AMP KK LOMBOK:TELAH TERBITKAN BUKU YANG BERJUDUL “MELAWAN PEMBUNGKAMAN RUANG KEBEBASAN AKADEMIK dan KRIMINALISASI MAHASISWA PAPUA DI UNIVERSITAS MATARAM”


 

 

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah karena menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Ananta Toer)

Tulis,tulis dan tulis dan umumkan tulisan kita tanpa batas untuk melawan bangsa kolonial modern Indonesia berwatak ketidakadilan, diskriminasi, rasisme, terorisme,militerisme, kapitalisme yang menduduki dan menjajah rakyat dan bangsa Papua Barat-Dr.Socratez S.Yoman.

“Tulis semua yang kau tahu tentang bangsamu. Bangsa tertindas yang selama berabad-abad membisu. Tulis! Sebuah tulisan, tidak akan berarti apa-apa bila tidak diumumkan. Tulisan itu menjadi suara hanya bila telah disebarluaskan, karena itu jangan ragu-ragu untuk mengumumkan tulisan. Tulisan kaum pergerakan menjadi kekuatan sesudah dibaca orang. Karena itu jangan ragu-ragu umumkan tulisanmu. Kau akan menumbuhkan suatu kekuatan tak terduga”-Mayon Sutrisno

Buku ini kami tulis berdasarkan realitas, fakta,data dan terbukti soal pembungkaman ruang demokrasi dan kriminalisasi rasial yang terjadi di Indonesia terhadap rakyat dan bangsa west Papua lebih-lebih terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas Indonesia di universitas Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berjuang menulis dengan fakta dan data Karena,“Perjuangan dengan jalan menulis merupakan kekuatan yang melebihi dan melampaui batas-batas kekuatan senjata. Mulailah menulis. Anda mampu dan sanggup taklukkan kolonial NKRI hanya dengan ujung pena bukan dengan moncong senjata. Perjuangan melalui jalan menulis, banyak informasi gelap, kelam dan tersembunyi dapat terungkap atau dibuka ke publik.” seperti kriminalisasi rasial yang dipraktekkan oleh birokrasi kampus terhadap mahasiswa Papua di seluruh Indonesia dan praktekan pembungkaman ruang demokrasi yang diancam oleh negara kolonialisme Indonesia.

Berjuang dengan jalan mengumumkan persoalan-persoalan berbasis nilai kebenaran, kejujuran, keadilan, ketulusan, proporsional, akurat, kita dapat dan mampu meyakinkan para pembaca dan semua orang. Melalui menulis, kita mendidik orang yang berbeda paham dengan kita. Tadinya musuh atau lawan tapi bisa berbalik menjadi sahabat dan kawan kita, karena kita menulis yang benar, jujur, dan bukti-bukti akurat.
“Kita akan memilih jalan perjuangan tidak dengan kata-kata, tetapi dengan pena” (Mayon Soetrisno)

Biarkan pejabat OAP yang lain telah kehilangan martabatnya kemanusiaan dan menjadi sama seperti binatang sapi atau hewan kerbau yang ditusuk moncongnya dan dikendalikan orang lain yang memecah belah rakyat dan bangsanya sendiri dengan dikotomi atau provokasi orang gunung dan pantai. Ingat! Bangsa yang dibangun diatas kebohongan dan kekerasan serta ketidakadilan selalu kehilangan sebagian wilayahnya atau runtuh dan porak-poranda serta hanya tinggal kenangan dalam catatan sejarah.
Saya menulis untuk rakyat dan bangsaku. Saya menulis untuk kemuliaan dan kehormatan bangsaku.

Saya menulis untuk martabat bangsaku. Saya menulis untuk sampaikan pesan tentang penderitaan bangsaku kepada siapa saja. Saya menulis untuk menyalakan cahaya lilin kecil untuk bangsaku. Saya menulis untuk umumkan secara terbuka kepada semua orang tentang krisis dan tragedi kemanusiaan berkepanjangan yang dialami bangsaku selama bertahun-tahun mulai dari tahun 1960-an sampai sekarang.

