AMP KK-LOMBOK RILLISS:PEMBUNGKAMAN RUANG KEBEBASAN AKADEMIK dan KRIMINALISASI TERHADAP MAHASISWA PAPUA dan SOLIDARITAS INDONESIA DI UNIVERSITAS MATARAM SEJAK TAHUN 2019-2023.  


“Segala sesuatu yang dilakukan oleh kaum tertindas adalah benar.” (George Orwell)

“Mengajar, bukan lagi untuk mengajarkan apa yang diyakini, melainkan untuk menanam keyakinan serta kebodohan-kebodohan yang dipandang berguna oleh mereka yang memerintahkannya”(Bertrand Russell).

Fenomena pembakaran buku-buku, intimidasi,kriminalisasi,teror,pengawasan ketat,pembungkaman ruang demokrasi, membatasi gagasan-gagasan dan ide-ide merupakan tindakan fisik yang pikiran tidak mampu melawan dengan pikiran (Prof.Dr.Magnis Suseno).

A.Pendahuluan 

Universitas adalah tempat untuk menimba ilmu dengan bebas tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Universitas adalah tempat pertarungan gagasan, ide-ide dan pikiran-pikiran secara ilmiah, secara demokratis dan secara akademik sebagai seorang intelektual. Universitas adalah tempat mendidik dan mengajar tentang nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai kebebasan,nilai-nilai keadilan dan nilai-nilai kebenaran sejarah.persis apa yang dikatakan oleh Dr.Widodo bahwa “kami sebagai akademisi tidak boleh berbohong tapi kami boleh bersalah agar tidak mewariskan kebohongan,kejahatan dan kebodohan kepada generasi berikutnya”.

Universitas bukan tempat menimba ilmu rasisme, ilmu fasisme, ilmu kebencian, ilmu kriminalisasi, ilmu pembungkaman ruang kebebasan akademik, ilmu intimidasi, ilmu teror, ilmu penangkapan, ilmu militerisme, ilmu neoliberalisme,ilmu pengawasan terhadap mahasiswa papua,mengontrol mahasiswa papua dan universitas  bukan tempat ilmu sogok menyogok dan ilmu premanisme tidak!. (Baca unram). Universitas bukan tempat mengajarkan tentang kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pembunuhan.universitas bukan tempat untuk melegalkan kejahatan fasisme, kejahatan represif, kejahatan ketidakadilan, kejahatan rasisme dan kejahatan pembunuhan terhadap bangsa terjajah dan tertindas (west papua).

“Saya benci diskriminasi dan segala manifestonya. Saya bertarung sepanjang hidup saya, saya bertarung sekarang dan sampai akhir hayat saya” (Nelson mandela).

Apalagi yang kita belajar ilmu akademik ilmiah? Jika Kode etik perguruan tinggi lepas dari implementasi.jika kebijakan birokrasi kampus lepas dari akal sehat dan kebijaksanaan.jika kebebasan akademik di ancaman dengan kekerasan fasisme, kekerasan kriminalisasi, kekerasan intimidasi, kekerasan premanisme dan kekerasan teror.apa gunanya uu no.12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus.karena birokrasi kampus melarang mahasiswa papua untuk dapat  berekspresi, berdiskusi, lapak baca dan serta mengembangkan gagasan, ide-ide dan pikiran-pikiran yang kritis sebagai mahasiswa. Apa gunanya uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum? Jika birokrasi kampus membatasi,melarang pendapat mahasiswa papua dan bahkan memberikan ancaman teror, intimidasi, kriminalisasi, penangkapan dan ancaman pengawasan setiap detik dan setiap jam terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. Apa gunanya uu no.39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia (HAM), Jika negara dan birokrasi kampus melanggar hak asasi manusia rakyat west papua dan mahasiswa papua??.

B.Fakta-Fakta Pembungkaman Ruang Kebebasan Akademik,kriminalisasi, Rasisme dan Teror Terhadap Mahasiswa Papua dan Solidaritas Indonesia di Universitas Mataram Sejak Tahun 2019-2023.

Ketidaktahuan tidak akan menolong siapapun (karl marx)

bangsa penjajah, bangsa penindas dan penguasa indonesia tidak akan pernah mengakui kejahatan kemanusiaan itu,karena merekalah yang melakukan kejahatan kemanusiaan itu. Dr.Yoman.

