SURAT UNTUK KAMERAD-KAMERAD AMP DI MEDAN JUANG JANTUNG KOTA KOLONIAL INDONESIA


 

10 Desember 20223,surat Kamerad-kamerad AMP Medan Juang oleh Nyamuk Karunggu…

Setiap manusia dipanggil untuk solidaritas di dunia yang berjuang antara hidup dan mati.” – Ignacio Ellacuria

Solidaritas didasarkan pada prinsip bahwa kita bersedia mempertaruhkan diri untuk melindungi satu sama lain.” – Starhawk

Setiap penindasan yang kami lihat dan rasakan, bukan utang dari angkasa. Tapi merupakan pembuktian adanya kelas-kelas sosial yang sedang bertarung di bumi manusia. Kami telah bersepakat di putik-putik cempaka: akan bertahan, tidak menyerah, dan tumbuh dalam peperangan kelas yang terus menggema.

“Hidup ini suatu perjalanan, tergantung bagaimana kita menempuhnya. Kita hanya bisa mengikuti arus atau mengejar mimpi-mimpi kita? Jangan lupa kegilaan sesekali membuat hidup lebih berwarna, orang-orang yang patuh dan penurut sangat membosankan!” (Paulo Coelhoe)

Hari ini merupakan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang dimana 10 Desember 1948 dideklarasikan sebagai hari HAM sedunia termasuk Indonesia. Sehingga kamerad-kamerad yang peduli dengan tentang kemanusiaan dan tentang keadilan sedang memperingati hari HAM tersebut. Tapi di Indonesia pelanggaran HAM terus berlangsung di mana-mana, operasi militer Indonesia terus meningkat di seluruh tanah Papua terutama Ndugama, Puncak Jaya, Yahukimo, Maybart, Pengunungan Bintang, Intan Jaya dan sekitarnya. Ditambah lagi dengan pembungkaman ruang demokrasi, kriminalisasi, rasisme, represif dan teror terus berlangsung terhadap mahasiswa Papua seperti represif terhadap Kawan-kawan Mahasiswa Papua di Kupang-NTT oleh ormas Garuda Reaksioner, di Makassar, Bali dan seluruh wilayah Indonesia pada 1 Desember 2023 lalu.

Woe, kolonial Indonesia bukankah operasi militer Indonesia di tanah west Papua, pembungkaman ruang demokrasi, represif, rasisme, intimidasi dan penangkapan terhadap mahasiswa Papua dan rakyat west Papua selama 62 tahun bukan pelanggaran HAM??

Belum lagi operasi Trikora 1961,Aneksasi bangsa west Papua kedalam NKRI 1 mei 1963, perjanjian ilegal New York Agreement dan Roma Agreement 1962,perjanjian kontrak karya PT. Freeport moranc Indonesia ilegal 7 april 1967,penentuan pendapat rakyat (PEPERA) 1969 tidak demokratis dan cacat hukum internasional, uu no.21 tahun 2001 tentang Otsus ilegal, kedudukan dan keberadaan kolonial Indonesia di west Papua illegal tanpa legitimasi dan dukungan dari rakyat Papua Barat. Semua perbuatan kolonial Indonesia merupakan pelanggaran HAM dan pelanggaran hukum internasional yang perlu digugat.

Belum lagi pelanggaran HAM kolonial Indonesia yang terjadi di West Papua antara lain adalah Abe berdarah, Uncen berdarah, Mapnduma berdarah, Biak berdarah 1998,Wamena berdarah 2001,2003, Wasior Berdarah, Paniai berdarah 2014 dan pembunuhan terhadap seorang Pendeta; seperti Pendeta Yeremia Zanambani 2020, Gemin Nirigi 2019, Lisa Tabuni 2004 dĺl merupakan kejahatan pelanggaran HAM Berat di Papua Barat yang di lakukan oleh pemerintah kolonial Indonesia.

Maka pada hari HAM sedunia ini, saya menulis Surat kepada kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua Di Medan Juang. Sebagai kehormatan dan terimakasih kepada kawan-kawan AMP yang terus dan sedang berjuang tentang kebebasan, tentang kemerdekaan, tentang kemanusiaan dan tentang keadilan di medan juang. 

