut dan tidur nyenyak di ketiak kejahatan kemanusiaan. 

 

Kasih seorang Ibu dan kasih  seorang kakak perempuan tak hingga dan terus mengalir terhadapku  tadi pagi saya pergi dengan kawan dan saya tidur dengan kawan laki-laki lalu kakak telpon ade sedang dimana? Saya di rumah kawan, ok ade,ade jaga diri baik-baik ya, oke,kakak.. pagi saya pulang kakka tegur saya ade itu dipantau oleh negara jadi ade seharusnya jangan tidur sembarangan apalagi keluar sendirian. Saya diam dan sedih karena saya tidak memikirkan nasib kakak tapi kakak selalu memikirkan nasib Nyawa saya.

Numbay, 25 Januari 2024

Panjang umur hal-hal baik!

 

Berita Terkait

Top