SERUAN DISKUSI DAN LAPAK BACA BERSAMA “ANCAMAN MELITERISME DAN NEOLIBERALISME DALAM DUNIA PENDIDIKAN”


“Mengajar, bukan lagi untuk mengajarkan apa yang diyakini, melainkan untuk menanam keyakinan-keyakinan serta kebodohan-kebodohan yang dipandang berguna oleh mereka yang memerintahkannya”(Bertrand Russell).

Ketenangan yang membuat kita terlena mungkin lebih berbahaya daripada ribut yang membuat kita terus terjaga (Billi s Pilim)
Lihatlah pelangi tidak semua dalam hal hidup ini hanya terdiri atas satu warna saja.(paulo coelhoe).

Negara ini dihuni,dipemimpin dan dikuasai oleh Jenderal-Jenderal (TNI-Polri) maka negara ini akan kacau dan masa depan bangsa ini akan rusak (Dr.Stefanus Roy).

Ancaman meliterisme dan neoliberalisme dalam dunia pendidikan merupakan satu kesatuan yang merusakan kecerdasan dan suatu kemajuan bangsa dengan meliterisme merepresif, intimidasi dan kriminalisasi gerakan mahasiswa dan membunuh karakter intelektualitas mahasiswa, membunuh psikologis dan daya berpikir kritis mahasiswa dalam dunia kampus. sementara perguruan tinggi Indonesia mempraktikkan neoliberalisme, neoliberalisme kapitaslime dan neomeliterisme yang jelas-jelas mengencam kebebasan akademik, kebebasan berpikir, kebebasan berpendapat yang mengatur dalam uu no.12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otomon kampus.

Neoliberalisme merupakan ideologi politik dimana doktir mahasiswa bahwa jangan berbuat itu dan jangan berbuat ini lalu dosen-dosen membungkus isi otak mahasiswa dan mulut mahasiswa biar mahasiswa tetap hafal-hafal materi yang diterangkan oleh dosen-dosen dan mahasiswa tetap akan menjadi mahasiswa penurut dan penghafal sehingga mahasiswa yang malas berpikir kritis dan mahasiswa yang apatis dengan tentang kemanusiaan,tentang kebebasan dan tentang lingkungan hidup.

Orientasi pendidikan bukan lagi untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa dan memajukan anak bangsa melainkan pendidikan dijadikan sebagai lahan bisnis, pasar bebas ekonomi (jual beli buku) dan sekaligus menyuplai tenaga kerja untuk industri kapitalisme. Bangsa Indonesia mengkhianati cita-cita pendiri bangsa Indonesia karena indonesia mempraktikkan neoliberalisme didalam tubuh pendidikan dunia kebersamaan dengan neomeliterisme berbahaya bagi mahasiswa,mahasiswa hari-hari ini. Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Oleh sebab itu pendidik menuntun anak pada kehidupan yang selaras dengan alam dan masyarakat. Namun, cita-cita dewantara dikhianati oleh bangsa Indonesia itu sendiri dengan atas nama neoliberalisme, neokapitalisasi kampus dan atas nama meliterisasi kampus.

Bagaimana kita menyaksikan dan melihat universitas mataram dihuni, dikuasai dan dipimpin oleh meliterisme indonesia untuk memantau, mengawasi, mengontrol,direpresif dan dikriminalisasi mahasiswa papua dan kawan-kawan solidaritas Indonesia (FRI-WP) mulai tahun 2019 sampai hari ini.meliterisme Indonesia yang terdiri dari polda Ntb, Intelkam Polda NTB, polresta mataram, intelijen Polresta Mataram, badan intelijen strategis (BAIS), intelijen tentara dan intelijen satuan lainnya mengancam kebebasan akademik universitas mataram(UNRAM) universitas bumi gora(UBG) mataram, universitas islam (UIN) mataram, universitas Muhammadiyah mataram (UMMAT) dan kampus-kampus lain yang ada diNTB.