Ingatlah! perkataan Ibu Shirin Ebadi Nobel Perdamaian Iran bahwa “ketakutan kami untuk mengatakan kebenaranlah yang menyebabkan selama bertahun-tahun kita memberikan kekuatan kesempatan dan ruang kepada para si penindas untuk menindas kita”.

Saya menulis dengan visi kemanusiaan dan kebenaran sejarah. Saya menulis dengan tujuan. Saya menulis digerakkan dengan kekuatan visi, tujuan dan target. Saya menulis dengan keadaan sadar. Saya menulis apa yang saya tahu. Saya menulis apa yang saya mengerti. Saya menulis apa yang saya lihat. Saya menulis apa yang saya saksikan. Saya menulis apa yang saya alami. Saya menulis apa yang saya pikir. Saya tulis apa yang saya rasakan.

Saya menulis menyuarakan yang tak bersuara. Saya menulis untuk bangsaku yang tertindas dan terjajah. Saya menulis untuk bangsaku yang terabaikan. Saya menulis untuk bangsaku yang dibuat tidak berdaya. Saya menulis untuk bangsaku yang terpinggirkan dari tanah leluhur mereka. Saya menulis untuk melindungi bangsaku yang merasa ketakutan. Saya menulis untuk menyelamatkan bangsaku yang sedang dimusnahkan oleh penguasa Indonesia sebagai Firaun dan Goliat modern.

Saya menulis tentang sejarah bangsaku. Saya menulis tentang harga diri dan identitas bangsaku. Saya menulis pengalaman bangsaku. Saya menulis tentang harapan masa depan bangsaku.
Saya menulis untuk bebaskan bangsaku dalam rasa ketakutan. Saya menulis untuk sadarkan bangsaku yang sudah dilumpuhkan kesadaran oleh bangsa kolonial Indonesia. Saya meneguhkan dan menguatkan bangsaku yang ragu-ragu, kecewa dan bimbang.

Menulis merupakan pertanggungjawaban iman dan ilmu pengetahuan serta panggilan hati nurani untuk rakyat dan bangsaku Melanesia di West Papua.

Tugas dan kewajiban saya dengan jalan menulis dapat mengubah cara pandang dan berpikir orang Melayu Indonesia, terutama penguasa, TNI-Polri yang menduduki dan menjajah bangsaku.
Buku ini merupakan kumpulan catatan perjuangan jalanan bersama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Lombok,Kelompok Studi Independen (KSI),Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram, Front Muda Revolusioner (FMR) kota Mataram dan Solidaritas Indonesia untuk Free West Papua (FRI-WP) Mataram. Kumpulan catatan ini mulai dari tahun 2019-2023 yang dialami oleh mahasiswa Papua di universitas Mataram dan solidaritas Indonesia. Seperti melawan pembungkam ruang demokrasi, Kriminalisasi rasial terhadap mahasiswa Papua, pembubaran lapak baca dan diskusi, penangkapan terhadap mahasiswa Papua di Universitas Mataram dan solusi untuk rakyat dan bangsa Papua Barat.

Buku pertama berjudul “Melawan Pembungkaman Ruang Kebebasan Akademik Dan kriminalisasi Mahasiswa Papua di Universitas Mataram dan buku kedua kami sedang melanjutkan dengan berjudul ” Universitas Mataram Bungkam Suara Mahasiswa Papua”. Oleh karena itu, kami membutuhkan biaya cetak buku kedua sehingga kami jual buku ini dengan harga solidaritas dan harga perjuangan melawan pembungkaman ruang demokrasi dan kriminalisasi rasial terhadap rakyat dan bangsa west Papua sebesar 70rb. Jika kawan-kawan minat silahkan hubungi lewat lewat nomor HP ini (081344777208)-Freedom

“Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya menjadi busuk dan dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini”. -Pramoedya Ananta Toer-Bumi Manusia.

Medan juang, 16 Juli 2023

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional Papua Barat!..

Panjang umur hal-hal baik!

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Lombok

Wa..wa.. wa.

Gambar buku:

 

 

Berita Terkait

Top