AMP-KK LOMBOK DAN SOLIDARITAS INDONESIA “BAKAR LILIN dan DO,A BERSAMA untuk BAPAK FILEP KARMA”


 

 

Pembebasan Nasional Papua Barat!

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kosa, Dortmund, Foi-Moi, Tabea mufa, Nayaklak, Wiwao, , Josuba, Syowi, Acemo, Bantowa Mejires, Amakanie

Wa…wa…wa…wa…

SALAM PEMBEBASAN

Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora

SALAM REVOLUSI

Persatuan Tanpa Batas Perjuangan Sampai Menang

A.Duka Nasional Bangsa West Papua 

Duka Nasional Bangsa West Papua atas kehilangan atau kepergian-nya  BAPAK FILEP KARMA seorang pejuang sejati Pembebasan Bangsa West Papua yang telah mati dengan secara misterius yang tidak wajar di pantai base-G provinsi papua,Holandia Jayapura papua pada tanggal 01 november 2022  mayatnya ditemukan bapak Almarhum FILEP Karma dipantai base-G tersebut. Sehingga kami segenap dan seluruh lapisan rakyat dan bangsa ada west papua yang ada di tanah air, di indonesia dan di luar negeri kami sudah  melaksanakan Duka Nasional Bangsa West Papua bersama atas kematian misterius-Nya Bapak Filep Karma seorang pemimpin kami,seorang pejuang sejati kami, seorang pejuang pembebasan nasional papua barat dan  seorang tokoh besar revolusioner bagi Bangsa West Papua.

Doc: AMP-KK LOMBOK dan SOLIDARITAS KEMANUSIAAN MATARAM MELAKSANAKAN “BAKAR LILIN dan DO,A BERSAMA SEBAGAI KEHORMATAN TERAKHIR untuk BAPAK FILEP KARMA” dimataram. 

1.Profil Bapak Filep Karma 

Mengutip Jubi.co, pria bernama lengkap Filep Jacob Semuel Karma ini lahir pada 15 Agustus 1959 di Biak, Papua. Filep Karma lahir dari keluarga yang cukup terpandang. Ayahnya, Andreas Karma, merupakan mantan Bupati yang selama 20 tahun mengabdi di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yapen Waropen saat Orde Baru masih berkuasa. Andreas Karma juga pernah memimpin ekspedisi jalan darat dari Wamena ke Jayapura selama tiga bulan pada 1968.

Filep mengenyam pendidikan di SD Kristus Raja Dok V, SMP Negeri I Dok V, dan SMA Negeri I Abepura. Ia kemudian lanjut berkuliah di Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan Ilmu Politik pada 1979 dan lulus pada 1987.

Setelah lulus, ia sempat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di di Kantor Diklat Pemerintah Provinsi Papua. Pada 1997, dia melanjutkan pendidikan di Asian Institute of Management, Manila, Filipina. Di Filipina, Filep Karma sangat terkesan karena di Filipina hak asasi manusia sangat dihormati pasca jatuhnya mantan Presiden Ferdinand Marcos.

Filep kembali ke Tanah Air pada 28 Mei 1998. Kepulangannya ke Indonesia bersamaan dengan gelombang reformasi yang menjatuhkan Presiden Soeharto dari kekuasaannya. Hal itu membuat tekadnya bulat untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat.

Mengutip buku ‘Seakan Kitorang Setengah Binatang’, pada 2 Juli 1998, di menara air Puskesmas Biak Kota, Filep Karma bersama sejumlah warga menaikan bendera Bintang Kejora yang melambangkan kemerdekaan Papua. Mereka bertahan dan menjaga bendera itu selama empat hari, hingga akhirnya terjadi peristiwa Biak Berdarah pada 6 Juli 1998.

Delapan orang meninggal dunia dalam peristiwa itu. Merujuk pada catatan KontraS, terdapat 32 mayat misterius yang ditemukan di pantai pulau Biak saat itu. Filep Karma sendiri ketika itu terkena tembakan peluru karet di kaki. Ia ditangkap atas tuduhan penghasutan dan mesti mendekam di penjara sebelum akhirnya dinyatakan bebas pada 20 November 1999.

