SURAT DARI NYAMUK KARUNGGU, UNTUK KAWAN-KAWAN SEPERJUANGAN DI KOTA MATARAM 


 

Kepada kawan-kawan seperjuangan di kota mataram: Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok,Pusat Perjuangan mahasiswa untuk pembebasan nasional (PEMBEBASAN)  Kolkot Mataram, Front Muda Revolusioner (FMR) Mataram dan Perkumpulan Mahasiswa Progresif (PMP) Mataram. 

Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi disuatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja. (Che Guevara)

“Hidup hanyalah sekadar merawat mimpi, sedangkan masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini.

Kamrad-kamrad sekalian “Kita satu jiwa dalam dua badan yang berbeda. Kita berjuang untuk melawan penindasan nasional, penghisapan, pembantaian dan pembunuhan massal atas  manusia oleh manusia lain”.

Kamrad-kamrad sekalian meski hari ini kita tak sedang duduk bersisian. Kukirim Kamrad-kamrad selembar tulisan mengenang dan mengingatkan kawan-kawan. Sekadar pengingat bahwa kamrad  tak pernah sendirian dalam perjuangan melawan penindasan nasional. secarik penyemangat karena kamrad tak akan kesepian sebab hati dan jiwa kawanmu ini selalu bersama kalian  walau tanpa kelihatan dan tanpa nampak disamping kamrad-kamrad sekalian.

Kamrad-kamrad sekalian: Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal jauh dari Kamrad-kamrad sekalian sementara waktu bukan karena selamanya aku berhenti berjuang bersama kalian melainkan aku mau menyelesaikan administrasi sistem negara yang menindas rakyat tertindas, terhisap dan termarjinalkan. Sekalipun aku mengabdi pada sistem administrasi negara namun,anjing pelacak negara memantau dan mengintai bahkan birokrasi kampus pura-pura tanya nyamuk KKN dimana? begitu pula  dengan intelijen tanya pada  salah satu kawan wartawan bahwa nyamuk KKN di pulau M? kami seakan-akan hewan peliharaan birokrasi kampus dan negara yang harus dijaga dan diawasi  dimanapun dan kapanpun.

Melewati Jalanan yang padat lalu lintas,jalan yang sepi dalam kegelapan dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa.

Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Sedangkan kaum tani,kaum buruh, kaum  miskin kota  dan kaum bangsa tertindas, terhisap dan kaum termarginal susah mendapatkan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi karena orang yang bisa sekolah adalah orang-orang yang punya uang dan orang-orang yang punya orang dalam. 

Andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke kota pastilah aku enggan untuk berjuang bersama.

aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa,perahu-perahu dan sampan-sampan di salah satu pulau yang dihuni oleh orang-orangnya yang sangat  ramah-ramah, baik-baik dan nilai kemanusiaan dan nilai-nilai sosialnya sangat tinggi. Pulau ini terdiri dari sekitar 5 suku bangsa yang  menetap pulau tersebut,namun kami melihat 5 suku tersebut rukun dan tali persaudaraannya solid dan sangat  kuat. 

Akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. Dan akan ku temani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. Tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. Kurasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negeri ini.

Kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. Aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal! Perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. Kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah.

Hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. Hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. Aku sudah hafal mana tabiat serigala dan mana watak kelinci.(Che Guevara).

Kalau kamrad baca tulisanku, mestinya kamrad bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinya. Kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan (teror).dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa lebih-lebih badan negara bersenjata (TNI-Polri, intelijen, birokrasi kampus dan pengadilan) karena semua ini merupakan bentuk fisik negara nyata yang kelihatan. 

Kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. Menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. Ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmu pengetahuannya.

