INVESTIGASI PENGUNGSI TIM-TIM 99 DESA SUMBERKLAMPOK KABUPATEN BULELENG PROVINSI BALI (10/22).


“Mendiamkan Kejahatan kemanusiaan ketika menyaksikan keburukan adalah setan bisu” (Rasulullah SAW)

“Setiap pendusta pemerintah indonesia harus dilawan menang atau kalah lebih-lebih penindasan yang mengandung kriminalisasi, intimidasi, teror rakyat dan merampas tanah rakyat” (Mayon Sutrisno).

mula-mula kami ditemui dan diterima dengan baik oleh Ibu Ni Made Indrawati koordinator konsorsium pembaruan agraria (KPA) wilayah bali.dengan mulai melontarkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:kalian asal daerah dari mana saja?? Kalian datang disini tujuannya apa?? kalau mau belajar dengan tani disini, apakah kalian siap lahir dan batin dan apakah kalian siap ditangkap dan dipenjarakan?? apakah kalian ada pernah ditangkap oleh polisi?? apakah kalian sudah pernah aksi demonstrasi damai dan sebagainya??

pertanyaan-pertanyaan semacam diatas ini, menandakan bahwa bali dalam keadaan krisis perampasan tanah, pertanian, perkebunan dan perampasan lahan-lahan rakyat bali dan serta represifitas alat negara yang masif terhadap rakyat oleh pemerintah indonesia bersama para investor yang memiliki kepentingan perusahaan-perusahaan atas nama pembangunan,atas nama kepentingan nasional dan atas nama kepentingan kesejahteraan rakyat,namun semua itu hanyalah merupakan slogan atau dalih pemerintah indonesia untuk merampas tanah-tanah rakyat untuk membangun perusahaan-perusahaan bagi para pemodal atau kapitalisme yang punya berkepentingan tertentu. 

“Setiap dusta pemerintah harus dilawan menang atau kalah lebih-lebih dusta yang mengandung penindasan terhadap rakyatnya sendiri” (Mayon Sutrisno).selanjutnya hidup itu indah.biarlah generasi masa depan membersihkannya dari semua yang jahat, penindasan dan kekejakaman, kriminalisasi, kejahatan dan menikmati sepenuhnya.” (Leon Trotsky)

salah satu kamrad,sosok seorang mahasiswi yang bernama nanda sebagai orang asli bali juga dengan tegas mengatakan bahwa; saya turut berjuang untuk membelah hak-hak rakyat bali ini saya membuktikan bahwa bali tidak sedang baik-baik saja melainkan bali sedang dalam krisis eksploitasi sumber daya alam bali, perampasan tanah dan perusakan lingkungan hidup atas nama kepentingan pembangunan nasional.memang kita harus mengakui atas keberanian yang dimiliki oleh kamrad nanda sebagai orang asli bali yang cinta dengan tanahnya,peduli dengan tentang kemanusiaan dan peduli dengan rakyat tertindas,terhisap dan termarginal yang ada. mungkin kamrad nanda merupakan salah satu mahasiswa bali yang peduli dengan tentang Kesetaraan, kemanusiaan,kesamaan dejarat, kebenaran dan keadilan sosial sebagai teman manusia.dari sekian ribu banyak mahasiswa bali yang tidak peduli dengan alam bali sebagai mama kehidupan orang bali,mama sumber harapan masa depan orang-orang bali dan tanah bali adalah tabungan masa depan untuk anak dan cucu bali akan turun temurun. 

Kamrad nanda kelihatannya tegas dan berani untuk membelah orang-orang tertindas,terlemah dan bahkan telah mengetahui tanah kelahirannya sedang tidak baik-baik saja, ini merupakan isi hati keberanian yang ia miliki. Kamrad tidak salah Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri.

(Pramoedya Ananta Toer) selanjutnya Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!(ernesto Che guevera).

Jangan pernah takut mengapa?? Karena ketika kita takut maka dibodoh-bodohi dan ketika kita bodoh maka diinjak-injak harkat dan martabat manusia (haris Azhar).Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita,merampas tanah kita ,merampasan gunung kita, hutan kita,air kita dan merusakan lingkungan hidup kita atas nama investor asing. 

orang papua pernah mengatakan bahwa “kami rakyat papua bisa hidup tanpa uang tapi kalau tanpa tanah papua kami orang papua tidak bisa hidup”. Karena tanah papua adalah mama kami.tanah adalah sumber kehidupan kami.tanah adalah sumber harapan masa depan generasi akan mendatang dan tanah adalah tabungan hidup anak dan cucu nantinya. 

Ibu indra koordinator KPA wilayah bali menyatakan bahwa;sejumlah elemen jaringan KPA serta kelompok tani dan warga pengusul lokasi prioritas reforma agraria (LPRA) dari seluruh bali, diantaranya adalah kali unda Klungkung,selasih gianyar, senganan, kecamatan penebel, tabanan, banjar adat bukit sari Sumberklampok eks pengungsi Timor Timur (Timtim), desa sumberkima serta LPRA disendang pasir desa pemuteran,gerokgak. 