Wa..wa..wa.. wa..

Kamerad-kamerad AMP Medan Juang Sekalian….

Cinta Kami
Di bawah sinar mentari,kami menyangkal seabrek teori bertolak menuju roman, sajak, dan imajinasi.
Hidup dihidupi dengan cerita, puisi,
dan mimpi-mimpi seni membuat kehidupan bergairah,merangkai hari-hari dengan cinta:Cinta kami pada keindahan, kebebasan Papua Barat, dan melenyapkan kejelekan,kolonialisme, imperialisme dan militerisme.Cinta kami pada kebenaran, membenci kebohongan
Cinta kami pada keadilan, menentang ketidakadilan.Cinta kami pada kesetaraan, memusuhi ketidaksetaraan
Cinta kami pada kebebasan, menghancurkan pengekangan Cinta kami pada kemerdekaan, memberantas perbudakan,penindasan, penjajahan dan pembunuhan. Cinta kami pada kebajikan, menghindari kejahatan Cinta kami pada kebaikan, menjauhi keburukan Cinta kami pada kebahagiaan, mengenyahkan penderitaan.Cinta kami pada kesejahteraan, mengutuk kesengsaraan.Cinta kami pada kejujuran, mendepak kemunafikan.Cinta kami pada ketulusan, menyingkirkan kepatihan.Cinta kami pada manusia, menyuburkan kemanusiaan. Cinta kami pada alam, merawat lingkungan.Cinta kami pada kehidupan, memberontak terhadap kematian.Hanya cinta bukan untuk dimiliki,tapi disalurkan sepenuh hati Cinta mengajarkan kami:selalulah berbagi dan jadilah pemberani Kepada cinta kami berjanji: rela berkorban tanpa mengenal kompromi

Untuk Kawan Seperjuangan AMP Di Medan Juang

Kawan..

Selama ini perjuangan kita mulai dari tahun 1990-an selalu dihadang,direpresif, dikriminalisasi, diancam, dibungkam oleh polisi dan tentara Indonesia,karena menganggap perjuangan kita itu mengancam negara.

Kawan..

Setiap kita turun aksi berusaha dibubarkan ditangkap dengan alasan bajingan dan sewenang-wenang.Kamerad tentu saja melihat dan menyaksikan kejahatan militerisme terhadapmu,terhadapku dan terhadap kita semua sakit hati sepanjang kehidupan kita di negeri ini.Bahkan ketika kita melapak baca dan diskusi di kampus-kampus selalu dibatasi, direpresi, sampai dikejar-kejar oleh intel-intel buas yang di perintahkan dan dipasang oleh birokrasi kampus agar kami selalu buruan intelijen Indonesia (Baca Unram).

Kawan..

kita yang berusaha meluruskan sejarah dan berjuang untuk kemanusiaan di bawah sistem kapitalisme yang jahat,malah dianggap pendukung, separatis, KKB, teroris dan dituduh bayaran Benny Wenda segala macam seperti pemahaman naif negara dan aparat kolonial Indonesia.

Kawan..

kita tahu bahwa negara berbohong tentang hukum dan demokrasi,sebab demokrasi dan hukum di negeri ini telah dibonsai.

Kawan..
ingatkah kalian?

bahwa sebelum, saat, dan setelah kegiatan aksi kita selalu mendapatkan teror dan intimidasi bahkan diancam culik oleh TNI-Polri! Ancaman berbahaya sering terjadi di dalam gerakan kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), lebih-lebih wilayah Bali, Makassar, Jember, Kendari, Ternate, Kupang, Lombok, Surabaya dan sekitarnya.

Kawan..
tahukah kalian?

3 tahun yang lalu aku pernah terancam nilai dan sering usir dari kelas oleh birokrasi kampus karena saya menyeroti isu-isu Papua di dalam dunia kelas atau dunia pendidikan tapi bagi saya soal ancaman nilai dan pengusiran dari kelas bukanlah persoalan dan berbahaya tapi yang persoalan dan berbahaya adalah kita melihat dan menyaksikan kejahatan kemanusiaan di depan mata kita tapi kita mendiamkan Merupakan Kejahatan Kemanusiaan sangat fatal.

