AMP KK-LOMBOK: MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS KEPADA PREMANISME BIROKRASI KAMPUS UNRAM YANG MEMUKUL DAN REPRESIF TERHADAP KAWAN-KAWAN ALIANSI MAHASISWA PEDULI KAMPUS (AMPK) UNRAM. 


 

 

 

 

 

 

 

 

Aksi Mimbar bebas akademik AMPK rektorat universitas mataram, (05/12/2022)

Pembungkaman ruang kebebasan akademik, kejahatan represif, kejahatan kriminalisasi, kejahatan fasisme dan kejahatan  pembunuhan karakter berpikir mahasiswa adalah watak yang ditunjukkan birokrasi Unram,security, intelijen kampus dan premanisme kampus  Unram kepada mahasiswa yang melaksanakan aksi di Depan Gedung Rektorat, Senin (5/12). Bagaimana tidak, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) unram  mendapatkan tindakan represifitas, penganiayaan, pemukulan dan kejar-kejaran dari pihak keamanan kampus. Sejumlah massa aksi dipukul, dihantam saat melakukan demonstrasi damai terkait dengan pembekuan komisi Pemilihan raya mahasiswa(KPRM) universitas mataram. 

Kawan-kawan massa aksi dikejar sampai ke luar wilayah kampus. Juga diancam akan dibunuh,” ungkap F, salah satu mahasiswa Unram yang menjadi korban kepada (dikutip media unram.com).Ucapan senada juga disampaikan koordinator aksi, T. Dia mengaku dirinya dipukul oleh satpam bagian belakang tubuhnya.

Ini salah mahasiswa yang pincang karena dipukuli oleh security kampus.

“Saya terjatuh kemudian diinjak. Saya bangun mencoba melerai dipukul lagi dan diinjak lagi, kemudian saya memanjat pagar besi tangan saya dipukul lagi, dan akhirnya saya didorong dan terjatuh,” jelasnya sembari menunjukkan beberapa luka di tubuhnya.

Kronologis aksi mimbar bebas  akademik,Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK) UNRAM:

Mulanya, sekitar pukul 11.56 Wita, mahasiswa menyampaikan beberapa orasi ilmiah di Kantin Rektorat Unram terkait dengan pembekuan komisi pemilihan raya mahasiswa (KPRM) universitas mataram. 

Menurut pengamatan atau melihat Suara Api Perlawanan.Com selama lokasi,tersebut tidak mengganggu aksi perkuliahan kawan-kawan mahasiswa lain,karena orasi ilmiah kebebasan akademik yang dilakukan oleh kawan-kawan AMPK unram itu,jauh dari fakultas-fakultas yang sedang melaksanakan UAS dan orasi ilmiah kebebasan akademik yang dilakukan oleh kawan-kawan AMPK unram merupakan kepentingan umum atau kepentingan bersama seluruh mahasiswa universitas mataram. sehingga menurut kami seluruh mahasiswa universitas mataram harus mendukung dan mengambil bagian untuk memperjelaskan status pembekuan komisi Pemilihan raya mahasiswa unram tersebut dan tersebut seluruh mahasiswa universitas mataram mendukung untuk menyelamatkan kebebasan akademik unram yang diterancam oleh birokrasi kampus universitas mataram bersama polda NTB yang selalu intervensi kampus tersebut. 

Akan tetapi sekitar pukul 12: 30 wita birokrasi kampus universitas mataram yang terdiri dari security, intelijen dan premanisme kampus menganggap bahwa aksi mimbar bebas akademik yang dilakukan oleh kawan-kawan AMPK unram adalah mengganggu aktivitas perkuliahan mahasiswa yang sedang uas. Namun, menurut kami alasan tersebut tidak logis dan tidak benar karena mahasiswa tidak mungkin uas atau ujian diRektorat Unram. 

Pemantauan dari Suara api perlawanan.Com Sekitar pukul 12.42 wita birokrasi kampus, security, intelijen kampus dan premanisme kampus Unram percobaan hentikan atau bubarkan aksi mimbar bebas  akademik tersebut,tapi kawan-kawan massa aksi mimbar bebas akademik tersebut minta alasan kenapa mau dibubarkan paksa? Maka terjadilah insiden kriminalisasi, represif dan pemukulan terhadap kawan-kawan AMPK unram oleh security kampus. 

Gambar ini,pemukulan dan pembubaran masa aksi di kanti rektorat universitas mataram oleh premanisme kampus (pukul 12.42 wita) 

Setelah diminta berhenti berorasi, massa aksi melakukan negosiasi dengan pihak keamanan kampus agar diberikan waktu untuk berorasi di depan Gedung Rektorat Unram usai UAS.

Setelah itu, massa aksi melanjutkan demonstrasi di lokasi yang telah disepakati. Mereka menyoroti persoalan Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM). Sekitar pukul 13.00 wita Kawan-kawan massa aksi mimbar bebas akademik menyampaikan orasi politik bergantian dengan menggunakan alat perangkat keras adalah sound system di depan rektorat universitas mataram. Pengamatan dari kami Suara api perlawanan.Com Sekitar pukul 13.40 wita satu security duduk post security rektorat memantau dan melihat mahasiswa papua yang datang, dua security kampus sedang berdiri pintu masuk registrasi mahasiswa sambil memotret sesuatu dan juga melihat mahasiswa papua naldo dan nyamuk yang berdiri di dekat fatepa depan pos security dan datanglah satu intelijen dan security dari pihak fakultas ekonomi dan rupanya mereka pantau kawan nyamuk.