Kami telah temui tiga orang tani bersama beberapa anak-anak muda pengungsi TIM-TIM didesa sumberklampok kab buleleng,provinsi bali dan pengungsi Timor Timur merupakan akibat daripada referendum tahun 1999,sehingga warga negara indonesia yang soeharto krim ketim-tim dengan program transmigrasi atau berpindahan penduduk yang ada ditimor leste ketika mengadakan referendum dan Timor leste memenangkan atas referendum itu,maka orang-orang indonesia transmigrasi yang mau memilih indonesia kembali keindonesia dan yang mau tinggal dinegara Timor leste tinggal disana.

pengungsi timor timur (TIM-TIM) yang ada didesa sumberklampok kabupaten buleleng bali terdiri dari 107 kk dan 309 jiwa penduduk yang lantarkan oleh pemerintah indonesia dan pemerintah provinsi bali bahkan tidak memberikan legalitas sebagai warga negara indonesia yang sah sampai sekarang(mulai dari tahun 1999-2022). Ini merupakan bukti nyata bahwa pemerintah indonesia gagal mensejahterakan dan melindungi rakyatnya sendiri.dan 107 KK dan 309 jiwa ini hanya desa sumber klampok kalau keseluruhan bali lebih dari 600 KK yang statusnya sebagai eks tim-tim 1999 (ujar eks tim-tim).

Selanjutnya,ibu Indrawati mengatakan, dari 10 kasus konflik agraria dibali satu kasus sudah terselesaikan, yakni kasus lahan eks HGU PT Margarana dan PT Dharmajati Sumberklampok.dengan demikian masih tersisa 9 kasus. sementara diwilayah yang sama yakni lokasi eks pengungsi Timtim merupakan konflik tenorial kawasan hutan sejak 21 tahun yang masih dalam proses penyelesaian.

Kemudian dilokasi yang sama didesa Sumberklampok ada dua yang kita usulkan melalui LPRA, satu eks HGU dan eks pengungsi Timtim.yang masih berproses dalam penyelesaian diKementerian Kehutanan yakni eks pengungsi Timtim, ujarnya.

ibu indra juga berpesan kepada mahasiswa yang datang dengan berbeda latar belakang pendidikan, berbeda jurusan, berbeda kampus, berbeda suku, berbeda asal daerah, berbeda budaya, berbeda status sosial dan berbeda organisasi yang bergabung dalam “Komite Aksi Kamisan Bali” atas nama kemanusiaan dan atas nama solidaritas tanpa memandang suku,ras,agama,budaya, jenis kelamin dan status sosial lainnya.mahasiswa yang tergabung dalam Komite aksi kamisan bali terdiri dari 12 mahasiswa dan asal mereka ada yang dari jawa barat, jawa timur,medan,sumatera,jakarta, papua dan ada juga yang dari bali dan sebagainya. 

Pertama,setiap agama mengajarkan hal kebaikan; menolong orang tertindas, terhisap, teraniaya,terlemah, termiskin dan menghasihani sesama manusia sebagai teman manusia. itulah hukum bagi setiap manusia untuk membelah orang-orang tertindas dan terbudak oleh manusia lain.

Kedua,menulis sejarah atau kronologis karena sejarah sangat penting untuk mengingatkan kita kejadian lampau atau telah lalui dan tulisan akan teruskan kegenerasi akan mendatang.“orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. menulis adalah bekerja untuk keabadian”(Pramoedya Ananta Toer).

Ketiga,kita harus menguasai normatif, yuridis dan empiris karena undang-undang,keputusan hakim atau ranah hukum dan kenyataan sejarah atau kenyataan realitas sosial merupakan satu kesatuan untuk mewujudkan keadilan untuk umat manusia tanpa memandang bulu. 

Mahasiswa adalah maha tahu persoalan realitas sosial yang terjadi dinegara indonesia entah itu,perampasan tanah rakyat, merampas pertanian rakyat, perampasan lahan rakyat dan perampasan perkebunan rakyat atas nama kepentingan Kapitalisme dan imperialisme global.oleh karena itu, kewajibannya mahasiswa adalah harus berpihak kepada rakyat tertindas, terhisap dan termiskin untuk membelah hak-hak rakyat karena masyarakat dihidup ditanah bukan dinegara atau kapitalisme.“seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan” (ananta toer).

Kami diterima dengan baik oleh Ibu Ni Made Indrawati koordinator konsorsium pembaruan agraria (KPA) wilayah bali bersama pengungsi eks tim-tim mereka juga mengharapkan apabila tim-tim melakukan aksi demonstrasi terkait dengan nasib tim-tim yang diabaikan oleh pemerintah mahasiswa sangat perlu turut bersolidaritas atas nama kasih dan kemanusiaan. 

Dasar hukum:

1.undang-undang nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.

2.payung hukum,UUD 1945 (Pasal 27 ayat (1)), segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan serta dalam pekerjaan.

3.UU No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik didukung oleh payung hukum dalam (pasal 28F)“setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Catatan:

1).pemerintah indonesia tidak menyelesaikan hak warga eks pengungsi Timtim sampai bulan agustus 2022,maka melakukan aksi demonstrasi. 

2).rakyat Timtim siap menerima dengan senang hati, ketika mahasiswa berkunjung untuk belajar bersama tani didaerah-daerah berkonflik agaria. 

3).kalau boleh merayakan hari tani nasional bersama mahasiswa bulan september akan mendatang 2022.

4).tulisan ini,tidak lengkap tapi tulisan singkat ini sebagai bersifat sumbangan agar kawan-kawan bisa tambahkan menulisnya.

Medang juang,10 juli 2022

Panjang umur hal-hal baik!!..

Panjang umur rakyat tertindas dan terbudak!!

Salam solidaritas tanpa batas atas nama kemanusiaan dan kasih!!..

Salam demokrasi!!..

Komite Aksi Kamisan Bali (KAKB)

 

Doc: terlampir

Berita Terkait

Top