Kawan..
Tahukah kalian?

Bahwa 1 tahun yang lalu aku ditangkap oleh Polda NTB atas perintah rektor universitas Mataram dan polda Ntb memberikan Pasal makar terhadapku karena aku kibarkan sang Bintang Kejora di lapangan rektorat universitas Mataram sebagai bentuk protes kriminalisasi rasial yang di praktekan oleh birokrasi kampus universitas Mataram terhadap mahasiswa Papua dan juga menuntut kepada birokrasi kampus Indonesia agar mereka mendukung kemerdekaan bangsa West Papua.

Kawan
Tahukah kalian?

Aku sudah terindikasi dalam organisasi radikal atau ekstrim yang membuat 10 kampus di Provinsi Nusa Tenggara Barat terpapar kena radikalisme terutama universitas Mataram dan kampus mengeluarkan pernyataan sikap untuk aku melalui wakil Rektor ll:

ancaman DO!

Kawan
Tahukah kalian?

Aku masa perkuliahan 6 kali di tangkap mulai dari 2019-2023 aku dalam borunan negara, intelijen, preman, security, tentara,polisi dan birokrasi kampus universitas Mataram. Ini yang membuat kawan-kawan mahasiswa Papua pun menjauhi aku,membenci aku, bahkan mereka juga pernah tangkap saya dan kawan-kawan Solidaritas Indonesia (2021). Birokrasi kampus dan senioritas IMAPA Mataram juga turut serta menuduh saya dengan Nyamuk sudah kena virus radikal dan mendukung terorisme Papua jadi jangan bergaul dengan dia,jangan berteman dia dll.ini adalah fitnah yang fatal dan merusak psikologis mahasiswa Papua yang buta politik.

Dalam fitnahan dan isolasi ruang gerakan saya dan menyakut-nyakuti mahasiswa pada umumnya tapi kawan-kawan yang selalu bersama saya adalah kawan Tombol, Naldo Wasiage, Ella, Nifrans Kiwo,Wene dan Sedangkan solidaritas Indonesia adalah kawan Jul,Jihad, Jenggo, Civil, Afa, Esti, Udin, Kholis, Aji Guguh, Hendrick, Fais, Martoni Presma Unram, Benjos, Letto, Petaka, Tom, Comune dan Bang Yan Mangandar.Saya rasa sangat terhormat pada kalian semua!..

Kawan….

Tahukah kalian?

1 tahun yang lalu aku di tangkap oleh Polda NTB atas perintah dari rektor universitas Mataram lalu aku diberikan Pasal Makar dan Pasal uu ITE terlapis namun aku tak menyerah pada keadaan ini melainkan aku tetap semangat membara untuk mengalahkan Pasal-pasal kolonial tersebut. Penyelidik Polisi bertanya apakah kamu sudah punya pengacara? Aku selalu menjawab pengacara saya adalah “Rakyat Papua” tapi saya ingat-ingat kesalahan saya tidak ada makanya saya tidak perlu pikirkan pengacara pak polisi.

Saya bangga dan bersyukur punya kawan pemberani yang bernama Yesaya Gobai (AMP) waktu itu dia masih kuliah di Bali tapi ketika kamerad mendengar atas penangkapan saya makanya dia datang ke saya dan kita sama-sama lalui persoalan Pasal makar tersebut. Saya sangat berterima kasih kepada kawan YG karena kamrad sangat membantu saya dalam kesusahan saya……

Kawan
Tahukah kalian?