1).pada tahun 2020,kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan kelompok studi independen (KSI) menggelar lapak baca dan diskusi terbuka dengan tema: Kenapa militerisme indonesia berbahaya bagi Rakyat Papua Barat?di Universitas Mataram tepatnya lapangan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan (FKIP) Unram. Lagi-lagi kawan-kawan AMP dan KSI ini diancam,diintimidasi, diteror, direpresif,dikriminalisasi dan dibungkam bahan dibubarkan paksa oleh security, intelijen polda NTB dengan alasan tidak jelas. Kejahatan premanisme dan kriminal ini didukung oleh pejabat petinggi fakultas FKIP maupun rektor universitas mataram itu sendiri.

Itu membuktikan dengan ketika kawan-kawan mahasiswa papua dan solidaritas indonesia memprotes intelijen, preman dan TNI-Polri kenapa masuk dalam kampus dan intimidasi,kriminalisasi dan teror terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia? Tapi pihak birokrasi (rektorat) universitas mataram waktu itu membela intelijen,TNI-Polri dan mengusir mahasiswa papua dan solidaritas indonesia dari depan rektorat universitas mataram tersebut. 

2).pada tahun 2021 kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota lombok dan pusat perjuangan mahasiswa untuk pembebasan nasional (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram melakukan aksi mimbar bebas di depan fakultas hukum universitas mataram dengan tema: “Bebaskan Victor Yeimo tanpa syarat! Berikan HakMenentukanNasibSendiribagiBangsaWestPapuaSebagaiSolusiDemokratis”.lagi-lagi kawan-kawan AMP KK Lombok dan PEMBEBASAN baru saja berkumpul di depan akademik fakultas hukum universitas mataram langsung dihadang oleh security, intelijen polda NTB dan birokrasi kampus untuk membubarkan aksi mimbar bebas tersebut.mereka melakukan kriminalisasi, intimidasi, teror pembubaran aksi mimbar bebas secara paksa oleh security, intelijen polda NTB dan birokrasi kampus (dosen).

3).pada tanggal 1 februari 2022 aksi memperingati Hut AMP-KK Lombok yang  ke-1 melakukan pengibaran bendera bintang kejora dan bendera AMP di lapangan rektorat universitas mataram,Nusa Tenggara Barat dengan orasinya mengkritik kebijakan pemerintah Indonesia yang menindas, menjajah dan membunuh rakyat dan bangsa west papua. Setelah segera itu,birokrasi kampus universitas mataram dan polda Ntb bergerak untuk menangkap mahasiswa papua yang melakukan pengibaran bendera bintang kejora tersebut. pada pukul 17.30 TNI-Polri, intelijen, preman dan rektor Unram berhasil menangkap mahasiswa papua kawan nyamuk di asrama universitas mataram dengan melakukan pemukulan, kriminalisasi, rasisme dengan sebutan anjing papua,monyet papua dan sejenisnya. 

1.https://tirto.id/goEQ?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Shar

2.Dukung Penangkapan Ketua AMP Lombok, Aliansi Mahasiswa Papua Kutuk Keras Rektor Universitas Mataram

https://www.suara.com/news/2022/02/07/211809/dukung-penangkapan-ketua-amp-lombok-aliansi-mahasiswa-papua-kutuk-keras-rektor-universitas-mataram

Selanjutnya pada tanggal 5 februari 2022 rektor universitas mataram dan wakil rektor universitas mataram mengeluarkan pernyataan konyol dengan mengatakan mahasiswa papua memberikan ancaman DO melalui media radar lombok. 

Unram Pecat Oknum Mahasiswa Pengibar Bendera OPM https://radarlombok.co.id/unram-pecat-oknum-mahasiswa-pengibar-bendera-opm.html

4).pada tahun 2021 lapak baca dan diskusi yang diadakan oleh kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Kota lombok dan pusat perjuangan mahasiswa untuk pembebasan nasional (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram di samping fakultas farmasi universitas mataram dengan tema; “Berikan Hak Menentukan Nasib Sendiri Bagi Bangsa West Papua”. Lagi-lagi dihadang, di intimidasi,dikriminalisasi, diancam, diusir dan dibubarkan paksa oleh security direktorat, intelijen polda NTB dan birokrasi kampus universitas mataram. 

5).pada tanggal 17 februari 2022 kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram mengadakan lapak baca dan diskusi di fakultas hukum universitas mataram dengan tema: “Otsus Jilid II dan DOB papua untuk siapa”?? Sebelum dimulai langsung dihadang, intimidasi, kriminalisasi dan membubarkan paksa oleh security, intelijen polda NTB dan birokrasi kampus dengan alasan tidak ada surat izin.

6).pada tanggal 30 november 2022 pengusiran terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di kantin FKIP Unram oleh kepala security FKIP dan intelijen polda NTB. 