Neoliberalisme adalah sebuah pola pemikiran politik (ideologi} Barat yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi diatas segala-galanya. Dasar pemikirannya adalah bahwa yang lemah harus dikorbankan supaya yang kuat bisa berkembang dengan bebas, agar ekonomi nasional juga ikut berkembang.penganut neoliberal beranggapan bahwa pada akhirnya yang miskin akan ikut mendapat manfaat dari ekonomi yang berkembang secara kapitalistik. Ideologi ini berdasarkan filsafat individualisme dan berusaha untuk menghapus unsur-unsur kemasyarakatan dan sikap gotong-royong. Ideologi ini sangat bertentangan dengan kebudayaan dan sistem kemasyarakatan di Indonesia.pendidikan model ini bertentangan dengan cita-cita karno yang dimana dia mengatakan bahwa “nilai-nilai pancasila yang terangkum dalam gotong royong, pada hakikatnya adalah karakter bangsa Indonesia yang harus terus menerus dipahami, dihayati, dan diamalkan lagi melalui proses pendidikan karakter bangsa.

Selain itu,pendidikan neoliberalisme. kolonialisme indonesia juga menerapkan dan mempraktekan pendidikan kolonialisme indonesia dan pendidikan nasionalisme NKRI harga mati seluruh sekolah yang ada diwest papua mulai dari sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi diseluruh tanah bangsa west papua dipaksakan menghafal pancasila, Nama-nama pahlawan indonesia seperti soekarno, kartini dan sebagainya. memaksakan NKRI harga mati dan bahkan sekolah-sekolah diambil alih oleh intelijen indonesia, BIN BAIS, BAKIN dan TNI-Polri untuk menekan dan membunuh karakter anak-anak bangsa west papua dengan nasionalisme kepalsuan, ilmu kriminalisasi dan ilmu represif psikologis.bukan hanya sekolah yang diambil alih oleh meliterisme indonesia akan tetapi rumah sakit, gereja dan pembangunan juga dikendalikan oleh meliterisme indonesia diatas tanah papua.

Kami bisa melihat dan membedakan bagaimana ancaman meliterisme dan ancaman kolonialisme indonesia diatas tanah west papua dunia pendidikan dilarang masuk pihak meliterisme tapi dipapua kepolisian mereka masuk dengan alat perang (senjata) yang terutama adalah universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura papua dan Universitas papua (UNIPA) Manokwari papua setiap hari pihak kepolisian masuk dengan alat-alat peperangan ini membahayakan karakter intelektualitas mahasiswa papua. Pada tanggal 12 Oktober 2022,Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema dan TNI-Polri masuk dalam kampus dengan alasan mau memberikan kuliah umum ini juga lucu karena TNI-Polri tidak punya ilmu untuk membagikan kepada mahasiswa papua tapi pura-pura punya ilmu.

Fungsi negara ada tiga, yaitu: akumulasi, legitimasi dan represif.

1).Akumulasi merupakan pengumpulan; penimbunan; penghimpunan modal.”
Tambahan periodik suatu dana dari bunga atau tambahan lain pada tambahan laba neto pada laba yang ditahan.” Negara ibaratnya sebuah bank yang mengumpulkan kekayaan alam dari hasil perampokan dari rakyat entah itu, hasil perampokan dari pajak mobil,motor,lampu listrik dan bahkan hasil perampokan dari pertambangan, perkebunan, peternakan, pertanian dan lahan atas nama kepentingan persama atau kepentingan ini disebut dengan kapitalisme hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang lain.

2).legistimasi merupakan institusi yang mendukung,mengesahkan dan membenarkan segala kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Indonesia. Legistimasi ini terdiri dari partai-partai,tentara nasional indonesia (TNI), kepolisian republik indonesia (kapolri),intelijen indonesia (II),Badan intelijen negara (BIN),Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN),badan intelijen strategis(BAIS), pengacara, dosen-dosen dan organisasi reaksioner seperti GMKI, PIB dan organisasi reaksioner lainnya.

Legistimasi merupakan lembaga-lembaga yang kami sebut diatas tersebut sedang dan terus mendukung kekerasan negara kolonialisme indonesia untuk menlegalkan kejahatan kemanusiaan, kejahatan kriminalisasi dan rasisme, kejahatan fasisme, kejahatan represif dan kejahatan pembungkaman ruang kebebasan akademik dengan dalih-dalih menjaga nama baik kampus dan seterusnya.

3).Represif, represif merupakan pembungkaman ruang kebebasan akademik pemukulan, penangkapan, penahanan, pemenjarahan, kriminalisasi rasisme dan melarang diskusi dan lapak baca, melarang berorganisasi, berekspresi,berkumpul dan bahkan membatasi gagasan-gagasan,ide-ide dan pikiran-pikiran yang dimiliki oleh mahasiswa dan model represif didalam dunia kampus ini merupakan pembunuhan psikologis dan karakter intelektualitas mahasiswa itu sendiri.

