AMP Komite Kota Kupang Dan FRI-WP Wilayah Kota Kupang Bungkam,Dikriminalisasi, Teror dan Intimidasi Oleh Ormas Reaksioner Garuda Binaan Polda Kupang


 

Dokumen, 30 September 2023,AMP-KK Kupang dan FRI-WP Di kota Kupang NTT 

Kronologis aksi Roma Agreement 30 September 2023 di kota Kupang dibubarkan oleh ormas Garuda dan polres kota Kupang :

Pukul 08.30 wita massa aksi berkumpul di lokasi memulai aksi

Pukul 08.50 wita korlap wekison membuka aksi menjelaskan Roma Agreement ilegal dan tidak demokratis di tanah Papua

Pukul 09.00 wita kawan Yeri AMP menyampaikan Papua bukan tanah kosong,oprasi militer yang terus berlangsung di tanah Papua.

Pukul 09.20 wita kawan salus AMP menyampaikan tidak ada kemanusiaan di Papua,daerah pengungsian semakin banyak di Yahukimo,Maybart,Ndugama dikarenakan oprasi militer dan pengiriman militer yg semakin masif di Papua.

Pukul 09.30 wita kawan Chika FRI-WP orasi politik menyampaikan demokrasi untuk rakyat Papua selalu ditutup,Haris dan Fatia orang Indonesia yg menyuarakan kebenaran persoalan Papua mendapatkan jeratan hukum dari pemerintah Indonesia , rakyat Papua harus berani bersuara.

Pukul 09.40 wita ketua ormas Garuda datang ke lokasi aksi langsung menarik dan merobek poster tuntutan, baliho tema aksi dan menendang,caci maki (dgn kata-kata monyet ,anjing dsb). Ketua ormas Garuda langsung menelpon anggota-anggotanya untuk datang menyerang massa aksi.

Polisi membiarkan ormas Garuda bertindak jahat kepada massa aksi,sehingga kondisi menjadi memanas antara massa aksi dan ketua ormas Garuda.Dari pembubaran aksi demontrasi yg dilakukan ormas Garuda dan Kapolres dan Polda kota Kupang.

Maka kami AMP dan FRI-WP di kota Kupang NTT menuntut dan menyatakan sikap kami kepada Rezim Jokowi-Maaruf, Belanda, Amerika Serikat dan PBB untuk segera:

1.Memberikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Rakyat West Papua.

2.Mengakui bahwa Roma Agreement 30 September 1962 merupakan kesepakatan yang tidak sah secara yuridis maupun moral tanpa keterlibatan wakil satu pun Rakyat Papua Barat.

3.Tarik Militer (TNI-Polri) Organik dan Non-Organik dari Seluruh Tanah Papua Barat.

4.Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, MIFEE, dan seluruh perusahaan asing lainnya, yang merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di atas Tanah Papua Barat.

5.PBB harus bertanggung jawab serta terlibat aktif secara adil dan demokratis dalam proses penentuan nasib sendiri, pelurusan sejarah, dan pelanggaran HAM yang terjadi terhadap bangsa West Papua.

6.Buka Ruang Demokrasi seluas-luasnya dan berikan Kebebasan bagi Jurnalis Nasional, Internasional meliput dan mengakses informasi di Papua Barat.

7.Cabut dan Tolak Otsus Jilid II, DOB, Omnibuslaw, KUHP, ITE, Minerba, dan seluruh regulasi produk Kolonial Indonesia di west papua.

8.Polda kota Kupang segera menangkap dan mengadili ormas Garuda Reaksioner yang melanggar hak demokrasi, hak atas menyampaikan pendapat di muka umum secara damai yang di jamin dalam UUD 1945.

9.Kami mengutuk dan mengecam keras kepada ketua ormas Garuda Kupang yang kriminalisasi, intimidasi dan teror terhadap massa aksi damai di kota Kupang-NTT.

Demikian kronologis singkat dan pernyataan sikap ini dibuat, atas dukungan, partisipasi, kerjasama dan solidaritas dari semua pihak, kami ucapkan banyak terima kasih.

Medan juang,30 September 2023

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional Papua Barat!

Video Represif kami tercantumkan  dibawah ini;https://fb.watch/nnn6jv_2mM/?mibextid=VhDh1V

 

Berita Terkait

Top