Himbahuan Solidaritas terbuka


 

 

Denpasar Bali, 16 November 2022

“Aksi AMP KK Bali 16 November 2022: Aksi Kami Bukan Anarkis, Bukan Terror Warga, Bukan mengancam Warga dan Media yang Giring adalah Provokasi oleh Intelijen Negara, Ormas Reaksioner serta takbertanggungjawab”

Kapada seluruh kawan-kawan solidaritas dan seluruh gerakan rakyat Papua Barat. Hari ini, 16 November 2022 Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali melakukan aksi protest Demo Damai.

Dengan Thema “Menentang KTT G20 dan Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Sebagai solusi Demokratis bagi rakyat Papua Barat”. Namun, aksi yang dilakukan tidak sampai titik kumpul bahkan titik aksi yakni dari Lapangan Timur Renon hingga depan Konsulat Amerika Serikat.

Penghadangan langsung terjadi didepan Asrama Papua Bali sebelum ke parkiran Timur Renon. Maka, terjadi penghadangan tersebut oleh Ormas Reaksioner dan gabungan intelijen bahkan tidak menerima apa yang kami aksi.

Dalam demonstrasi tersebut dihadang dan meskipun, melakukan Negosiasi tetapi Ormas Reaksioner serta intelijen militer tidak menerima.

Terjadinya penghadangan, pemukulan ,ujaran rasisme, dan akhirnya dibubarkan dan dipukul mundur ke dalam Asrama Papua Bali. Sehingga ada massa yang tidak saling menerima.

Dalam satu durasi Video ada seorang perempuan Papua yang mengatakan bahwa “Ambil Batu-Ambil Batu”. itu karna para ormas reaksioner serta intelijen militer terlebih dahulu melempar kami dengan batu, memukul dengan kayu Bambu, serta Lempar dengan gunakan botol kaca. Serta banyak mengaku-mengaku sebagai Desa adat sekitar..
Lihat Videonya di Link ini:
https://fb.watch/gQpbeFnlGo/

Sehingga aksi yang dibuat anarkis oleh Intelijen militer dan Ormas Reaksioner. Massa aksi, yang ada mulai melakukan perlawanan karna terjadi pemukulan tersebut seperti di link ini:
……Link
https://fb.watch/gQpm5_jmqe/

Maka, dengan tegas kami Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali bahwa kami tidak berinisiasi Anarkis melawan warga tetapi yang membuat anarkis adalah pihak Intelijen Negara dan ormas reaksioner serta para busser RP untuk membubarkan aksi demo kami.

Dari Kronologis & situasi yang berkembang di sosial Media sampai saat ini Aparat Militer (Tni/Polri) Coba untuk Cuci tangan & Memprovokasi Antara Mahasiswa Papua & Masyarakat Adat di bali.

Untuk Tetap Menjaga isu politik yang tong dorong & mengkonter narasi Hoax yang di kembangkan di media dan juga Untuk tetap Kawal kondisi Kawan2 di asrama Papua bali Maka Kawan2 maka kami  pernyataan Sikap dan tuntutan bahwa:

1. Hentikan Kriminalisasi, rasialisme & pembungkaman Ruang demokrasi Terhadap mahasiswa Papua di bali.

2. Menyatakan Aksi Amp Kk bali adalah Aksi demonstrasi damai.

3. Aparat Militer (Polisi) berpakaian preman Stop provokasi warga Bali.

4. Hentikan Pemantauan, teror & Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di bali.

5. Menolak Pertemuan G20 di bali karena Pertemuan G20 adalah Pertemuan Negara2 Imperialis Untuk Membahas pasar ekonomi &
Rencana exploitasi Ditengah krisis iklim, Minyak & Energi dan Masyarakat serta tanah Adat di indonesia & Papua Akan menjadi Korbannya.

6. Berikan Hak Penentuan Nasib sendiri Bagi Bangsa Papua sebagai satu-satunya Alternatif Untuk Menyelesaiqkan Konflik Berkepanjangan di Papua.

Salam pembebasan Nasional Papua Barat.

 

Doc:

Berita Terkait

Top