Pendidikan Indonesia model beginilah yang dikritik oleh Eko Prasetyo dalam buku yang berjudul bangkitah gerakan mahasiswa dan bergeraklah! mahasiswa agar mahasiswa itu harus pikiran terbuka,pisau analisis yang tajam dan memberikan nalar kritis yang tajam pula dan Eko Prasetyo mengatakan bahwa kampus atau kelas bukanlah tempat orang berdoa yang harus diam mendengar dan pulang melainkan kampus atau ruang kelas adalah tempat pertarungan gagasan- gagasan dan ide-ide yang dimiliki oleh mahasiswa dan mahasiswi.

Kejahatan apapun harus dilawan dan harus dibongkarkan dimuka umum dengan semaksimal mungkin karena membiarkan atau mendiamkan Kejahatan adalah haram bagi hukum dan Tuhan.kejahatan harus dicatat dan diteruskan dari generasi ke generasi agar setiap umat manusia mengetahui kejahatan kemanusiaan itu.apabila kejahatan itu dilupakan dan kompromi dengan aktor kejahatan,maka dia juga akan menjadi kejahatan kemanusiaan dengan dalih-dalih Agama atau ayat-ayat Firman Tuhan palsu. persis apa yang dikatakan oleh mikhail bakunin dalam buku yang berjudul Tuhan dan Negara, Bakunin menolak segala bentuk otoritas dan penindasan. Bakunin mengkritisi agama dan negara yang menjadi penyiksa, penindas, dan pengeksploitasi umat manusia. Bakunin melihat, negara menjadi instrumen oleh segelintir orang yang berkuasa, untuk memanfaatkan mayoritas rakyat. dalam memanfaatkan rakyat, tak jarang agama menjadi sekutu. Agama menjadikan penghambaan umat manusia kepada Tuhan sebagai bentuk penundukan.

Bakunin menyatakan perang total melawan agama dan negara. Bakunin menyerukan, jika manusia ingin merdeka, mereka harus melepaskan kekang penindasan ganda dari otoritas spiritual (agama) dan negara. Dalam melaksanakan tugas ini, manusia harus memanfaatkan dua kualitas berharga yang telah diberikan kepada mereka, yaitu, kekuatan untuk 1) berpikir, dan 2) pemberontakan. Kedua kualitas itu yang harus diarahkan untuk melawan “Tuhan dan Negara”. Ketika mereka telah mengarahkannya pada pemberontakan, maka muncullah Eden
(surga) baru bagi umat manusia. Surga dalam era kebebasan dan kebahagiaan.

Lebih lanjut, dalam buku Tuhan dan Negara ini Bakunin menunjukkan tiga jalan keluar manusia dari kongkalikong yang merusak kesenjangan sosial yaitu 1) gereja, 2) bar, dan 3) revolusi sosial. Dua yang pertama bersifat fantasi dan yang terakhir bersifat rill. Melalui Gereja dan Bar manusia dapat menghilangkan kesenjangan sosial mereka.Bakunin lebih memilih cara yang ketiga sebagai jalan keluar dari kongkalikong agamawan dan politisi negara.

Revolusi sosial adalah suatu cara yang ampuh untuk keluar dari kepercayaan agama yang menindas. Melalui revolusi sosial, dua jalan keluar lain yang bersifat fantasi dapat dihilangkan. Revolusi sosial membuat masyarakat menjadi satu kesatuan yang utuh, yang tidak memiliki kepercayaan pada tuhan yang memperbudak manusia. Maka tak heran, Bakunin dikenal dengan selogannya yang khas, “Jika Tuhan ada, maka manusia adalah budak. Artinya, jika manusia ingin bebas, maka Tuhan tidak boleh ada.” Tidak boleh lagi ada “tuhan yang memperbudak.”

Inilah yang dipraktekan oleh para dosen-dosen dan organisasi keagamaan untuk menindas dan membunuh umat manusia dengan atas nama agama atas nama ayat-ayat Firman Tuhan palsu dan sementara para dosen-dosen mendoktrin mahasiswa-mahasiswa dengan aturan-aturan negara dan Undang-Undang agar mahasiswa patuh dan tunduk pada kejahatan negara.

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan kemanusiaan(Soe hok gie).Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah.