Sekitar pukul 14.00 wita Kawan-kawan AMPK UNRAM  menyampaikan salam sambutan hangat kepada kawan-kawan mahasiswa papua (nyamuk dan naldo), dengar salam hangat itu,kami sangat senang dan terharu kepada kawan-kawan AMPK UNRAM dan sangat berterima kasih sebesar-besarnya kepada kawan-kawan AMPK karena kawan-kawan AMPK mengaku kami sebagai teman manusia yang harus berjuang bersama-sama untuk menyelamatkan kebebasan akademik dan menegakkan keadilan tanpa memandang ras, suku,agama dan status sosial lainnya,pengakuan dari kawan nyamuk Karunggu. 

Selanjutnya kawan Koordinator lapangan (KORLAP) AMPK unram memberikan kesempatan kepada Kawan Nyamuk untuk menyampaikan orasi politiknya: nyamuk Mula-mula berterima kasih kepada Kawan korlap yang memberikan kesempatan untuk orasi politik.nyamuk mulai menggagas bahwa; kawan-kawan punya hak untuk menyampaikan pendapat secara damai di dalam dunia pendidikan, kawan-kawan punya hak untuk mengembangkan gagasan, ide-ide dan pikiran-pikiran tanpa dibatasi oleh birokrasi kampus universitas mataram. Kawan-kawan punya hak untuk memprotes KPRM yang dibekukan oleh birokrasi kampus dan hak punya hak untuk tidak dikriminalisasi, rasisme, represif, pembungkaman ruang kebebasan akademik, intimidasi dan teror terhadap kawan-kawan. Kawan-kawan punya hak untuk melaksanakan aksi mimbar bebas akademik di lingkungan kampus tanpa direpresif dan dikriminalisasi. Karena uu no.12 tahun.2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus telah menjamin atas semua itu.dan uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum telah menjamin untuk menyampaikan gagasan dan ide-ide secara terbuka.kawan nyamuk juga tersinggung pihak birokrasi kampus universitas mataram yang bekerja sama dengan polda Ntb,intelijen dan  preman reaksioner untuk intimidasi,kriminalisasi dan teror terhadap mahasiswa.maka birokrasi kampus mematikan listrik yang cok sound system, sehingga kawan korlap memprotes kenapa kasih matikan listrik?

langsung terjadilah insiden saling mendorong,memukul, menendang dan mengusir antara mahasiswa dengan birokrasi kampus, security, preman dan Intelijen Unram.(pukul 14.42 wita waktu unram).

gambar didepan rektorat saling dorong mendorong antara mahasiswa dan security kampus disaksikan oleh pejabat kampus (birokrasi) bisa lihat dibelakang sana adalah para pejabat rektorat.

 

Kejadian semakin tak terbendung, massa aksi dipaksa mundur. Sejumlah mahasiswa menjadi sasaran bogem para satpam. Diantaranya adalah SA, AM, TK, MI, FR, DN dan AR.

“Saya dikejar sampai Lombo Kopi (kedai kopi,-red) bersama empat orang kawan saya, sambil saya diteriaki maling oleh satpam. Setelah ditangkap kemudian saya dicekik, diseret, bahkan saya dibanting dibagian belakang kepala, masyarakat tidak ada yang berani bantu karena dikira beneran maling,” beber SA kepada awak media.

Karena kejadian itu, SA sempat dirawat di RS Bhayangkara. Beberapa bagian tubuhnya luka-luka.

Sementara itu, Koordinator aksi Ramdani Naupal juga mendapatkan perlakuan tak manusiawi dari satpam Unram. “Saya tiba-tiba dipukul dibagian dada, sampai saya terjatuh dan hampir tidak sadarkan diri,” beber Dani sembari menunjukkan lukanya.

“Saya dicekik, rambut saya ditarik oleh salah satu satpam, kemudian leher saya disayat menggunakan kunci dan perut saya ditendang, sampai saya tergeletak namun masih tetap ditendang,” sahut MI melanjutkan pernyataan Dani.

“Saya diseret dari lantai 2, namun pas ditangga saya dipukuli ditendang oleh satpam, pas saya angkat tangan menyerah tiba-tiba satu tangan melayang ke hidung saya hingga berdarah,” kata AM.

Dilansir dari Katada.id, kini kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polresta Mataram. Para korban juga telah divisum di RS Bhayangkara didampingi Satuan Reskrim Polresta Mataram.

Terkait permasalahan ini, media menghubungi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Enny Yuliani untuk memberikan tanggapan. Pihak dikutip mediaunram.com beberapa kali menghubunginya via WhatsApp dan telepon, namun hingga berita ini diterbitkan belum ada respon (balasan). (zhr)

Doc  terlampir:

Berita Terkait

Top