Singkat cerita pukul 03.00 wita datanglah kepala security FKIP dan dia sudah setel kamera untuk mengambil  gambar dan video nyamuk dan kawan Hans sedang makan kantin FKIP Unram. Setelah segera itu,kawan nyamuk tegur kepala security bapak tadi kenapa ambil  foto kita, apakah disini kita buat porno atau?Tapi kepala security menyampar leher kawan nyamuk dengan alasan jangan tuduhan sembarangan? disaksikan oleh para mahasiswa yang sedang makan tapi kawan nyamuk tidak balas melainkan minta hp agar bisa pastikan atau  melihat hp tersebut apakah memang benar bapak ambil  foto kita atau tidak? 

Akan tetapi dia tidak mau kasih hp dengan alasan privasi seseorang, nyamuk bertanya lagi bapak tahu tentang privasi seseorang tapi kenapa bapak bisa ambil foto kami apakah bapak tidak melanggar hak privasi kami? dia angkat meja untuk pukul kawan nyamuk.nyamuk kamu bukan mahasiswa disini segera keluar dari sini, sementara kita belum bayar makanan dan juga kawan-kawan Indonesia kampus lain tapi mereka sedang makan dikantin kenapa tidak diusir hanya kawan  nyamuk dan kawan hans yang diusir? kawan  dari jakarta juga diinterogasi dan ancaman bahkan minta KTP dan sebagainya. 

pukul 3.30 wita kepala security telepon polda Ntb dan birokrasi kampus untuk membubarkan nyamuk dan kawannya yang sedang makan. Nyamuk bersikeras bahwa jika tanpa alasan yang tidak jelas untuk mengusir kami,kami tidak akan keluar dari sini karena kami menilai bahwa kelakuan bapak ini merupakan kriminalisasi dan rasisme.mengapa kriminalisasi dan rasisme?? Karena disini banyak mahasiswa tapi kenapa hanya kami mahasiswa papua saja yang diusir atau bapa pikir kami mahasiswa papua adalah kriminal atau penjahat? 

Pada akhirnya kawan hans  ambil hpnya kepala security lalu buka HP begini memang benar adanya foto nyamuk  di dalam galeri dan lalu kawan hans tanya bapa ambil foto atau video tanpa izin atau ambil foto tersembunyi ini tujuannya apa? saya diperintahkan untuk ambil foto nyamuk dan kawan-kawan. Perintah dari atasan, atasan  bapa itu siapa? Intelijen polda Ntb ujar kepala security.________

MENGUTUK dan MENGECAM KERAS KEPALA SECURITY FKIP UNRAM YANG KRIMINALISASI DAN MENGUSIR NYAMUK dan  KAWAN-KAWAN DI KANTIN FKIP. 

7).pada tanggal 13 november 2022 kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota lombok yang sedang melakukan pembacaan situasi di depan perpustakaan universitas mataram pada pukul 20.30 wita di represif, dikriminalisasi,di rasisme, diintimidasi,diancam,diteror dan bubarkan paksa oleh Rektor universitas mataram Prof.Bambang bersama TNI-Polri, intelijen dan preman reaksioner bayar kampus. 

pernyataan sikap bahwa;

1.Mengutuk dan mengancam keras Rektor Universitas Mataram, yang terlibat langsung MengKriminalisasi terhadap mahasiswa papua dan harus bertanggung jawab ikut serta Kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua. 

2.Hentikan pembungkaman ruang kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan Solidaritas indonesia. 

2.copot MOu  Polda Ntb dengan birokrasi Universitas Mataram. 

3 .berikan seluas-luasnya kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia yang membela HAM. 

4.tangkap dan adili Intelijen polda Ntb yang kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram 

5.Adili Dosen cabul 

7.Stop intimidasi dan kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia NTB kota mataram. 

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Mataram. 

