Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)Komite Kota Lombok,Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram dan Individu Prodem Kota Mataram


 

SERUAN Diskusi Publik!

Diskusi Publik Terbuka dengan Tema “Perjanjian Freeport Serta Kriminalisasi Haris Azhar dan Fatia”

Pt. Freeport Mc Mooran merupakan dapur kolonialisme Indonesia dan dapur dunia internasional yang berkepentingan diatas tanah west Papua yang berkait dengan kepentingan ekonomi, kepentingan Eksploitasi Kapital, kepentingan perampokan dan kepentingan kolonialisme Indonesia.

Perusahaan Pt.Freeport ilegal
ini terletak di atas puncak gunung nemangkawi kabupaten timika provinsi Papua. Bagaimana perusahaan ini bisa masuk dan beroperasi di papua?, Apa hubungannya dengan sejarah dan status politik orang papua?, Apa dampak dari keberadaan Pt. freeport terhadap manusia dan alam Papua. Apakah rakyat Papua hidup sejahtera sampai hari ini ?.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memahami lebih dalam mari kita bersama membaca dan mengikuti uraian singkat berikut.
Sejarah Kapten Johan Carstensz adalah orang pertama yang menemukan tumpukan salju di atas gunung di wilayah pegunungan Papua dalam pelayarannya ke papua pada tahun 1623. Ia kemudian melaporkan penemuannya kepada para koleganya orang-orang eropa, namun hal itu dianggap sepele dan dijadikan bahan candaan (mana mungkin ada salju di pegunungan khatulistiwa). Beratus-ratus tahun kemudian pada tahun 1909 sebuah tim yang dipimpin orang Belanda bernama Hendrikus Albertus Lorentz pun mencoba mendaki pegunungan bersalju tersebut dan berhasil sampai dipuncaknya.

Namun bukan Carstensz atau Lorentz yang akan mengubah lanskap di Papua, melainkan Antonie Hendrikus Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Julius Wissel yang melakukan perjalanan pada 1936. Ekspedisi itu tak hanya mendaki puncak tertinggi di pegunungan tengah Papua yang dinamai Carstenz Pyramid. Yang paling penting adalah penemuan gunungan tembaga oleh Dozy, seorang ahli geologi. Penemuannya itu ditulisnya dalam sebuah laporan.

Setelah perang dunia ke-II selesai barulah laporan temuan Dozi tersebut didengan oleh perusahaan besar milik amerika serikat bernama freeport mc mooran yang langsung mengirim geolognya bernama forbes wilson yang tiba di papua tahun 1960, mereka sangat terpukau dengan kandungan kekayaan yang dimiliki gunung tersebut.
Amerika serikat berambisi besar untuk mengeksploitasi pegunungan kartens tersebut namun hal itu dibatasi oleh soekarno presiden pertama indonesia yang memiliki ambisisi kekuasaan (menganeksasi papua) dan anti imperialisme barat.

Untuk meloloskan rencana eksploitasinya Amerika pun melakukan kerjasama dengan soeharto yang saat itu menjabat sebagai (Mayor jendral) untuk menggulingkan kekuasaan soekarno dan menjadikan soeharto sebagai presiden. Sebagai imbalannya kepada amerika dibuatlah UU penanaman modal asing no 1 tahun 1967 dan kemudian kontrak karya pt freeport ditandatangani oleh indonesia dan amerika serikat dilakukan pada 7 april 1967 tanpa melibatkan satupun orang asli papua. Freeport kemudian mulai beroperasi mengeksploitasi alam papua pada tahun 1971 dan memperpanjang kontrak karya kedua pada tahun 1991 dan mengubah namanya menjadi Pt Freeport Indonesia.

Kehadiran Pt freeport di tanah papua telah melanggar dan menghancurkan hak-hak politik rakyat papua yang telah merdeka tahun 1961 dan penendatanganan kontrak karya freeport dilakukan 2 tahun sebelum penentuan pendapat rakyat. Artinya, 2 tahun sebelum rakyat papua menentukan nasibnya ( mau ikut indonesia atau merdeka sendiri ) freeport telah lebih dulu beroperasi di papua.

