Kronologis Aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali 1 Mei 2023


“60 Tahun Aneksasi Ilegal Bangsa Papua Barat Di Dalam Kolonialisme Indonesia”.

1.Pukul 9.00 wita 4 orang Intel parkir dan duduk di sebelah kanan asrama putra Nduga (KTP) Denpasar Bali.

2.pukul 09.15 wita massa aksi tiba di titik kumpul massa aksi yaitu; lapangan renon Denpasar Bali di samping polresta Denpasar Bali.disana sudah ada pihak kepolisian rupanya mereka baru saja selesai upacara sekitar 50 orang dan intelijen 30 orang.

3.Pukul 9.20 wita pihak ormas PGN reaksioner melakukan aksi tandingan dengan melakukan pemukulan, pelemparan batu,hlm terhadap massa aksi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali.

4.pukul 9.30 wita ormas reaksioner yang mengklaim diri sebagai adat Bali instruksi bahwa agar segera massa aksi bubarkan diri dari kumpul titik aksi.

5.pukul 9.45 wita kepala polresta Denpasar Bali mengeluarkan maklumat agar massa aksi segera bubarkan diri dari kumpul massa aksi.

6.pukul 9.50 wita polresta Denpasar Bali mendorong, menendang massa aksi sampai tempat parkir motor.berapa menit kemudian polresta Denpasar Bali mendorong dan menendang massa aksi sambil merusakan spanduk, poster, sandal,sepatu milik massa aksi.

7.pukul 9.50 wita Kawan-kawan Lembaga bantuan hukum (LBH) Bali tiba ditempat massa aksi dan Kawan-kawan LBH Bali instruksi agar kawan-kawan massa aksi dapat menyampaikan pendapat,berekspresi dengan secara damai tapi pihak kepolisian polresta Denpasar Bali tidak mendengarkan hal tersebut.

8.pukul 10.00 wita polresta Denpasar Bali mendorong dan menendang massa aksi bersama kawan-kawan LBH Bali sampai massa aksi paksa masukkan dalam lapangan polresta Denpasar Bali.

9.pukul 10.10 wita polresta Denpasar Bali mengintimidasi, meneror dan interogasi kawan-kawan LBH Bali dengan penuh ancaman.

10.pukul 10.40 wita terpaksa massa aksi membacakan pernyataan sikap di dalam lapangan polresta Denpasar Bali diisolasi oleh militerisme Indonesia bersama ormas reaksioner yang melebihi jumlah massa aksi.

11.pukul 11.00 wita selesai membacakan pernyataan sikap dan massa aksi membubarkan diri dari lapangan polresta Denpasar Bali guna pulang ke KTP.

12.jumlah personil militerisme Indonesia yang melakukan membungkam ruang demokrasi massa aksi damai AMP-KK Bali adalah kurang lebih 200-an personil terdiri TNI-Polri, Intelijen, preman, adat Bali dan Patriot Garuda Nusantara (PGN) menggunakan mobil komando. Sedangkan jumlah massa aksi damai AMP KK Bali pada 1 mei 1963 hari Aneksasi bangsa West Papua kedalam kolonialisme Indonesia adalah 33 orang.

13.Alat pelengkap represif negara sekitar 8 dalmas dan satunya mobil komando untuk menginstruksi massa aksi agar massa aksi segera bubarkan diri dari titik kumpul aksi dan juga satu orang intelijen orang Papua yang menjadi pelacur di Bali.

Demikian, kronologis singkat aksi damai AMP KK Bali ini, kami buat dan kami sampaikan kepada kawan-kawan sekalian dalam medan juang di seluruh tanah Air West Papua,tanah Kolonialisme Indonesia dan dunia Komunitas internasional. Atas perhatian dan kerjasamanya Kami ucapkan terima kasih!

Wa..wa..wa..wa..

Medan juang,01 Mei 2023

Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Bali

 

Doc;

Berita Terkait

Top