SIAPA YANG BILANG SEMUA ORANG SAMA DI MATA HUKUM INDONESIA??


 

“Rasisme adalah bentuk penindasan yang menghambat kemerdekaan dan kesetaraan.” Angela Davis.

“Tidak ada tempat untuk rasis dalam peradilan hukum. Ketika keputusan hukum didasarkan pada ras, itu merusak integritas dan legitimasi sistem peradilan itu sendiri.” Sonia Sotomayor

Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya menjadi busuk dan dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini.-Pramoedya Ananta Toer-(Bumi Manusia).

Baru kali ini kami (mahasiswa Papua) tahu kalau BKBH fakultas hukum Universitas Mataram dan Dosen-dosen fakultas hukum universitas Mataram tidak memperbolehkan adanya kekerasan represif, pemukulan, kriminalisasi dan penganiayaan di dalam lingkungan kampus universitas Mataram. 

Lebih indah dan lebih perikemanusiaan dan perikeadilan kalau membela orang tidak berdasarkan Ras dan Etnis atau menegakkan keadilan kemanusiaan tanpa memandang Ras, Agama, suku dan latar belakang status sosial lainnya.itulah namanya pembela kemanusiaan dan keadilan tapi kalau hanya membela Ras yang sama,suku yang sama dan membela yang berpunya saja maka perlu mempertanyakan status sebagai pembela HAM dan keadilan.Apakah anda membela kaum Rasmu atau membela manusia? anda membela kaum tertindas atau kaum penindas? Anda membela kaum birokrasi atau kaum miskin?

Dahulu kala, di Amerika Serikat, Afrika Selatan, Eropa dan India hukum dan keadilan tidak berpihak kepada kaum kulit hitam kriminalisasi rasial terjadi dimana-mana, perbudakan dan pembunuhan dimana-mana kaum kulit hitam benar-benar dipandang sebagai manusia tidak layak. Seolah-olah kaum kulit hitam lah  yang selalu membuat kerusuhan, kriminal dan kaum kulit hitamlah melakukan perkosaan terhadap para wanita di Amerika Serikat dan Eropa (abad 15 atau 1400).

Kriminalisasi rasial terjadi di Amerika Serikat (1993) dalam Film yang berjudul Just Mercy telah menggambarkan bagaimana warga kulit putih memperlakukan kaum warga kulit hitam dengan sewenang-wenang hukum tidak berpihak kepada kaum kulit hitam, keadilan sangat tidak ada dan kaum kulit hitam tidak memperbolehkan menjadi pengacara dan sebagainya.membela kemanusiaan dan keadilan Brayen warga kulit hitam dan Eva warga kulit putih yang telah mendirikan lembaga yang bernama (justice equality initiative) untuk kaum kulit hitam dalam konteks Papua dan Indonesia hari-hari ini kawan-kawan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) yang sedang dan terus membela orang Papua Barat..

“Jika keadilan itu setara untuk melindungi hak setiap warga negara tanpa memandang kekayaan,Ras ataupun status maka keadilan itu hidup dan tumbuh” (Braen).

Berkaca pada kelakuan pemerintah Afrika Selatan, Eropa, Amerika Serikat dan India terhadap kaum kulit hitam tidak beda jauh dengan kelakuan pemerintah kolonial Indonesia terhadap rakyat dan bangsa west Papua hari-hari ini. Kami bisa membuktikan pembelaan terhadap rakyat dan bangsa west Papua hukum sangat lemah, media diam seribu bahasa, para dosen-dosen pun terus mempraktekan kriminalisasi rasial di dalam kampus, di dalam kelas dengan terang-terangan itu benar-benar terus dan sedang terjadi di Universitas Mataram terhadap Mahasiswa Papua. 

BKBH fakultas hukum Universitas Mataram dan Dosen-dosen fakultas hukum universitas Mataram selama ini diam seribu bahasa ketika mahasiswa Papua ditangkap secara ilegal,di kriminalisasi rasial, di represif, ditangkap dan dipukul oleh security dan intelijen polda NTB.bahasa birokrasi kampus Universitas Mataram yang selalu keluar adalah sabar,jangan melawan sementara kita di pukul, dikriminalisasi rasial, di tangkap dan di usir dari kelas atau kampus kami.

Namun sekarang aneh dan  lucu BKBH fakultas hukum Universitas Mataram dan Dosen-dosen fakultas hukum universitas Mataram semua buka suara dan melarang kekerasan di lingkungan kampus Unram. 