Filep karma waktu Tahanan 

Pada 1 Desember 2004, Filep Karma terlibat dalam upacara pengibaran bendera Bintang Kejora di Abepura, Jayapura. Peristiwa itu memicu kerusuhan ketika polisi berusaha membubarkan massa. Filep Karma kembali ditangkap dan didakwa melakukan makar dan penghasutan, ia pun kembali dipenjara. Fijep Karma bebas pada 19 November 2015 setelah mendapat remisi.

Filep Karma juga, mengelilingi Indonesia untuk bertemu sama mahasiswa/I di Beberapa kota terutama untuk penyadaran sejarah Papua Barat setalah Ia mendapatkan remisi dari tahanan colonial Indonesia. Mulai tahun 2016 hingga 2017, Ia mengelilinggi semua asrama Papua bahkan betemua dengan Bantuan Hukum LBH/YLBHI, FRIWP (Front Rakyat Indonesia untuk West Papua), Jaringan Jurnalis, Advokad dan lain-lain. 

Ketika Rasisme muncul dari Surabaya 2019 dan terakomulasi ke Rakyat Papua Barat. Dan terjadi protest di 7 wilayah Papua Barat; Filep Karma juga merupakan bagian dari protest aksi tolak Rasisme dan kembalikan hak Rakyat Papua Barat yaitu “Kemerdekaan Papua Barat”. Selain dari itu, Filep Karma sebagai salah satu pengarah serta motivasi untuk mahasiswa/I yang pulang akibat rasisme yang terjadi di Luar Papua. Bahkan, Ia lebih banyak terlibat gerakan di area jayapura bahkan dalam semua gerakan perjuangan Papua Barat Merdeka. 

Pada 12 Desember 2021 lalu, Filep Karma diketahui pernah dinyatakan hilang saat diterjang gelombang laut Teluk Humboldt di Pantai Base G, di laut depan Hotel Tirta Mandala, Dok V Kota Jayapura. Ia kemudian ditemukan selamat oleh warga di Kampung Skouw Sae pada 13 Desember 2021. Dan tepat pada 01 November 2022 ditemukan meninggal secara misterius di Pantai Base-G. 

2.Kronologis Singkat Kematian Misterius Bapak Filep Karma 

Kematian Filep Karma atau nama Aslinya adalah Filep Jacob Semuel Karma, di temukan tewas di Pantai Jayapura Utara pada selasa pagi 01 November 2022. Jenazahnya ditemukan oleh warga di pantai Base-G dengan mengunakan pakaian seragam selam, sekitar pukul 05:00 WIT. Dan kemudian, pihak kepolisian mengamankan ke Rumah Sakit Bhayangkara, di Kotaraja Distrik Abepura Jayapura. Tanpa diotopsi karna permintaan keluarga. Keluarganya hanya mengecek kondisi Filep Karma di ruang mayat.

Setelah Jenazahnya, di Rumah Sakit Bhayangkara, massa sekitar dari 100 orang mendatanggi rumah sakit untuk menuntut dan meminta dibawa ke Lapangan Zakeus untuk dimakamkan disana; Namun, pihak keluarga Filep Karma menolak untuk itu, karna Keluarga Filep karma menginginkan dibawa ke rumah pribadinya sebagai tempat rumah duka untuk disemayamkan.  Sehingga, sehingga pihak kepolisian Indonesia mengikuti arahan pihak keluarga bahkan sempat ada ketegangan yang terjadi terhadap massa yang mendatanggi Rumah Sakit. Adapun massa menuntut bahwa “Filep Karma Bukan Anak Kecil dan Kami minta Ia kami bawa untuk diletakan ditempat terbuka. Ia bukan milik orang Biak tapi milik seluruh masyarakat Papua,” Kata Apniel Douw. 

Terakhirnya, massa yang datang mendengar kata keluarga dan massa ikut mengawal jenazah ke rumah Duka di Dok V Jayapura, Utara tepat pada pukul 13.00 WIT. Setelah Melakukan Visum oleh pihak Kepolisian Porleta Jayapura Kota. Massa menghantar Jenazahnya hingga ke rumah duka pukul 16.00 WIT.