Dampak Kehadiran Pt Freeport Bagi rakyat dan alam Papua Kehadiran freeport kemudian membuka jalan bagi berbagai macam perusahaan asing lainnya untuk masuk dan mengesploitasi alam papua. Baik, perusahaan yang beroperasi di bidang pertambangan (batu bara, biji besi, emas, nikel, uranium) maupun perusahaan kelapa sawit yang merebut tanah-tanah masyarakat, ilegal loging, serta eksploitasi mausia papua (buruh dengan upah murah, masyarakat adat tanpa tanah, nelayan tanpa ikan dan lain-lain). Limbah yang dibuang secara sembarang juga mencemari sungai, laut dan tanah-tanah masyarakat tanpa memikirkan nasib kehidupan rakyat papua yang sangat tergantung terhadap alam.

Disegi lain hal ini juga mengakibatkan masifnya praktek kolonialisme indonesia di papua untuk mempertahankan wilayah papua melalui berbagai macam regulasi / kebijakan seperti otonomi khusus jilid I & II, DOB, UP4B, juga program-program seperti lumbung pangan, beras miskin, KB, dll yang tidak ada dampak postif bagi rakyat papua. Kemudian untuk menjaga agar segala program dan kebijakan kolonial indonesia tetap berjalan dan juga agar investasi seluruh perusahaan nasional maupun multi nasional tetap melancarkan eksploitasinya dikirimlah pasukan militer (Tni/Polri) sebagai securitinya.

Dampak dari kehadiran militer di tanah papua kemudian mengakibatkan berbagai macam pelanggaran-pelanggaran HAM berat dan menghancurkan semua gerakan perlawanan serta membungkam ruang-ruang demokrasi rakyat papua. Pengiriman pasukan militer dalam jumlah besar juga mengakibatkan pengungsian besar-besaran hampir di seluruh tanah papua, penangkapan aktivis papua, kriminalisasi dengan pasal karet, bisnis militer, bahkan militer menguasai seluruh bidang kehidupan, Militer (Tni / Polri) menjadi guru, jadi dokter, jadi tukang bangunan, dll sehingga rakyat papua yang telah memiliki luka ingatan sejarah tetap hidup dibawah ketakutan hingga hari ini.

Untuk melegalkan segala tindakannya jargon NKRI harga mati digunakan Tni/Polri untuk melancarkan semua aksi kriminalnya dan menginjak-injak Hak Asasi Manusia Papua serta menasionalisasi Orang Papua Secara paksa. Melalui proyek Nasionalisme palsu dan pembangunan berdalil untuk kemajuan namun nyata nya untuk memperlancar Investasi, dan Mobilisasi militer demi kepentingan kolonialisme dan Kapitalisme di atas tanah Papua.
Dari semua akumulasi persoalan yang terjadi terhadap rakyat papua. Satu-satunya alternative / jalan keluar yang manusiawi dan demokratis adalah dengan memberikan kebebasan bagi rakyat papua untuk menetukan nasib masa depannya sendiri sebagai Bangsa yang Merdeka. Terlepas dari cekraman kapitalisme, kolonialisme indonesia serta Militerisme.

Ketika rakyat Papua Barat yang mempertahankan tanahnya, wilayahnya,hutannya, dusunnya dan bangsanya di cap sebagai seperatis, teroris, kkb lalu membantai dan membunuh diatas tanahnya sendiri. Sementara aktivis HAM Indonesia yang membicarakan perusahaan-perusahaan ilegal di atas tanah Papua milik Jendral-Jendral dianggap pencemaran nama baik dan kemudian di kriminalisasi dan proses hukum Seperti Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti hari-hari ini yang dikriminalisasi oleh Luhut Binsar Pandjaitan bersama negara kolonialisme Indonesia.

Medan juang, 6 April 2023

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional Papua Barat!

Panjang umur hal-hal baik!

Berita Terkait

Top