Kejahatan merajalela, bukan saja karena penjahatnya bertambah, namun karena banyaknya organisasi reaksioner, organisasi agamaisme, atau siapa saja yang punya kekuatan dan kewenangan, mereka DIAM dan mendukung kejahatan negara seperti GMKI Cabang Mataram kriminalisasi dan menangkap karunggu dan kawan-kawan solidaritas Indonesia pada tanggal 10 mei tahun 2021.

Bukan karena tidak faham nilai-nilai tentang kekristenan, namun yang diam menghadapi kemungkaran, yang oleh sang revolusioner Yesus Kristus disebut sebagai SETAN BISU, karena tersandera kepentingan dunia. Ketakutan terhadap manusia, mengalahkan ketakutannya terhadap Tuhan.

Maka benar pulalah apa yang ditulis seorang tokoh pemuda,dizaman pergerakan dikurun menjelang dan awal-awal kemerdekaan, Soe Hok Gie : ”Mendiamkan kesalahan adalah Kejahatan”.

Setelah menangkap karunggu dan kawan-kawan (KSI -FRI-WP) dilakukan oleh prandy ketua Gmki cabang mataram dan mahasiswa intelijen papua bersama polda NTB pada tanggal 10 mei 2021 pukul 23.00 Wita.dengan melakukan kriminalisasi, intimidasi, mengancam dalam satu mobil terhadap karunggu oleh prandy dan belli Mayor mahasiswa asal papua dengan mengeluarkan ayat-ayat Firman Tuhan palsu bahwa kita ini sudah terima Kristus jadi jangan protes kejahatan negara karena kita sudah terima Kasih kristus kata prandy dan Billy Mayor. Akan tetapi besok harinya prandy mengklarasi bahwa berita yang dikeluarkan oleh karunggu dan kawan-kawan adalah tidak benar dan prandy menganggap penangkapan sewenang-wenang itu merupakan fitnah atau berita hoaks padahal dia adalah aktornya.

Selanjutnya didalam tubuh pendidikan Indonesia dirasuki oleh meliterisme indonesia sehingga mahasiswa sangat susah bergerak, berpikir dan berkembang apalagi untuk menyampaikan pendapat gagasan dan ide-ide dengan bebas karena neoliberalisme dan neomeliterisme menekan dan membungkam suara-suara mahasiswa yang mau mengembangkan tersebut. Lebih-lebih universitas mataram dimana rektor memperbolehkan menangkap mahasiswa papua didalam kampus pada 2 februari 2022 lalu terhadap nyamuk dan salah guru besar fakultas hukum universitas mataram juga turut serta memberikan legistimasi kepada alat represifitas negara dengan menulis diakun pribadi,Guru besar unram,Prof. Dr. H. Zainal Asikin, S.H., SU dengan akun pribadi difacebooknya bahwa;

SERIUS TAPI SANTAI

DI DEPAN UNRAM DIKIBARKAN
BENDERA PAPUA MERDEKA…

NAMA MAHAWISWA YG NGIBARKAN NAMANYA NYAMUK…

SECURITI UNRAM MAU NANGKAP
TAPI CEPAT DIA TERBANG…
MAKLUM…..NYAMUK

HANYA POLISI YG BISA MENANGKAPNYA
DENGAN CARA PROFESIONAL

KARENA SKURITY BELUM DIAJARKAN
NAMA NAMA.BENDERA…

DIKIRA BENDERA PAPUA MERDEKA ITU
BENDERA ORANG CINA YANG IMLEK

KHO CHI FA CHAI( prof asikin).

Keyakinan tanpa akal sehat terhadap otoritas adalah musuh kebenaran yang paling buruk (Albert Einstein).

Baimana ancaman meliterisme dan neoliberalisme dalam dunia pendidikan?? Siapa meliterisme dan neoliberalisme?? Cara kerja meliterismenya bagaimana?? Kerja meliterisme seperti apa?? Bagaimana melawan meliterisme dan neoliberalisme?? Apa itu neoliberalisme?? Bagaimana dampak meliterisme dan neoliberalisme terhadap dunia pendidikan dan sebagainya? kami akan mendiskusikan bersama pada tanggal 18 Oktober 2022. Dengan itu,kami mengundang kawan-kawan sekalian untuk milibatkan diri dalam diskusi lebih lanjut tentang ancaman meliterisme dan neoliberalisme dalam dunia pendidikan!..

Pamflet tertera dibawah ini!

Medan Juang, 17 Oktober 2022

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional papua barat!!

Panjang umur perjuangan pembebasan tanpa batas!!

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) dan Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) Komite Lombok.

Berita Terkait

Top