Setelah tiba di tempat rumah Duka, Anaknya Andrevina Karma menegasakan kepada public dan rakyat yang hadir bawah “ Saya klarifikasi bahwa bapak saya (Filep Karma) murni karena kecelakaan. Bukan karena ada rencana atau ada pembunuhan, sama sekali tidak ada,” tegasnya. 

Bahkan sekitar setelah dicheck jenazahnya keluarga Filep Karma melalui Anak Perempuannya menyampaikan hasilnya di depan rumah sakit Bhayangkara melalui Video berurasi 2.50 Menit, dan Dilanjutkan. Namun, ada kejanggalan dalam kematian misterius Filep Karma karna ada beberapa alasan;

Filep Karma terdampar jauh 4/5 Meter dari Laut pesisir pantai

Posisi tubuh Filep Karma, bagian bawa kaki ada kayu batang yang melintang sedangkan mayatnya tidak terdampar di kayu atau sebelum kayu atau terapung di pesisir Pantai itu tetapi mayatnya di setelah kayu batang tersebut. 

Digunakan Pakaian Penyelam tetapi pakaiannya Perlengkapan selam tidak ada di badan atau tubuh Filep Karma yaitu tabung oksigen, selang tabungan, penutup hidung, kaki perenang di kaki tidak ada.

Filep Karma 3 Hari hilang, mulai dari hari Minggu 30 Oktober 2022-hingga 01 November 2022  ditemukan. 

Dengan melihat ini, untuk investigasi dan advokasi Independent pun tidak dilakukan karna ada alasan dari keluarga bahwa Filep Karma meninggal tenggelam murni sehingga keluarga tidak melakukan otopsi serta menuntut penyelidikan lanjutan hanya lakukan Visum oleh Pihak Keamanan. Namun,pada tanggal 20 November 2022 anak kandungnya bapak Filep Karma mengklarifikasi bahwa ” Saya bukan saksi mata ketika kejadian bapak saya dilokasi kejadian tersebut tidak! oleh karena itu, jika rakyat west papua tidak puas dengan kematian bapak saya silahkan membentuk tim independen untuk menyelidiki atas kematian” bapak Filep Karma ujarnya. 

 

3.Kesimpulan

Meninggal secara misterius bagi rakyat Papua Barat menjadi agenda politik kolonial Indonesia, seperti kematian Theiys Hiyo Eluay, Arnold C AP, Eddy Mofu, Filep Karma hingga pejuang lainnya. Hari Ini Aliansi Mahasiswa Papua Komite Pusat dan Kota berduka dengan sedalam-dalamya, terutama kepada keluarga Filep Karma dan para pejuang lainnya, yang gugur satu persatu dalam kolonialisme Indonesia ini. Perjuangan ini, akan selalu hidup meskipun Filep Karma telah pergi, Namun 1000 Filep Karma akan lahir dalam perjuangan pembebasan Nasional Bangsa Papua Barat. Jiwa dan rohnya akan selalu bertumbuh dalam perjuangan dan generasi Papua Barat hingga Rakyat Papua Barat. 

Persatuan kita untuk melawan tirani kolonialisme, Kapitalisme, Imperialisme bahkan hingga siapa yang membudak manusia Papua Barat hingga cita-cita kebebasan Manusia Asli Papua Barat terbebas dari kebiadaban Negara Kolonial Indonesia. Akhir dari kata kita bahwa:

Mengenang Filep Karma, maka mengenang seluruh pejuang Bangsa Papua Barat dan tidak ada kata menyerah dan tidak ada kata mundur serta tidak ada saling menghianati. Sebab:

“Kemarin adalah Sejarah, Hari ini adalah Penentu, Besok ada Misteri”

Sekian dan terimakasih untuk semua Rakyat Papua Barat dan turut Berduka Cita untuk Nasional Papua Barat.Selamat Jalan Pimpinan Papua Barat “Filep Karma”

Medan Juang, 02 November 2022

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) serta solidaritas kemanusiaan Kota Mataram (SKKM) pulau Lombok. 

Berita Terkait

Top