REKTOR UNIVERSITAS MATARAM, SEGERA BERTANGGUNG JAWAB ATAS PEMUKULAN, REPRESIF, RASISME DAN PENANGKAPAN TERHADAP MAHASISWA PAPUA DAN SOLIDARITAS INDONESIA


“Rektor Unram Rasis  dan Fasis” 13-14 november 2022 universitas mataram. 

Hidup ini tidak lepas dari namanya perjuangan. Jangan menyerah, ayo kerahkan kekuatan bersama untuk menunjukkan bahwa marwah mahasiswa masih ada dan masih diperhitungkan untuk membebaskan rakyat tertindas,(Malcolm).

Aksi kebebasan harus dilancarkan dengan alasan apapun karena aksi menyangkut aksi kemanusiaan, aksi pembebasan dan  aksi keadilan (Tan malaka).

Rektor universitas mataram harus bertanggung jawab dan minta maaf kepada mahasiswa papua dan solidaritas indonesia atas kejahatan kriminalisasi, intimidasi, teror, represif, rasisme dan menangkap serta introgasi kawan-kawan kami di ruang rektorat universitas mataram. Kami sebagai mahasiswa yang terdidik dan terpelajar tahu,mengerti dan memahami bahwa universitas mataram bukan tempat polda Ntb, bukan tempat polres mataram, bukan tempat mempraktikkan rasialisme, fasisme dan kriminalisasi terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia melainkan universitas mataram adalah tempat belajar, tempat diskusi dan tempat mengembangkan gagasan, ide-ide dan pikiran-pikiran secara ilmiah, secara demokratis dan secara akademik. 

Rektor Unram melancarkan aksi kedunguan,kebodohan dan watak rasisme dan fasismenya Rektor melampiaskan kepada mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di depan perpustakaan universitas mataram. Pada tanggal 13 november 2022 waktu kira-kira 20: 00 wita.ini merupakan kejahatan kemanusiaan, kejahatan kriminalitas, kejahatan pembunuhan karakter berpikir mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di dalam dunia pendidikan. 

Sebelum rektor Unram melakukan aksi fasisme, represif, kriminalisasi dan teror terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia kawan-kawan mahasiswa papua sering mendapatkan rasisme dan diskriminasi oleh mahasiswa umum,para dosen-dosen,security kampus dan intelijen polda NTB yang berperan aktif didalam tubuh universitas mataram. Kami pernah diintimidasi, diteror,direpresif, kriminalisasi dan membubarkan lapak baca dan diskusi di lingkungan kampus universitas mataram, universitas Muhammadiyah mataram, universitas bumi gora dan kampus-kampus lain yang ada dikota mataram.seakan-akan mahasiswa papua adalah mahasiswa penjahat, kriminal dan teroris yang harus diawasi ketat siang dan malam.

Rektor Unram juga pada tanggal 4 februari 2022 lalu berani mengeluarkan ancaman DO terhadap mahasiswa papua yang bernama nyamuk Karunggu dan Rektor universitas mataram juga mendukung polda Ntb untuk menangkap dan memenjarakan kawan nyamuk pada kala itu.Cara-cara Rektor Unram ini adalah fasisme, represif dan rasisme terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia di universitas mataram. 

Berikut ini kronologis intimidasi, mengancam, teror dan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Universitas Mataram pada tanggal 13 november 2022.

sekitar  pukul 19: 50 wita Kawan-kawan mahasiswa papua sedang duduk dan  santai main wifi depan perpustakaan Unram lalu datanglah rektor universitas mataram yang bernama Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, intelijen polda NTB sekitar 15 orang, security kampus sekitar 8 orang, preman sekitar 10 orang dan birokrasi kampus sekitar 5 orang yang terdiri dari rektor Unram, kemahasiswaan dan sebagainya. langsung mengajak Kawan-kawan mahasiswa papua yang sedang duduk untuk membawa ke ruang rektorat malam itu juga. dengan katanya ayo anak-anak kita dialog. 

Rektor Unram sedang jengkok dan intimidasi mahasiswa papua Kawan-kawan mahasiswa papua bertanya kepada bapak rektor Unram dalam rangka apa kita harus dialog?? apa masalahnya?? Karena ketika melakukan dialog berarti ada masalah lalu bisa dialog? Sebab kami tidak tahu masalah tapi bapak malam-malam seperti begini bawa intelijen, TNI-Polri dan preman mau melaksanakan dialog  dengan kita? atau bapak pikir kita adalah kriminal atau penjahat yang  mengganggu kampus ini harus menangkap dan memenjarakan kita ujar kawan-kawan mahasiswa papua.

