DISKUSI ONLINE DENGAN TEMA: “ANCAMAN KEBEBASAN AKADEMIK BAGI MAHASISWA PAPUA dan SOLIDARITAS DI UNIVERSITAS MATARAM”.


 

“Pamflet diskusi terbuka untuk umum” (02/12/2022).

“Mengajar, bukan lagi untuk mengajarkan apa yang diyakini, melainkan untuk menanam keyakinan-keyakinan serta kebodohan-kebodohan yang dipandang berguna oleh mereka yang memerintahkannya”(Bertrand Russell).

jangan kau penjarakan ucapanmu,perkataanmu,pikiranmu,gagasan dan keberanianmu.jika kau menghamba pada ketakutan, kita akan memperpanjang barisan perbudakan.( Wiji Thukul).

Oleh sebab itu, jangan pernah takut pada penguasa.jangan pernah takut pada birokrasi sekolah atau kampus.jangan pernah diamkan kejahatan atau kesalahan.jangan pernah membiarkan perbudakan, penindasan dan penghisapan terhadap diri anda dan bangsa anda.jangan takut dengan penguasa.tapi, takutlah akan hidup sebagai mahasiswa yang tidak bisa buat apa-apa,tidak bisa membelah tanah airmu,diam pada Kesenjangan sosial dan tidak bisa memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negaramu.persis dengan perkataan Rasulullah SAW,diamkan kejahatan kemanusiaan ketika menyaksikan keburukan adalah setan bisu.

Kita ikuti dan menyaksikan bagaimana kejahatan birokrasi kampus terhadap mahasiswa papua maupun solidaritas indonesia di Universitas Mataram. Sejak 2019 sampai sekarang didalam tubuh universitas mataram mempraktekan kriminalisasi, rasisme, intimidasi, teror, menangkap dan pembungkam ruang kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia yang menentang kejahatan fasisme di dalam kampus universitas mataram tersebut. 

Jangan takut mengapa? Karena ketika kita takut maka dibodoh-bodohi dan ketika kita bodoh maka diinjak-injak harkar dan martabat kita (Haris Azhar)

Melawan Pembungkaman Ruang Kebebasan Akademik merupakan tugas dan tanggung jawab mahasiswa yang mulia dan terhormat agar Kebebasan akademik itu tetap hidup dan berkembang ditengah mahasiswa tersebut. Jangan pernah membiarkan Pembungkaman Ruang Kebebasan Akademik itu didalam mulut birokrasi kampus, intelijen dan TNI-Polri serta organisasi reaksioner yang anti dengan nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kesamaan derajat kemanusiaan. 

Universitas mataram merupakan kampus ternama dan terunggul se-provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan universitas mataram posisi 39 perguruan tinggi terbaik di indonesia.namun,kelakuan dan watak para birokrasi kampus anti dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai kebebasan akademik sehingga setiap hari mahasiswa papua yang melaksanakan kegiatan lapak baca dan diskusi, memberikan argumen atau pandangan selalu dibungkam, direpresif, dibatasi dan dilarang oleh birokrasi kampus unram itu sendiri. 

Fungsi negara ada tiga, yaitu: akumulasi, legitimasi dan represif.

1).Akumulasi merupakan pengumpulan; penimbunan; penghimpunan modal.”

Tambahan periodik suatu dana dari bunga atau tambahan lain pada tambahan laba neto pada laba yang ditahan.” Negara ibaratnya sebuah bank yang mengumpulkan kekayaan alam dari hasil perampokan dari rakyat entah itu, hasil perampokan dari pajak mobil,motor,lampu listrik dan bahkan hasil perampokan dari pertambangan, perkebunan, peternakan, pertanian dan lahan atas nama kepentingan bersama atau kepentingan ini disebut dengan kapitalisme hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang lain.

2).legitimasi merupakan institusi yang mendukung,mengesahkan dan membenarkan segala kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Indonesia. Legistimasi ini terdiri dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR),tentara nasional indonesia (TNI), kepolisian republik indonesia (kapolri),intelijen indonesia (II),Badan intelijen negara (BIN),Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN),badan intelijen strategis(BAIS), pengacara, dosen-dosen dan organisasi reaksioner seperti GMKI, PIB dan organisasi reaksioner lainnya.