Aku pernah percobaan suapan oleh Polda NTB dan birokrasi kampus rektorat universitas Mataram:
Bahwa Polda NTB itu sering sekali ajak ketemuan malam-malam,mau kasih beras tapi saya selalu menolak atas tawaran-tawaran tersebut. Pada tahun 2021 lalu secara resmi Polda NTB membawakan amplop di kantor pusat bantuan hukum Mangandar (PBHM) akan tetapi waktu itu saya menolak dengan tegas bahwa saya tidak membutuhkan uang tapi saya butuhkan adalah ruang kebebasan kami yang aman dan bebas. Dan pihak rektorat universitas Mataram memberikan amplop di ruang Wrlll oleh Wrlll dan kemahasiswaan tapi saya tolak dengan tegas bahwa harga diri dan martabat saya tidak sama dengan nilai uang 2022.

Kawan..

Tapi kita sudah bersepakat:
bahwa musuh rakyat itu adalah TNI-Polri! dan kapitalisme adalah penindas,penghisap bagi manusia dan kekayaan alamnya. Kolonialisme adalah penindasan dan penjajahan terhadap bangsa lain.

Kawan..
kita melawan bukan seekor semut,tapi kita melawan seekor gajah
namun kita bukan bualan semu

Kawan..
Bukankah kita menginginkan revolusi?
tapi tidak ada revolusi tanpa persatuan buruh dan rakyat tertindas
yang melawan tirani

Kawan..

Jangan pernah menjauh dari persoalan Papua yang dikoloni jangan biarkan Kawan Papua berjuang sendiri,mari kita menjaga nyala perlawanan ini (Anonim).Berjuang bersama dan sambil belajar adat, bahasa, dan derita orang Papua sampai kita semakin mengerti:

Bahwa bangsa tertindas membutuhkan Hak Menentukan Nasib Sendiri!

Kawan ..

Tahukah kalian??

Aliansi mahasiswa Papua (AMP) AMP adalah roh dan jiwa pergerakan mahasiswa Papua. AMP adalah universitas bersama, perahu bersama, kampus bersama, honai bersama rumah bersama dan alat perlawanan bersama mahasiswa Papua yang di lahirkan 1998 dalam rezim Soeharto berkuasa yang dimana Rezim otoriter dan militeristik. Rezim otoriter dan militeristik yang membuat ruang demokrasi bungkam dan suara-suara rakyat dibumi haguskan atas nama kekuasaan. Rezim otoriter dan militeristik yang membuat penangkapan dimana-mana, pembunuhan dimana-mana, penculikan aktivis dimana-mana, pemerkosaan dimana-mana dan represif gerakan rakyat sipil dimana-mana demi mempertahankan status quo NKRI Harga Mati ala Soeharto.

Kawan

Tahukah kalian?

Rezim otoriter dan militeristik yang membuat nasib bangsa dan rakyat West Papua terancam masa depan orang Papua dihancurkan mama-mama Papua di perkosa, disiksa,didalam vagina masukan botol, pesau, api dan sejenisnya oleh aparat kepolisian RI. Kejahatan kemanusiaan brutal ini lebih-lebih terjadi di Biak Papua 1998 yang dikenal dengan BIAK BERDARAH. Atas dasar situasi dan kondisi objektif yang tidak aman di tanah air west Papua maupun Indonesia yang membuat kawan-kawan mahasiswa Papua yang berstudi Se-Jawa-Bali melahirkan gagasan, ide-ide dan pikiran-pikiran telah melahirkan rumah besar mahasiswa Papua yang bernama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) 1998).

Bahwa kita harus bangga dan bersyukur kepada AMP karena AMP merupakan kampus bersama, honai bersama, perahu bersama, universitas bersama bagi mahasiswa Papua AMP tanpa memandang suku, ras, agama, status sosial lainnya. Melainkan AMP melihat mahasiswa Papua dan semua manusia adalah sama, setara sebagai teman manusia yang tidak perlu membeda-bedakan berdasarkan ras atau golongan lainnya.

Bahwa AMP adalah alat perlawanan terhadap kolonialisme Indonesia yang paling konsisten dengan menawarkan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis agar Indonesia damai, Papua damai dan dunia damai.

Bahwa AMP adalah roh rakyat Papua yang sedang dan terus mendidik penguasa kolonial Indonesia, rakyat Indonesia dan mahasiswa Indonesia bahwa kita ada dan terus ada untuk merebut kemerdekaan bangsa West Papua, AMP mampu mendidik tentang kebebasan, tentang kemerdekaan, tentang kemanusiaan dan tentang keadilan kepada penguasa kolonial Indonesia, kepada rakyat Indonesia, kepada rakyat Papua dan kepada dunia maka Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) layak disebut Universitas bagi dunia.