Catatan: 

1.kejahatan kriminalisasi,intimidasi, teror, represif dan rasisme ini.Tolong sebarkan luaskan dengan Landasan hukum:

1.Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.”m

2.UUD 1945 

Pasal 28F

MENGUTUK DAN MENGECAM KERAS REKTOR UNRAM DAN POLDA NTB YANG MELAKUKAN KRIMINALISASI DAN RASISME TERHADAP MAHASISWA PAPUA 

https://tirto.id/goEQ?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Share 

8).pada tanggal 14 november 2022 kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia aksi protes kejahatan fasisme, kejahatan represif, kejahatan represif, kejahatan kriminalisasi dan kejahatan ancaman yang dilakukan oleh Rektor universitas mataram pada malam tersebut. Aksi protes kejahatan rasisme adalah di depan rektorat universitas mataram namun,dibungkam, kriminalisasi, rasisme, intimidasi, teror pembubaran massa aksi dan bahkan menangkap massa aksi tersebut dan bawa masuk dalam ruang rektorat universitas mataram untuk interogasi serta buat surat pernyataan agar tidak mengulang aksi,diskusi dan bergaul dengan mahasiswa papua.kawan-kawan ditangkap dan diinterogasi dalam ruang rektorat universitas mataram adalah Kawan Benjos PEMBEBASAN kolkot mataram, alpin PEMBEBASAN,kawan Rimba PEMBEBASAN dan kawan Yesaya Gobai Aliansi Mahasiswa Papua.selama 6 jam ditahan dalam ruang rektorat universitas mataram oleh Polda NTB, rektor Unram dan alat-alat represif brutal negara lainnya.

Adapun barang-barang yang dirampas oleh birokrasi kampus universitas mataram dalam hal rektor universitas mataram adalah sebagai berikut:

1.jas almamater milik nyamuk 

2.Menghapon 

3.pamflet 2 dan spanduk 1.

pernyataan sikap bahwa;

1.Mengutuk dan mengancam keras Rektor Universitas Mataram, yang terlibat langsung MengKriminalisasi terhadap mahasiswa papua dan harus bertanggung jawab ikut serta Kriminalisasi terhadap mahasiswa Papua.

2.Hentikan pembungkaman ruang kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan Solidaritas indonesia.

2.copot MOu Polda Ntb dengan birokrasi Universitas Mataram.

3 .berikan seluas-luasnya kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia yang membela HAM.

4.tangkap dan adili Intelijen polda Ntb yang kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram

5.Adili Dosen cabul

7.Stop intimidasi dan kriminalisasi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia NTB kota mataram.

8.pecat security kampus yang melakukan pemukulan dan represif terhadap mahasiswa Papua dan Solidaritas indonesia di universitas mataram.

9.Rektor universitas mataram segera kembalikan barang-barang milik massa aksi yang dirampas dan disita berupa; Spanduk, satu poster, almamater dan toa yang dirampas oleh birokrasi kampus universitas mataram.

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Mataram.

Demikian Pernyataan Sikap dan kronologis ini,kami buat dan kami sampaikan kepada kawan-kawan sekalian yang peduli dengan tentang kemanusiaan dan tentang keadilan. Kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasamanya.

Wa..wa .wa..wa..

Medan juang, 14 november 2022

Melawan kriminalisasi dan rasisme!!

Panjang umur hal-hal baik!

Jumlah alat kekerasan negara 100 orang lebih.

Jumlah massa aksi hanya 12 orang.

BIROKRASI KAMPUS UNIVERSITAS MATARAM MENANGKAP DAN KRIMINALISASI MAHAWISWA PAPUA dan SOLIDERITASN INDONESIA

8).Pada tanggal 21 Februari 2023 lagi-lagi terjadi rasisme, kriminalisasi, teror, intimidasi, represif dan pembubaran paksa  terhadap Kawan-kawan Mahasiswa Papua bersama kawan-kawan Front Muda Revolusioner (FMR) Mataram, Perkumpulan Mahasiswa Progresif (PMP) Mataram, Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) Kolkot Mataram dan Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok serta mahasiswa umum yang tergabung dalam Komite Persiapan International Women Day (KPIWD) Mataram, yang menggelar lapak baca dan diskusi di intimidasi, dikriminalisasi,diancam,diusir dan dibubarkan paksa oleh security rektorat universitas mataram bersama intelijen polda Ntb di depan akademik fakultas hukum universitas mataram dengan tanpa alasan yang jelas.

pernyataan sikap bahwa:

1.Rektor universitas mataram hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan pembunuhan karakter mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

2.Rektor universitas mataram stop! Kerja sama dengan polda NTB untuk kriminalisasi, intimidasi, teror, represif dan menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

3.Rektor universitas mataram hentikan! pembungkaman ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

4.Rektor universitas mataram stop! Memasang security, intelijen, preman dan pedagang kantin untuk mengambil gambar-gambar mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

5.Rektor unram bersama security kampus dan intelijen polda NTB hentikan pemeriksaan identitas privasi mahasiswa di unram dengan ancaman,intimidasi dan teror terhadap mahasiswa solidaritas indonesia.