Legistimasi merupakan lembaga-lembaga yang kami sebut diatas tersebut sedang dan terus mendukung kekerasan negara kolonialisme indonesia untuk menlegalkan kejahatan kemanusiaan, kejahatan kriminalisasi dan rasisme, kejahatan fasisme, kejahatan represif dan kejahatan pembungkaman ruang kebebasan akademik dengan dalih-dalih menjaga nama baik kampus dan seterusnya. 

3).Represif, represif merupakan pembungkaman ruang kebebasan akademik pemukulan, penangkapan, penahanan, pemenjaraan, kriminalisasi rasisme dan melarang diskusi dan lapak baca, melarang berorganisasi, berekspresi,berkumpul dan bahkan membatasi gagasan-gagasan,ide-ide dan pikiran-pikiran yang dimiliki oleh mahasiswa dan model represif didalam dunia kampus ini merupakan pembunuhan psikologis dan karakter intelektualitas mahasiswa itu sendiri. 

Pendidikan Indonesia model beginilah yang dikritik oleh Eko Prasetyo dalam buku yang berjudul bangkitah gerakan mahasiswa dan bergeraklah! mahasiswa agar mahasiswa itu harus pikiran terbuka,pisau analisis yang tajam dan memberikan nalar kritis yang tajam pula dan Eko Prasetyo mengatakan bahwa kampus atau kelas bukanlah tempat orang berdoa yang harus diam mendengar dan pulang melainkan kampus atau ruang kelas adalah tempat pertarungan gagasan- gagasan dan ide-ide yang dimiliki oleh mahasiswa dan mahasiswi. 

Kejahatan apapun harus dilawan dan harus dibongkarkan dimuka umum dengan semaksimal mungkin karena membiarkan atau mendiamkan Kejahatan adalah haram bagi hukum dan Tuhan.kejahatan harus dicatat dan diteruskan dari generasi ke generasi agar setiap umat manusia mengetahui kejahatan kemanusiaan itu.apabila kejahatan itu dilupakan dan kompromi dengan aktor kejahatan,maka dia juga akan menjadi kejahatan kemanusiaan dengan dalih-dalih Agama atau ayat-ayat Firman Tuhan palsu. persis apa yang dikatakan oleh mikhail bakunin dalam buku yang berjudul Tuhan dan Negara, Bakunin menolak segala bentuk otoritas dan penindasan. Bakunin mengkritisi agama dan negara yang menjadi penyiksa, penindas, dan pengeksploitasi umat manusia. Bakunin melihat, negara menjadi instrumen oleh segelintir orang yang berkuasa, untuk memanfaatkan mayoritas rakyat. dalam memanfaatkan rakyat, tak jarang agama menjadi sekutu.  Agama menjadikan penghambaan umat manusia kepada Tuhan sebagai bentuk penundukan.  

Bakunin menyatakan perang total melawan agama dan negara. Bakunin menyerukan, jika manusia ingin merdeka, mereka harus melepaskan kekang penindasan ganda dari otoritas spiritual (agama) dan negara. Dalam melaksanakan tugas ini, manusia harus memanfaatkan dua kualitas berharga yang telah diberikan kepada mereka, yaitu, kekuatan untuk 1) berpikir, dan 2) pemberontakan. Kedua kualitas itu yang harus diarahkan untuk melawan “Tuhan dan Negara”. Ketika mereka telah mengarahkannya pada pemberontakan, maka muncullah Eden (surga) baru bagi umat manusia. Surga dalam era kebebasan dan kebahagiaan.

Lebih lanjut, dalam buku Tuhan dan Negara ini Bakunin menunjukkan tiga jalan keluar manusia dari kongkalikong yang merusak kesenjangan sosial yaitu 1) gereja, 2) bar, dan 3) revolusi sosial. Dua yang pertama bersifat fantasi dan yang terakhir bersifat rill. Melalui Gereja dan Bar manusia dapat menghilangkan kesenjangan sosial mereka.Bakunin lebih memilih cara yang ketiga sebagai jalan keluar dari kongkalikong agamawan dan politisi negara.

Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan kemanusiaan(Soe hok gie).Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar terimalah dan hadapilah.