Kawan-kawan mahasiswa papua juga bertanya kepada  bapak rektor melaksanakan dialog itu siang hari atau malam hari? terus direktorat kami mau dialog dengan siapa?? Jawab rektor, ada rektor universitas Indonesia (UI) terus apakah ada  suratnya untuk ketemu dengan kita?? apakah bapak sekelas rektor Unram tidak punya  kode etik, moral dan harga diri sehingga tanpa masalah tapi bapak mau melakukan dialog??  kami menegaskan kepada bapak rektor Unram bahwa bapak telah melanggar uu no.12 tahun.2012 tentang kebebasan akademik dan otonom  kampus dan melanggar kode etik sebagai seorang pejabat tinggi universitas mataram yang punya etika dan wibawa. 

Selanjutnya anak-anak mau minta apa? Nanti kami kasih katanya rektor.sementara kawan-kawan mahasiswa papua tidak pernah meminta segala sesuatu dari rektor melainkan kami menginginkan dan kami mau adalah kami harus dihargai dan dihormati sebagai manusia dan memberikan ruang kebebasan akademik seluas-luasnya bagi kami seperti kawan-kawan Indonesia lainnya.kami tidak mau  diintimidasi, diteror, direpresif, dibatasi ruang kebebasan akademik kami.

Setelah itu, datanglah kemahasiswaan kejahatan kemanusiaan yang sama melarang diskusi, melarang berkumpul dan kita harus berterima kasih sama negara karena negara membesarkan dan membiayai kalian mahasiswa papua dan kami mengutarakan perkataan bapak kemahasiswaan bahwa; kami mahasiswa papua tidak pernah dibesarkan dan dibiayai oleh negara kolonialisme indonesia melainkan kami mahasiswa papua dibesarkan dan dibiayai oleh hasil sumber daya alam bangsa kami sendiri west papua. Persis apa yang dikatakan oleh Dr.Socratez Yoman bahwa “bukan indonesia yang membangun papua tapi papua lah yang membangun indonesia dan membangun dunia”.

Rektor Unram berdiri bersama intelijen polda Ntb ancam dan kriminalisasi mahasiswa papua. 

Kemahasiswaan juga melakukan mengusir mahasiswa papua dari unram dan belajar hanya memperbolehkan dikelas diluar dari itu dilarang. Kejahatan pengusiran dan palarangan ini merupakan pembunuhan karakter berpikir mahasiswa papua dan pembunuhan kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum yang diatur dalam uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum. melarang video dan foto ketika ambil video atau gambar hpnya disita oleh intelijen polda Ntb bersama security kampus universitas mataram. 

Setelah itu, datanglah  seorang preman atau intelijen dalam keadaan mabuk langsung bereaksi intimidasi, teror dan paksa  mengaku atau disuruh mengatakan NKRI harga mati dan terhadap kawan nyamuk memberikan bisikan nanti saya bunuh kamu, kami sudah tahu kamu, kami akan bunuh lalu buang ingat itu, kamu harus janji tidak melakukan diskusi ataupun aksi dan kamu orang  indonesia atau bukan?? Begitulah dengan kawan monu dan kawan-kawannya dan ancaman teror dan intimidasi kiri kanan yang disaksikan oleh kemahasiswaan universitas mataram. 

Kami terpaksa usir dari depan perpustakaan padahal teman-teman indonesia tidak diusir yang ada sekitar perpustakaan itu. Ini adalah kriminalisasi dan rasisme yang diproduksi, dipelihara, dirawat dan dipraktekan oleh birokrasi kampus universitas mataram terhadap mahasiswa Papua dengan secara sistematis, terstruktur serta kolektif di dalam tubuh dunia pendidikan kampus universitas mataram. 

Kawan civil yang ambil foto atau video diancam dan diintimidasi oleh intelijen, preman dan security kampus dan bahkan rampas hpnya serta diintimidasi teriak maling segala.pihak birokrasi kampus dan intelijen juga menarik kawan civil mau bawa masuk dalam rektorat untuk interogasi dan periksa identitasnya.rektor universitas mataram dan polda Ntb melawan hukum dan melanggar hukum UUD 1945 Pasal 28 G ayat (1), yang diantaranya menyatakan bahwa setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi (privasi), keluarga, kehormatan, martabat, dan harta bendanya (termasuk data-data pribadi). Konvensi Geneva 1949 tentang hak sipil dan politik menyatakan identitas privasi seseorang harus dilindungi.