6.Rektor universitas mataram segera menjamin ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

7).Rektor Unram stop! Memperkosa UUD 1945 pasal 28E tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum dan serta rektor Unram hentikan perkosaan terhadap uu no.12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus. 

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dan kami sampaikan kepada Rektor universitas mataram dan polda Ntb agar segera dapat hentikan kriminalisasi,intimidasi, teror dan pembunuhan karakter mahasiswa Papua dan Solidaritas Indonesia di Universitas Mataram atau provinsi nusa tenggara barat. 

Medan juang,21 februari 2023

1.https://diptapapua.com/siaran-pers-amp-kk-lombok-kecam-represifitas-yang-dilakukan-otoritas-kampus-unram-terhadap-sejumlah-mahasiswa-yang-lakukan-lapak-baca/

2.https://suaraapiperlawanan.com/fasisme/aliansi-mahasiswa-papua-komite-kota-amp-kk-lombok-mengecam-keras-kepada-rektor-unram-melalui-security-dan-intelijen-yang-represif-dan-pembubaran-paksa-kawan-kawan-komite-persiapan-interna/

9).pada tanggal 22 februari 2023 lagi-lagi terjadi rasisme, kriminalisasi dan pengusiran terhadap kawan nyamuk, kawan wire dan kawan ibhas dikantin FKIP Unram oleh kepala security FKIP Unram bersama intelijen polda Ntb.

pernyataan sikap bahwa:

1.Mengutuk dan mengancam keras kepala security FKIP Unram yang mengambil foto, intimidasi dan mengusir nyamuk dan kawan-kawannya. 

2.Rektor universitas mataram hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan pembunuhan karakter mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

3.Rektor universitas mataram stop! Kerja sama dengan polda NTB untuk kriminalisasi, intimidasi, teror, represif dan menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

4.Rektor universitas mataram hentikan! pembungkaman ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

5.Rektor universitas mataram stop! Memasang security, intelijen, preman dan pedagang kantin untuk mengambil gambar-gambar mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

6.Rektor unram bersama security kampus dan intelijen polda NTB hentikan pemeriksaan identitas privasi mahasiswa di unram dengan ancaman,intimidasi dan teror terhadap mahasiswa solidaritas indonesia.

7.Rektor universitas mataram segera menjamin ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

8..Rektor Unram stop! Memperkosa UUD 1945 pasal 28E tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum dan serta rektor Unram hentikan perkosaan terhadap uu no.12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus. 

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dan kami sampaikan kepada Rektor universitas mataram dan polda Ntb agar segera dapat hentikan kriminalisasi,intimidasi, teror dan pembunuhan karakter mahasiswa papua dan Solidaritas Indonesia di lingkungan Universitas Mataram atau provinsi nusa tenggara barat. 

Medan juang,22  februari 2023

1.https://suaraapiperlawanan.com/fasisme/amp-kk-lombok-mengutuk-dan-mengecam-keras-kepala-security-fkip-unrammengusir-nyamuk-dan-dua-kawan-solidaritas-indonesia-yang-sedang-makan-dikantin-fkip-unram/

2.https://diptapapua.com/makin-otoriter-kepala-security-fkip-unram-usir-seorang-aktivis-mahasiswa-papua-dan-kawan-solidaritas-yang-sedang-makan-di-kantin/

 

9).kriminalisasi, intimidasi dan teror terhadap mahasiswa papua dilakukan oleh rektorat universitas mataram pada hari senin, 27 februari 2023.

Pernyataan sikap bahwa:

1.Rektor universitas mataram hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan pembunuhan karakter mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

2.Rektor universitas mataram stop! Kerja sama dengan polda NTB untuk kriminalisasi, intimidasi, teror, represif dan menangkap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

3.Rektor universitas mataram hentikan! Pembungkaman ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

4.Rektor universitas mataram stop! Memasang security, intelijen, preman dan pedagang kantin untuk mengambil gambar-gambar mahasiswa papua dan solidaritas indonesia. 

5.Rektor unram bersama security kampus dan intelijen polda NTB hentikan pemeriksaan identitas privasi mahasiswa di unram dengan ancaman,intimidasi dan teror terhadap mahasiswa solidaritas indonesia.

6.Rektor universitas mataram segera menjamin ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

7).Rektor Unram stop! Memperkosa UUD 1945 pasal 28E tentang kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat, uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan berpendapat dimuka umum dan serta rektor Unram hentikan perkosaan terhadap uu no.12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus. 

8).Wrlll bapak Dr. Sujita segera hentikan kriminalisasi, intimidasi dan teror terhadap saudari Nursuciati yang hanya melihat-lihat buku-buku yang disediakan oleh nyamuk dan kawan-kawannya pada tanggal 21 februari 2023 lalu.