Kejahatan merajalela, bukan saja karena penjahatnya bertambah, namun karena banyaknya organisasi reaksioner, organisasi agamaisme, atau siapa saja yang punya kekuatan dan kewenangan, mereka DIAM dan mendukung kejahatan negara seperti GMKI Cabang Mataram kriminalisasi dan menangkap karunggu kawan-kawan solidaritas Indonesia tahun 2021.

Bukan karena tidak faham nilai-nilai tentang kekristenan, namun yang diam menghadapi kemungkaran, yang oleh sang revolusioner  Yesus Kristus disebut sebagai SETAN BISU, karena tersandera kepentingan dunia. Ketakutan terhadap manusia, mengalahkan ketakutannya terhadap Tuhan. 

Maka benar pula lah apa yang ditulis seorang tokoh pemuda,dizaman pergerakan dikurun menjelang dan awal-awal kemerdekaan, Soe Hok Gie : ” Mendiamkan kesalahan adalah Kejahatan”.

Pada Senin (22/3/21) pukul 09.00 Wita, kegiatan itu digelar diUnram. Hanya seperti biasa: lapak baca dan diskusi dibubarkan paksa. Bersama birokrasi kampus Intel polisi dan tentara mengirimkan satpam untuk mengusir kami. Disekitar titik represif ini juga terlihat sosok Ketua GMKI Cabang Mataram Prandy. Entah apa yang dia lakukan disini. Tapi kami lihat: dia berdiri memotret dan mencari-cari informasi.

Selain itu,kami dapat informasi warga Gomong lama mengatakan bahwa yang membawa warga untuk tunjukkan kost kawan nyamuk adalah Prandy dan Yansen,Yansen adalah mahasiswa papua. Kami juga dapat informasi dari Istrinya wawan intelijen polda Ntb bahwa; sebelum penangkapan Nyamuk mereka selalu membicarakan tentang Nyamuk bagaimana cara untuk menangkap Nyamuk dan pulangkan Nyamuk kepapua dan terakhirnya pada tanggal 8 mei 2021,mereka rapat rumah wawan intelijen polda Ntb bersama kepala lingkungan Gomong Lama dan  mahasiswa papua untuk menangkap dan mengusir Nyamuk dari Mataram. 

masa depan yang lebih baik adalah bangsa yang bebas dari segala bentuk penindasan, kriminalisasi, rasisme, represif, pembungkaman ruang demokrasi, membatasi gagasan-gagasan,fasisme, intimidasi, penangkapan, penahanan, pemenjaraan dan pembunuhan massal. Van apeldoorn-surya.j

Universitas mataram terus-menerus melakukan kriminalisasi, rasisme, intimidasi, mengancam dan teror terhadap mahasiswa papua dan Solidaritas indonesia yang membicarakan tentang kebebasan, tentang kemanusiaan dan tentang keadilan. Universitas mataram menerapkan dan mempraktekan kebinatangan premanisme, militerisme dan intelijen yang kejam dan jahat terhadap mahasiswa papua. Fungsi dunia pendidikan kampus universitas mataram diambil alih oleh Polda NTB sehingga ketika mahasiswa papua berkumpul dan makan dipantau,dikontrol,diusir,intimidasi, dikriminalisasi, diusir dan diancam oleh Polda NTB, intelijen,TNI-Polri, rektor Unram dan security kampus universitas mataram. 

Universitas mataram bukan lagi kampus melainkan universitas mataram dijadikan sebagai Polda NTB untuk intimidasi, kriminalisasi, represif dan menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia,ini adalah fakta. ini adalah realitas.ini adalah terbukti. persis apa yang dikatakan oleh Haris Azhar Pegiat HAM bahwa pemerintah Indonesia membuat uu, peraturan dan hukum adalah untuk mengontrol, memantau, mengawasi dan mengawal rakyat tertindas agar rakyat tidak bergerak dan melawan pemerintah.jadi,uu, peraturan dan hukum Indonesia adalah tempat penjara bagi rakyat tertindas, terhisap dan termiskin. 