Bahwa hanya AMP yang mampu menerobos kolonial Indonesia di ibu kota jantung kolonial Indonesia,di jalan raya dan didunia pendidikan kolonial Indonesia artinya AMP mampu menciptakan perubahan-perubahan tentang kemerdekaan bangsa Papua Barat serta AMP selalu memberikan mimpi buruk terhadap Negara Republik Indonesia itulah kehebatan Aliansi Mahasiswa Papua.

Bahwa hanya AMP yang mampu mempertahankan eksistensi kemerdekaan 1 Desember 1961 itu membuktikan bahwa setiap 1 Desember kamerad-kamerad AMP bakar batu (aksi) seluruh kota kolonial Indonesia itulah nyali dan mental baja di dalam roh Aliansi Mahasiswa Papua demi cinta pada tanah air dan demi kebebasan bangsa West Papua dari kolonialisme Indonesia.

Bahwa hanya AMP yang mampu menciptakan keheranan dari satu langkah ke langkah lain untuk merebut kemerdekaan bangsa West Papua inilah awal perjuangan sebuah revolusi persis apa yang dikatakan oleh Che Guevara bahwa merebut kebebasan tidak harus menunggu tapi harus ciptakan kondisi agar mematangkan cita-cita itu.Che Guevara Ibaratnya: sebuah kemerdekaan itu bukan sebuah buah Apple yang masak lalu jatuh sendiri tapi kita harus membuat sesuatu agar kemerdekaan itu jatuh.

Bahwa hanya AMP yang mampu menggalang solidaritas Indonesia untuk melihat persoalan Papua dan mendukung hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis.

Bahwa sesungguhnya AMP itu adalah cerminan, roh dan jiwa pergerakan dari rakyat Papua Barat yang selama 62 tahun ditindas, dijajah, disiksa, diperkosa, diintimidasi, diteror, direpresif, dikriminalisasi, diancam, dibungkam dan dibunuh oleh kolonialisme Indonesia demi atas nama kepentingan pembangunan nasional atas nama kepentingan negara atas nama kepentingan NKRI Harga Mati.

Bahwa sesungguhnya hanya AMP yang mampu mendidik, mencerdaskan dan membesarkan mahasiswa Papua yang memiliki berhati tanah,berhati kemanusiaan, keadilan dan kebebasan serta AMP mampu melihat semua manusia adalah sama.

Akhir kata’ saya pesan kepada kawan-kawan mahasiswa Papua yang sedang kuliah luar Papua (Se-Jawa-Bali) bahwa:

1). Anda merasa dirinya orang Papua maka anda wajib masuk dalam kampus gratis yang bernama Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tapi jika anda tidak masuk dalam kampus gratis AMP anda sangat rugi karena ilmu gratis yang ada di kampus AMP tidak ada kampus lain.

2.Anda belajar dan belajar tapi anda tidak pernah tahu tentang bangsamu sama saja dengan anda buta huruf alias tidak pernah sekolah. Siapapun orang Papua ko wajib tahu sejarah Papua jika ko orang Papua tapi tidak tahu sejarah itu perlu mempertanyakan ko berasal dari bangsa mana?

3.kami menawarkan mahasiswa Papua harus masuk dalam kampus gratis AMP karena kampus AMP ada ilmu gratis,keberanian dan mental baja karena Anak-anak AMP biasa praktek ilmu dengan penguasa kolonial Indonesia, praktek mental,keberanian dan fisik dengan polisi dan tentara Indonesia.Siapkan mental,keberanian dan fisik karena Papua tidak hanya cukup dengan ilmu pengetahuan tapi harus di imbagi dengan keberanian, mental dan fisik yang kuat.

Medan juang, 10 Desember 2013

Penulis merupakan Nyamuk Karunggu S.H

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional Papua Barat!

Berita Terkait

Top