9).Rektor Unram segera hentikan! memasang Preman reaksioner untuk memantau, mengawasi, mengawal, represif, kriminalisasi dan teror terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia dilingkungan kampus universitas mataram. 

Demikian kronologis dan pernyataan sikap ini kami buat dan kami sampaikan kepada kawan-kawan solidaritas Indonesia, rakyat papua dan solidaritas komunitas internasional kami mengharapkan atas dukungan,advokasi dan kerja sama dari semua pihak. Kami ucapkan banyak berterima kasih!.

Wa..wa..wa..wa..waaa

Medan Juang Senin,27 februari 2023

1.https://suaraapiperlawanan.com/fasisme/amp-kk-lombok-mengutuk-dan-mengecam-keras-rektorat-universitas-mataram-intimidasikriminalisasi-dan-teror-terhadap-mahasiswa-papua-di-unram/

10).Pada tanggal 8 maret 2023 massa aksi dari Komite IWD Mataram menggelar mimbar bebas di jalan lintas pemuda pintu keluar universitas mataram lagi-lagi direpresif, dikriminalisasi, diancam dan menangkap massa aksi mimbar bebas oleh security dan intelijen polda NTB

Kronologis singkat:

Pukul 09.00 Wita, massa Komite berkumpul di sekitar Pos Satpam, Jalan Pemuda, Gomong. Selama satu jam, Komite IWD memantau keadaan. Satu jam kemudian, mimbar bebas dibuka dengan membagikan selebaran ‘Seruan Pembebasan Perempuan’ dan ‘Solidaritas untuk Bangsa Tertindas’ terhadap para pengendara. Setelah 10.00 WITA, orasi mulai dilakukan. Ernesto Sen menjelaskan bagaimana kondisi perempuan hari-hari ini: “mereka berada dalam penderitaan mengerikan.” Krisis kapitalisme telah mengonggokkan jumlah perempuan dalam pabrik, tapi dengan gaji rendah, kondisi kerja buruk, sehingga menyulitkan mereka di tengah-tengah kehidupan keluarga yang mendomestikasi mereka.

Selanjtutnya orasi politik dilanjutkan oleh kawan wan lix menjelaskan mengenai krisis kapitalisme, Wan Lix bukan sekadar menyinggung mengenai seksisme tapi juga militerisme. Bercokolnya para jenderal-jenderal bisnis di tubuh Pemerintah Jokowi-Ma’ruf bukan saja meningkat otoritas militer, tapi juga operasi-operasi tempur di tanah Papua. Sejak 1961, pasukan organik dan non-organik dikirim untuk mengamnkan aneka bisnis badan orang-orang bersenjata ke sana. Pelanggaran-pelanggaran HAM menjulur sampai hari-hari ini. Korban-korban beranggokan rupanya. Perempuan, ibu-ibu dan anak-anak menjadi sararan penindasan utama. Mereka disingkirkan, dilemahkan dan dihancurkan supaya corak-corak perekonomian tradisional pra-kapitalis tergantikan segera. Ketidakberimbangan perkembangan kapital yang mendorong ekspor kapital dari negeri kaya-kapital ke negeri miskin-kapital memekarkan persoalan kebangsaan Papua. Di tengah krisis kapitalisme, masalah kebangsaan bertambah tajam: daerah-daerah operasi militer meluas paralel dengan pembukaan dan pendalaman eksploitasi kekayaaan alam dan tenaga produktif untuk mengamankan akumulasi kapitalisme. Sementara bagi kaum muda Papua yang berada di negeri pengekspor kapital dibombardir dengan rasisme. Demikianlah diskriminasi-diskriminasi rasial terhadap mahasiswa Papua meningkat. Di Unram, aktivis-aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Lombok ditekan, diintimidasi, dan diisolir. Adalah Nyamuk Karunggu yang menjadi salah satu korbannya. Sejak Aksi 1 Desember 2019 untuk memperingati Hari Kemerdekaan Papua, dirinya bukan saja menjadi sasaran kriminalisasi dan perlakuan brutal dari negara, polisi dan tentara, hingga aparatus-aparatus Unram.