Universitas mataram hari-hari ini dihuni, dikuasai dan dipimpin oleh militerisme indonesia, intelijen polda NTB dan premanisme untuk mengganggu aktivitas perkuliahan mahasiswa papua, intimidasi mahasiswa papua, membunuh karakter berpikir mahasiswa papua, menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia untuk HAM dan demokrasi. setiap detik dan setiap jam intelijen polda Ntb dan premanisme kampus berkeliaran telanjang di kampus unram kemarin pada tanggal 29 november 2022, dua orang intelijen polda Ntb jaga depan fisipol dan beberapa intelijen lainnya duduk  di belakang rektorat universitas mataram. sampai malam apa yang  mereka lakukan atau kerjakan kami tidak tahu??

Kami sering diusir oleh security kampus universitas mataram, ketika kami masuk kantin rektorat maupun dari luar masuk dalam kampus bahkan diperiksa padahal kita adalah mahasiswa papua yang menimba ilmu di Universitas Mataram.apakah kita adalah kriminal dan penjahat yang harus dijaga ketat, diperiksa setiap saat? sering juga kami pernah melarang diskusi dan lapak baca, baca buku sendiri pun diusir oleh preman kampus universitas mataram. melarang kumpul-kumpul dengan kawan-kawan Indonesia dan diskusi di kampus dilarang yang memperbolehkan hanya kost dan di kelas oleh kemahasiswaan universitas mataram (13/11/2022).

Sampai sekarang intelijen,premanisme dan birokrasi kampus universitas masih memantau, mengawasi, mengontrol dan kriminalisasi terhadap mahasiswa papua di mataram.

Tahun 2016 dan 2019 aparat dan kelompok premanisme mengepung Asrama Mahasiswa Papua di Yogyakarta dan Surabaya. Mahasiswa Papua yang tinggal di dalamnya diteriaki “Monyet” dan makian merendahkan lainnya oleh aparat dan berbagai ormas reaksioner, karena difitnah menjatuhkan bendera Indonesia ke dalam parit serta penahanan Obby Kogoya di Yogyakarta.

Praktek rasisme terhadap rakyat Papua juga ditingkatkan beberapa tahun terakhir terus meningkat hingga sampai detik ini. Sejak kolonialisme Indonesia Aneksasi West Papua, kekayaan alam Papua tidak hanya dikeruk habis-habisan, namun masyarakatnya juga menjadi sasaran rasisme. Rakyat Papua yang belajar di berbagai daerah luar Papua sering mengalami diskriminasi. Tak jarang mereka disamakan dengan binatang.

Kami menyadari bahwa rasisme dan atau apa pun bentuk tindakan diskriminatif secara rasial, merupakan anak kandung dari kolonialisme. Sebab kenyataannya West Papua merupakan wilayah yang dikoloni oleh Indonesia di abad 21 ini. Lagi-lagi sejarah ketertindasan West Papua menjelaskan bahwa Kolonialisme Indonesia merupakan jalan terbaik untuk akses kapital nasional dan Internasiol. Oleh karena itu alasan mengapa rasisme selalu subur di setiap negeri koloni.

Maka dengan itu, Solidaritas dan Persatuan ini perlu diperluas di antara rakyat tertindas. Kita tidak bisa melawan rasisme dengan berharap kepada penguasa, karena sepanjang sejarah mereka yang justru memelihara dan memproduksi prasangka rasialis ini untuk memecah-belah rakyat tertindas. Mobilisasi massa untuk mempertahankan diskusi, seminar, penyerangan terhadap tempat-tempat ibadah, dan melawan diskriminasi terhadap kaum minoritas lainnya perlu dilancarkan. Sebab hanya dari tangan rakyat tertindas itu sendiri, kehidupan yang lebih baik dapat diwujudkan. 

Kami tercantumkan beberapa petinggi negara kolonialisme indonesia yang melakukan rasisme terhadap bangsa west papua dengan terang-terangan tapi negara kolonialisme indonesia tetap diam dan bisu saja  atas tindakan rasisme terhadap bangsa west papua tersebut antara lainnya adalah sebagai berikut:o

1.pada tahun 2021, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan bahwa “sekarang saya nggak mau lihat seperti ini, kalau saya lihat lagi, saya pindahkan ke papua. saya nggak bisa mecat kalau nggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan kep apua sana,” kata Risma seperti dikutip Antara, Selasa (13/7/2021)

2.Pada tahun 1963, Jenderal Ali Moertopo pernah mengatakan bahwa masyarakat papua harus dipindahkan ke bulan atau kalau orang papua mau merdeka silahkan minta bulan sama Tuhan agar Tuhan sediakan tanah untuk kalian orang papua.