Kamrad-kamrad aku merindukan kalian semua untuk duduk bersama,makan bersama,diskusi bersama, lapak bersama dan aksi bersama sebagai bentuk perlawanan rezim penguasa yang menindas, menghisap dan membunuh umat manusia yang tak bersalah.aku merindukan segala keresahan dan segala bincangan persoalan penindasan nasional, persoalan rasisme, represif, kriminalisasi, teror dan pembunuhan massal atas manusia oleh manusia lain. 

aku tuangkan pesan kepada kamrad, jangan pernah membiarkan kejahatan kemanusiaan.jangan pernah memberikan kesempatan kepada penguasa untuk menindas kita. Jangan pernah membiarkan pembungkaman ruang kebebasan akademik berlarut-larut ditangan birokrasi kampus dan militerisme indonesia. Jangan pernah katakan bahwa capek,lelah, sakit,bosan dan apalagi kata  menyerah. Karena kata capek, lelah, sakit,bosan dan menyerah merupakan kata orang-orang pengkhianat bangsa dan kata orang-orang penguasa.tapi kami bangsa tertindas, terhisap dan terjajah kami tidak mengenal kata capek, lelah, bosan dan menyerah.perlu ingat bahwa “Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun”! Hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. Kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. Kekayaan membuat kau menjadi manusia angkuh yang telah menghilangkan  nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kesamaan derajat umat kemanusiaan. 

Kawanmu ini,kadang tidak tidur bukan karena memikirkan urusan perkuliahan atau pikirkan diriku sendiri melainkan kawanmu tidak tidur karena memikirkan bangsa dan tanah air kita yang sedang tidak baik-baik saja.kami akui bahwa tanah air kita west papua darurat kemanusiaan dan darurat militerisme indonesia yang sangat brutal.dengan melihat realitas ini tidak ada jalan lain,selain jalan  berjuang dan melawan penindasan nasional untuk merebut “KEMERDEKAAN BANGSA WEST PAPUA, DAN RAKYAT INDONESIA MEREBUT KEKUASAAN MELALUI RESOLUSI”.

Kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. Kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. Kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. Hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. Kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. Anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!

Keberanian itu seperti sikap keberimanan. Jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri (CHE GUEVARA). Sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. Hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. Hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenangan. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Ku menolak amplop dari polda Ntb dan birokrasi kampus Universitas Mataram karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. Apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananku. Ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman.

Rasa nyaman yang kini kusaksikan di sekelilingmu. Anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya.ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! Anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. Bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha,kaum pemodal,kaum negarawan dan kaum  pemerintah ketimbang orang miskin,anak-anak jatim piatu dan anak-anak terlantar. 

Ikut arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. Murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. Murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan untuk mendapatkan jabatan dan kekuasaan.

Tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. Kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa.

Yang kamu hadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. Kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. Kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. Kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. Kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. Kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logistik yang mencukupi. Kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. Kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. Gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis kegelapan.

Kamradku yang baik! Hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. Kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! Lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. Lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele.

Kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab.ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu dikerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Gabungkan dirimu bukan dengan LSM,birokrasi kampus, intelijen, TNI-Polri dan sejenisnya tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi.Tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.

Kamrad walaupun kita berjarak waktu akan tetapi kita tetap  bersama dalam perjuangan melawan penindasan nasional karena masa depan yang lebih baik adalah bangsa yang bebas dari segala bentuk penindasan nasional, penghisapan dan penjajahan terhadap rakyat dan bangsa kami.

Akhir kata,kami tidak memusuhi rakyat siapapun orang INDONESIA tetapi kami menolak dan melawan adalah sistem pemerintah Indonesia yang menindas rakyat dan bangsa kami  west papua selama bertahun-tahun.

 Kamrad-kamrad Seperjuangan PEMBEBASAN kolkot mataram, AMP-KK Lombok, PMP dan FMR Mataram.surat ini merupakan bukan surat romantis, surat curhatan,dan surat kebaikan melainkan surat ini merupakan surat mengingatkan kepada Kamrad-kamrad sekalian bahwa kawanmu masih ada,masih hidup dan masih bersamamu. kawanmu juga mengharapkan dan inginkan surat balasan dari Kamrad-kamrad sekalian untukku.

Salam hormat, untuk kawan-kawan sekalian!

Nyamuk Karunggu. 

Medan juang, 28 desember 2022

 

Berita Terkait

Top