Isolasi terhadap AMP Lombok, Nyamuk, serta seluruh kaum muda radikal Papua berlangsung sampai sekarang. Pada aksi peringatan IWD 2023, keterlibatan Nyamuk dalam gerakan bahkan menjadi motif utama kenapa intel, satpam, hingga birokrasi kampus merepresi Komite IWD Mataram 2023. Di tengah orasi yang mulai mendalam, maka dari dalam lingkungan Unram intel-intel kepolisian dan satpam-satpam terlihat kepanasan. Sejak 10.25 WITA, mereka memantau jalannya aksi dengan mondar-mandir menggunakan motor dan mobil patroli. Sekitar lima menit kemudian, pasukan keamanan mulai mendekati massa dan menghentikan orasi-orasi karena intel pun memprovokasi satpam untuk melangsungkan pembubaran paksa. Sekitar 30 satpam lantas mengepung massa dan aksi kontan direcoki: orasi Wan Lix dihentikan, anggota-anggota Komite diintimidasi, selebaran dan kain spanduk direbut, dan literatur-literatur yang dijajakan di sekitar titik api disita. Masing-masing satu eksemplar buku berjudul “Kritik Marxisme terhadap Anarkisme”, “Akar Ideologi Kekalahan PKI”, dan “Sosialisme dan Hak Bangsa Menentukan Nasib Sendiri” direnggut. Koran-koran, jurnal, dan buklet diremas dan dirobek: 2 eks Jurnal Dialektika III dan 1 eks Koran Revolusioner edisi 21 rusak parah; 4 eks Jurnal Dialektika II dan 6 eks Koran Revolusioner edisi 19-22 rusak-ringan.

Pukul 10.40-11.18 WITA, massa dan satpam-satpam berada dalam ketegangan: obrolan tajam, tarik-menarik literatur, adu-dorong, hingga penyeretan dan pemukulan oleh satpam. Di tengah situasi inilah Nahwa diseret diam-diam untuk dimasukan ke mobil patroli dan dibawa ke Pos Satpam di halaman Rektorat Unram. Dalam proses penyeretan, korban dipiting, dicekik, dipukul, dan ditendang, hingga dada sebelah kirinya memar, hidungnya tergores meneteskan darah, dan jidadnya membengkak. Tiba di ruangan satpam, dirinya kontan diinterogasi oleh pimpinan satpam dan intel-intel. Dirinya tak sekadar disudutkan dan terus-menerus dicarikan kesalahannya, tetapi juga dibongkar identitasnya hingga dipaksa membuat pernyataan bahwa aksi yang dia ikuti seiras kriminalitas yang bisa dihukum dan tidak boleh diulangi. Baru 11.30 WITA, Komite IWD Mataram 2023 mengetahui kalau Nahwa telah ditangkap. Akhirnya amarah massa tersulut dan orasi-orasi dilanjutkan. Nyamuk Karunggu berorasi menuntut pembebasan kawannya segera. Sementara satpam terus-menerus berusaha membatasi dan menghentikannya. Mendapati perlakuan satpam yang semakin kasar dengan personilnya yang terus bertambah, Komite akhirnya mengakhiri orasi Nyamuk dan sesegera mungkin bernegosiasi dengan satpam untuk membebaskan Nahwa.

Pukul 11.50 WITA, Izul diperkenankan satpam untuk ke tempat penahanan Nahwa. Sesampai di lokasi, Nahwa terlihat sangat disudutkan dan terus-menerus dipaksa membuat pernyataan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya. Di lokasi, satpam mengakui bahwa pembubaran paksa, serangan fisik, pengrusakan literatur, dan penyitaan perangkat-keras aksi yang mereka lakukan berdasarkan perintah untuk mengisolasi AMP dari gerakan buruh, perempuan pekerja dan muda Indonesia. “Kalian dibubarkan karena ada Nyamuk di saat aksi,” ucap Kepala Satpam. Nyamuk bagi Polda NTB, Rektor Unram dan aparat-aparatnya merupakan ancaman dan distigmatisasi seiras teroris yang telah mencemarkan nama Unram. Selain mengakui motif utamanya, lama-lama berbicara dengan satpam, kami masuk lebih dalam; kami menceritakan tentang keberadaan sosial sebagai pekerja-upahan dan satpam ikut bercerita dan membenarkan kondisi-kondisi kelas pekerja. Semakin dalam pembicaraan, maka beberapa di antaranya pun mengaku kalau mereka sebenarnya tidak ingin membubarkan diskusi dan aksi Komite IWD Mataram, tetapi otoritas dan hierarki institusi pendidikan borjuis menekan satpam untuk melakukannya dengan mengabaikan pertimbangan-pertimbangan rasional. Akhirnya mimbar bebas memperingati IWD 2023 disikatnya secara brutal.