Selanjutnya pada tanggal 14 november 2022, Kawan-kawan AMP KK-LOMBOK dan  PEMBEBASAN KOLKOT MATARAM melakukan aksi mimbar bebas untuk memprotes dan menentang kejahatan Rasisme, kejahatan fasisme, kejahatan Represif, kejahatan Teror, Intimidasi dan kejahatan kriminalisasi yang dilakukan rektor Unram yang berwatak Rasial dan kriminal. 

Lagi-lagi Rektorat Unram, polda Ntb, security kampus dan preman reaksioner melakukan Pembungkaman Ruang Kebebasan Akademik Dan kriminalisasi Terhadap Mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia, represif dan menangkap serta introgasi kawan-kawan mahasiswa papua dan solidaritas indonesia didalam ruang rektorat universitas mataram. dan yang introgasi kawan-kawan massa aksi bukan birokrasi kampus universitas mataram melainkan yang introgasi massa aksi adalah polda Ntb, Intelkam,intelijen dan premanisme kampus lainnya.

Intelijen Binaan Rektor intimidasi kawan nyamuk Karunggu. 

Rektor Unram turunkan dari jabatan karena rektor Unram telah melanggar kode etik sebagai seorang pejabat tinggi universitas mataram dan MOU atau kerja sama dengan polda Ntb untuk intimidasi, kriminalisasi, rasisme, represif, pembungkaman ruang kebebasan akademik dan mengancam kenyamanan dan keamanan mahasiswa papua yang ada di Universitas Mataram. mahasiswa papua tidak ruang kebebasan, tidak ada kenyamanan dan keamanan didalam kampus universitas mataram karena yang memproduksi, melahirkan, melindungi dan mempraktekan kriminalisasi, rasisme dan fasisme adalah Rektor Unram itu sendiri. 

Dengan itu,kami dari Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota ( AMP-KK) Lombok, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Mataram dan Lingkar Studi Revolusioner (LSR) menyatakan pernyataan sikap bahwa;

1.Mengutuk dan mengancam keras Rektor Universitas Mataram, yang terlibat langsung MengKriminalisasi terhadap mahasiswa papua dan harus bertanggung jawab ikut serta Kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua. 

2.Hentikan pembungkaman ruang kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan Solidaritas indonesia. 

2.copot MOu  Polda Ntb dengan birokrasi Universitas Mataram. 

3 .berikan seluas-luasnya kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia yang membela HAM. 

4.tangkap dan adili Intelijen polda Ntb yang kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram 

5.Adili Dosen cabul 

7.Stop intimidasi dan kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia NTB kota mataram. 

8.Rektor unram segera bertanggung jawab atas kriminalisasi, rasisme, represif, teror dan menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

9.Tarik mundur polda Ntb, intelijen dan preman reaksioner yang ada didalam universitas mataram karena kehadiran polda Ntb dikampus unram sangat membahayakan kenyamanan dan keamanan mahasiswa papua. 

10.Rektor universitas mataram segera copot jabatannya dari Rektor Unram. 

11.Polda Ntb Hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan mengejar-mengejar mahasiswa papua dan solidaritas indonesia dimataram. 

12.Segera kembalikan Toa dan almamater yang dirampas oleh birokrasi kampus, security dan intelijen polda NTB. 

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Mataram dan Lingkar Studi Revolusioner (LSR).

Demikian Pernyataan Sikap ini,kami buat dan kami sampaikan kepada Rektor universitas mataram, polda Ntb dan Preman reaksioner agar dapat mengerti dan memahami kejahatan anda dan diharapkan untuk Hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan rasisme terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia yang ada di Universitas Mataram.

Pada akhirnya Kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasamanya untuk mengakhiri kejahatan fasisme didalam dunia kampus universitas mataram. 

Wa..wa .wa..wa..

Medan juang, 15  november 2022

Melawan kriminalisasi dan rasisme!!

Panjang umur hal-hal baik!

Lawan Fasisme dan Rasisme!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional papua barat!

 

 

 

Berita Terkait

Top