Apa kabar penangkapan mahasiswa Papua yang terjadi 1 februari 2022 di dalam kampus universitas Mataram disaksikan oleh direktur BKBH fakultas hukum Universitas Mataram? 

Apa kabar pada tanggal 13 november 2022 Rektor universitas Mataram  kriminalisasi rasial, represif, intimidasi, teror dan mengusir mahasiswa Papua  di depan perpustakaan universitas Mataram di malam hari? 

Apakah kabar Birokrasi rektorat, security dan intelijen polda NTB represif, memukul dan menangkap mahasiswa Papua dan Solidaritas Indonesia yang menentang rasisme di dalam dunia pendidikan yang dipraktekkan oleh Rektor universitas Mataram dan interogasi di ruang rektorat bukan oleh birokrasi kampus melainkan di introgasi oleh kepolisian polda Ntb selama 5 jam? Kami sudah hubungi BKBH dan beberapa LBH tapi tidak datang…

Apa kabar pada tanggal 1 Desember 2022 Polda NTB dan birokrasi kampus universitas Mataram kejar-kejar mahasiswa Papua sampai security rektorat dan intelijen polda NTB masuk di ruang kelas Nyamuk Karunggu lalu percobaan kriminalisasi dan foto-fotoan yang dibantu oleh pegawai fakultas hukum universitas Mataram turut mengambil-mengambil foto kawan nyamuk lalu Nyamuk marah tapi respon dari para dosen-dosen dan direktur BKBH jangan marah sabar ya. Apakah di suruh sabar dan sabar ini dikatakan membela kemanusiaan dan keadilan?

Apa kabar pada tanggal 8 maret 2023 birokrasi kampus, security dan intelijen polda NTB menangkap dan memukul dua kawan Solidaritas Indonesia serta disuruh buat surat pernyataan agar tidak bersama  kawan nyamuk, tidak diskusi dan tidak pergaulan dengan kawan Nyamuk atau mahasiswa Papua?

Apa kabar pada tanggal 27 februari 2023 pegawai rektorat intimidasi, teror, kriminalisasi rasial terhadap mahasiswa Papua di depan kantin rektorat universitas Mataram?? 

Apa kabar kepala security FKIP Unram yang selalu mengusir dan kriminalisasi rasial terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas Indonesia yang sedang makan di kantin FKIP Unram 2022-2023??

apa kabar ketika mahasiswa Papua keluar masuk di dalam kampus selalu di foto oleh birokrasi kampus, security, intelijen dan para mahasiswa yang telah di pasang oleh birokrasi kampus universitas Mataram??

Hukum Indonesia itu benar-benar rasis untuk rakyat dan bangsa west Papua oleh karena itu, rakyat Papua Barat hentikan mengharapkan nasib masa depanmu kepada bangsa kolonialisme Indonesia yang penuh dengan ketidakadilan, ketidak kebenaran dan serta hukum Indonesia justru menciptakan untuk kriminalisasi rasial dan menghukum rakyat Papua Barat yang tidak bersalah. 

Saya sebagai mahasiswa Papua yang sedang belajar hukum Indonesia tidak kaget dengan kelakuan penegakan hukum Indonesia yang  simpang siur dan Rasis karena saya telah terima teori-teori mereka sama sekali tidak berpihak kepada kaum tertindas, terhisap, terjajah, termiskin dan apalagi untuk rakyat dan bangsa Papua Barat. Saya telah tahu dan paham betul siapa itu Indonesia? Siapa Itu hukum Indonesia? dan siapa itu Media Indonesia?

Terima kasih guru-guru Indonesia kalian adalah seorang guru (penjajah) yang paling  jujur bagi kami rakyat dan bangsa west Papua. Artinya penjajah adalah paling kejam tapi di balik kekejaman itu ada makna yaitu melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap kami dengan terang-terangan. Karena penjajah adalah guru paling jujur. 

Oleh. Nyamuk Yordan Karunggu, Nyamuk merupakan mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di fakultas hukum universitas Mataram. Tulisan singkat di atas merupakan sebagian kecil kejahatan birokrasi kampus universitas Mataram terhadap mahasiswa Papua agar dunia dan rakyat West Papua tahu bahwa pendidikan Indonesia adalah tempat mempraktekan kriminalisasi rasial terhadap kaum kulit hitam (Papua).

Medan juang, 26 juni 2023

Panjang umur hal-hal baik!.

 

Berita Terkait

Top