3.Pada tahun 2016, Jendral Luhut Panjaitan mengatakan kalau orang papua yang minta merdeka harus dipindahkan ke pasifik.

4.Pada tahun 2019, mahasiswa papua dipanggil  Monyet  dan disuruh pulang.malakukan rasisme serentak kota kolonialisme indonesia  adalah Surabaya, Malang dan makasar tahun 2019 lalu.

5.Pada tahun 2021, Jenderal AM Hendropriyono mengatakan 2 juta orang papua harus dipindahkan ke Manado dan orang Manado pindahkan kepapua biar menghilangkan kepapuaannya.

6.pada tanggal 21 juni 2022,Prof. Dr. Hj. Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia yang kelima dan sekaligus Ketua Umum PDIP melakukan rasisme terhadap bangsa west papua bahwa “orang indonesia – Bhinneka Tunggal Ika  kita harus bersatu. Secara fisik dan emosional, juga melalui rekayasa genetika. orang papua hitam. banyak yang kopi susu’ sekarang, diblender, menjadi sangat Indonesia (Jokowi tepuk tangan). banyak pendatang di pesisir papua. mereka sudah bercampur. Itulah yang saya inginkan.”

mata pemerintah indonesia, orang papua memang benar-benar bukan manusia dan karena itu prinsip sikap indonesia bahwa orang papua tidak pantas diperlakukan dengan cara-cara bermartabat. Jenderal Hendropriyono adalah pensiunan jenderal Kopassus dan mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia. Dia berencana untuk menghapus 2 juta orang papua dari atas tanah leluhur mereka sendiri dan memisahkan mereka dari keluarga Melanesia di papua Nugini dan pasifik seperti yang dinyatakan dalam wawancara video berikut ini.https://youtu.be/nJ_Q_9U0OU8

Megawati adalah seorang ibu negarawan dan seorang pemimpin republik indonesia besar ini namun,watak dan pikirannya  kanak-kanakan yang dipenuhi dengan rasisme yang mau memusnahkan ras melanesia orang west papua digantikan dengan ras melayu indonesia.pdt herman wayoi mengatakan bahwa “misi indonesia datang ditanah west papua adalah  bukan untuk membangun papua dan memajukan orang papua tidak!  tapi  orang indonesia datang ditanah papua adalah untuk memusnahkan ras melanesia orang papua dan digantikan dengan ras melayu indonesia tahun 1963 dalam bukan yang berjudul kami bukan bangsa budak,penulis adalah Bapak Dr.Socrates Sofyan Yoman. 

Selanjutnya operasi kolonialisme indonesia ada dua macam operasi diatas tanah west papua,yaitu operasi militer indonesia dan operasi transmigrasian oleh Dr.Socrates Sofyan Yoman dalam buku yang berjudul kami bukan bangsa teroris. Misi kolonialisme indonesia diatas tanah west papua antara lainnya adalah kepentingan ekonomi, politik, keamanan dan pemusnahan ras melanesia orang-orang west papua ditanahnya sendiri. 

Kenapa kita mahasiswa papua harus bikin api perlawanan dikampus-kampus?? Karena rasime dan kriminalisasi dilahirkan dan  dipelihara oleh birokrasi dunia kampus maka kita akan terus dan akan  melawan rasime tersebut. 

Ketika kita takut maka dibodoh-bodohi dan ketika kita bodoh maka diinjak-injak harkar dan martabat kita oleh kolonialisme indonesia  mereka menganggap dirinya  sebagai manusia yang  lebih tahu,lebih pintar,lebih berkuasa dan sebagai manusia superior dan selanjutnya ketakutan kami untuk mengatakan kebenaranlah yang menyebabkan selama bertahun-tahun kita berikan kekuatan kesempatan dan ruang kepada para penindas untuk menindas kita (ibu shirin abadi novel perdamaian iran).

Dengan itu, kami mengundang kamrad-kamrad sekalian untuk melibatkan diri dalam diskusi online ancaman kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan solidaritas di unram.

Medan juang, 2 desember 2022

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional papua barat!

Lawan pembungkaman ruang kebebasan akademik!

Lawan kriminalisasi dan rasisme!.

 

Berita Terkait

Top