Judul Puisi : Bangsaku  West Papua Bersandiwara


 

Pengarang Puisi,Kamerad Lina Gwijangge 

Puisi ini merupakan Puisi kedua yang dibuat dan Dipersembahkan untuk Rakyat Papua Yang Sedang Tertindas Di Negerinya Sendiri Oleh Kamrad Lina Gwi  Pasca Memperingati Hari HAM Sedunia Yang ke 75 Tahun.

Puisi “Hidup bangsaku  west Papua Memang  sandiwara”

Jutaan gelombang pengungsian di mana-mana,begitu banyak makhluk   berpura-pura dia adalah pemimpinku

Pemimpin negeriku 

dia  mengumbar bersemangat sukacita di tanah west Papua… 

Namun goresan hati di negeri west Papua tetap tak berhenti melukai hatiku

hatinya, hati mereka, dan hati kami semua

Dia janjikan kesejahteraan namun yang ada kehilangan 

Dia janjikan kemakmuran namun yang ada kemiskinan

Dia janjikan keadilan namun yang ada ketidak adilan

Ini itu dia janjikan, tapi apa? mana janji-janji dan janjimu itu? 

Semua dia  umbar demi merebut kekuasaan

Siapa yang kuat dialah yang menang

Hei kamerad, ini bukan perlombaan 

Ini bukan tentang mengumpulkan kekayaan

Bangsaku  west Papua bukan tempat mencari kekuasaan. 

Bangsaku ini bukan tempat yang layak untuk  dia merampas 

Bangsaku west Papua menyangkut kehidupan rakyat Papua 

Bangsaku west Papua  menyangkut perut rakyat yang haus akan perhatian

Ataukah  mungkin memang kau duduk di kursi pemerintahan,hanya untuk membesarkan perutmu?

Hanya untuk menuangkan bakatmu menjadi seorang koruptor?

Atau mungkinkah kau adalah pengkhianat bangsa ku west Papua 

Maafkan aku mengungkapkan semua ini

Aku dan mereka kecewa melihat pemerintahan kalian

Disini kami menangis, hati kami terluka

Semuanya terasa sangat sakit 

saya mereka semua kehilangan akan kebebasan

Kami hanya ingin menuntut hak kami

dengarlah aku, dengarlah mereka

Kami ingin hidup tenang di bangsaku  west Papua…

Kau bilang kita satu, tapi dimana letak kesatuan itu?

ya, Tuhan sangat banyak yang ingin ku ungkapkan

Negeriku kacau Tuhan

Bangsaku  west Papua sangat  kesakitan,anak bumi cendrawasih berteriak haus akan kebebasan…

Tapi teriakan itu tak didengarkan

Seakan berteriak di sebuah gua

suara itu hanya menghilang 

Saat ini kami hanya bisa berharap

Tuhan menjamah negeri ini

Tuhan pulihkan negeri ini

Dengarlah aku, dengarlah mereka. ya Tuhan 

# Karya  Lina Gwi #

# Makassar  10 /12 / 2023 #

 # kota kolonialisme #

Berita Terkait

Top