Kami, Komite IWD Mataram 2023, menuntut:

1. Berikan jaminan kebebasan akademik di Unram.

2. Batalkan MoU Unram dengan Polda NTB dan hentikan militerisasi satpam.

3. Cabut Perpu Ciptaker.

4. Tolak KUHP Reaksioner.

5. Sahkan RUU PPRT.

6. Kurangi hari kerja dan naikan upah buruh.

7. Berikan HMNS bagi Bangsa West Papua.

Medan Perjuangan Kelas, 09 Maret 2023

Komite International Women’s Day (IWD) Mataram 2023

https://percikkanapi.data.blog/2023/03/09/komite-iwd-mataram-lawan-seksisme-dan-rasisme-di-unram/

11).pada tahun 2019-2023 ancaman nilai terhadap kawan nyamuk mahasiswa papua yang sedang menimba ilmu di Universitas Mataram antara lain adalah pada tahun 2019 salah satu dosen mengancam kawan nyamuk dengan melarang membicarakan persoalan papua di dalam kelas jika kawan nyamuk terus-terusan membicarakan persoalan bangsa papua maka nilai tidak dikasih,mata kuliah pancasila. Salah satu dosen hukum humaniter internasional terkait dengan perdebatan konvensi Jenewa tahun 1949 tentang perlindungan terhadap HAM dalam combatan senjata,maka setelah segera itu, nyamuk langsung tersinggung terhadap pemerintah Indonesia melakukan kejahatan pelanggaran terhadap bangsa west papua papua melalui dari tahun 1970-an sampai sekarang tidak mematuhi hukum humaniter internasional dan perjanjian internasional tentang hak sipil dan politik yang dimana pemerintah Indonesia tidak indahkan bagi rakyat Papua Barat. Maka dosen tersebut langsung mengusir kawan Nyamuk dari kelas dengan alasan papua sudah sah masuk dalam Indonesia serta ancaman tidak memberikan nilai.salah pada tanggal 8 maret 2023 salah satu Prof.Dr dosen fakultas hukum universitas mataram mengancam kawan nyamuk dengan jangan debat dengan dosen dengar saja, ini bukan papua tapi disini adalah lombok indonesia jangan bawa-bawa cara-cara mahasiswa papua.awas hati-hati kalau saya lihat kamu di jalan dan saya tidak kasih nilai.ini perdebatan persoalan papua perjanjian New York Agreement, Roma Agreement, perjanjian kontrak karya PT Freeport Papua tidak demokratis dan melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. Mata kuliah adalah hukum jaminan atau perjanjian. 

selain itu, polda Ntb dan rektor universitas mataram memasang alat-alat negara untuk kriminalisasi, intimidasi, teror, represif dan memfoto mahasiswa papua di dalam lindungan kampus universitas mataram ini dibuktikan dengan ketika mahasiswa papua keluar masuk dalam kampus selalu dikawal ketat oleh security kampus sambil ambil foto ambil foto mahasiswa papua bukan hanya dari security kampus melainkan dari mahasiswa yang sudah dipasang sama rektor Unram dan juga termasuk birokrasi kampus universitas mataram itu sendiri. 

Rektor universitas mataram bersama birokrasi kampus lainnya memberikan stigma-stigma buruk kepada kawan-kawan mahasiswa Indonesia lainnya agar mereka tidak berteman atau bergaul dengan mahasiswa papua dengan tuduhan mahasiswa radikal, teroris dan segala jenis pelabelan lainnya.

Dengan atas fakta-fakta kejahatan kemanusiaan kriminalisasi, rasisme, represif dan pembungkaman ruang kebebasan akademik terhadap mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram.

Maka kami  Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Lombok memohon dan menseruhkan kepada kawan-kawan kepada solidaritas Indonesia,kepada kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) 14 Komite Kota dan pusat se-indonesia,kepada kawan-kawan Amnesty International Australia,kepada Kawan-kawan LBH Papua, kepada kawan-kawan solidaritas komunitas internasional dan kepada Kawan-kawan solidaritas kemanusiaan dan keadilan se-dunia. Memberikan tekanan kepada pejabat petinggi kampus universitas mataram dan polda Ntb agar segera hentikan kriminalisasi, intimidasi, teror dan pembungkaman ruang kebebasan akademik bagi mahasiswa papua dan solidaritas indonesia di Universitas Mataram. 

Demikian Rilis ini,kami buat dan kami sampaikan kepada kawan-kawan sekalian yang peduli dengan tentang kemanusiaan dan tentang keadilan kami ucapkan terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasamanya!.

Medan juang, 9 maret 2023

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional papua barat!

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP KK) Lombok.

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Top