Miras Produk NKRI diPapua Mengancam Nyawa Manusia Papua Secara Berlahan dan Sistematis


 

Miras merupakan alat pembunuh manusia secara terstruktur dan sistematis, miras bukan minuman yang biasa namun salah satu minuman yang mengancam nyawa manusia bagi mereka yang konsumsi. Sadar atau tak sadar minum ini sedang membunuh manusia terutama manusia Papua. Dengan adanya kehadiran miras diatas tanah Papua, manusia Papua banyak yang korban nyawa sia-sia tanpa rencana Tuhan.

Ancaman terhadap harga diri kami OAP perlu simak dan baca baik”.
Pada tahun 2017 tepatnya di kota batu provinsi Jawa timur salah satu guru agama katolik sempat menjelaskan materi dengan mengambil contoh konkrit terkait miras pada hal materi agama tidak ada kaitan dengan minuman beralkohol, dalam penyampaiannya beliau mengatakan orang Papua budayanya minum mabuk setelah minum tidur dijalan raya entah pejabat penyelenggaraan negara maupun rakyat sipil, dengan dengar penjelasan itu semua anak-anak yang bukan dari Papua merasa percaya bahwa penjelasan itu memang benar kebiasaan orang Papua bahkan anak-anak Papua yang lain juga turut mendukung gurunya lalu berkatanya betul.

Saya dengar penjelasan itu secara manusia harga diri dan martabat kami sebagai manusia Papua tidak menerima didepan teman” yang lain tanpa data lapangan. Saya kembali bertanya guru agama tersebut dengan pertanyaannya ” bapak guru saya ingin bertanya Materi yang bapak contohkan itu apakah bapak pernah ke Papua ?

Jawab guru saya punya teman satu bupati dipapua sehingga sampaikan lewat telp .

Kembali saya bertanya teman bapak itu bupati di kabupaten di Papua dimana?
Tinggal Distrik mana ?
Dan tinggal di desa manusia ?
karena Papua itu luas seperti pulau Jawa, belum jawaban kembali sehingga saya langsung sampaikan kepada bapak guru itu bahwa MIRAS bukan budaya orang Papua saya mau bilang kalian yang dari Papua tapi mendukung bapak guru tadi adalah manusia munafik yang akan jual tanah Papua orang Papua kedepan hari ini terbukt, semua miras di konsumsi disana siapa pelaku produktor dan distribusikan ke papua , orang Papua TDK semua orang yang ikut pesta pora dalam minuman beralkohol kami punya budaya ,punya rumah tidak seperti orang Jawa banyak yang tidur dibawah jembatan bahkan TDK mempunyai rumah, banyak pengemis.

Stigma yang disampaikan oleh negara Indonesia melalui aparat sipil negara terhadap kami OAP adalah penjelasan fatal ,gagal menyampaikan materi, tidak konsisten seolah” mereka merasa pintar sehingga menjatuhkan harga diri dan martabat manusia Papua digambarkan dengan berbagai objek.

Negara Indonesia mendapatkan keuntungan pajak terbesar dari Minuman keras/ MIRAS sehingga distribusikan seluruh Indonesia terutama dipapua tanpa pengawasan dari pemerintah setempat, pada hal sudah ketahui datangnya miras manusia Papua banyak yang gila, stres,bahkan korban nyawa meluas dampaknya perang keluarga,suku,marga mempengaruhi banyak korban nyawa yang tidk tahu Maslah.

Manusia Papua perlu sadar juga bahwa setiap mereka minum lalu ganggu di jalan polisi tidak pernah mengatasi namun setelh terjadi pembunuhan korban nyawa lalu mereka datang kontrol, hal ini membuktikan bahwa keberadaan keamanan di Papua hanya cari pangkat dan golongan bukan menggayomi, menjaga ketentraman,kenyaman dan ketertiban.

Hanya manusia Papua yang harus sadar dengan miras karena barang ini satu”nya jalan menuju pemusnahaan OAP. Merasa miras itu refreshing otak namun Wira, dll bukan refreshing otak,mencuci otak namun itu obat rajun pembunuh Manusia.

Pesan moral untuk generasi Papua

Bangsa Papua besar ini adalah pemberian Tuhan dengan menempatkan kami OAP ditanah ini menjaga,merawat, jangan ada orang yang punya kepentingan jahat mengganggu mama kita bersama. Tugasnya orang tua telah selesai bagaimana generasi akan tetap pegang stafet orang tua atau mudah menyerahkan kepada orang lain.

Berpikir jangka panjang merukan hal yang penting seblm terjadi sesuatu.
Berpikir dampaknya mempengaruhi akan orang lain merupakan pikiran bijak mengantisipasi seblm terjadi.
Berpikir masa depan merupakan pikiran yang sehat pemilik negeri Papua.

Penulis merupakan kamrad Inggi kogoya ketua Badan pengurus DPC IPMNI Kota Studi wamena Jayawijaya Papua. Tulisan ini juga  sengaja ditulis untuk melawan stigma-stigma buruk dari penguasa kolonial indonesia terhadap bangsa dan rakyat west papua dan serta sebagai penyadaran terhadap rakyat west papua agar rakyat west papua segera hentikan konsumsi miras Produk NKRI diatas tanah west papua.yang merusak moral generasi muda anak-anak West Papua sekarang dan akan mendatang.

Wamena ,27/12/2022

Berita Terkait

Top