Selamat Memperingati Hut AMP-KK Lombok Ke-2 Tahun dan Menolak Lupa: Kejahatan Penangkapan Mahasiswa Papua Sewenang-wenang Oleh Polda NTB.


H          “Hut AMP-KK Lombok ke-2 tahun”

“Ingatan sosial bukan sekedar sejarah, ia adalah ingatan yang menagih agar kejahatan masa lalu diselesaikan secara adil”.(Paul Ricoeur).

“Bila tiang utama sistem adalah hidup dalam kebohongan, maka tak mengherankan apabila ancaman utamanya adalah hidup dalam kebenaran.” (Vaclav Havel)

“Segala sesuatu yang dilakukan oleh kaum tertindas adalah benar.” (George Orwell)

Saya selalu berpikir bahwa kebaikan itu hanya tindakan yang indah (Russell).

Kami bersaksi: keadilan di negeri ini nampak sukar sekali dicapai. Karena oleh kekuasaan keadilan disulap jadi komoditi. Menjadi barang dagangan maka keadilan dapat diperjual-beli. Hanya pembeli-pembelinya adalah mereka yang menindas, menghisap, dan kaya saja. Sementara bagi yang tertindas, terhisap, dan miskin keadilan ibarat angan-angan semata.

Dimonopoli oleh kelas penguasa, penegakkan ketertiban dan keamanan telah lama berubah jadi sarana kekerasan, kebohongan dan pembodohan. Sejarah kelam pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan kemanusiaan di negeri ini menjelaskan demikian. Bahwa kekuasaan modal dan negara, beserta elit-elit borjuasinya menjadi penyeru kekerasan, kejahatan, dan ketidakadilan.

1 Tahun yang lalu: 1 februari 2022  merupakan menjadi saksi atas kebrutalan dan keculasan kelas yang bermilik dan berkuasa. Melalui alat-alat represi fisik, hukum, dan ideologinya kami diteror, diintimidasi, dibatasi, dibungkam, dikepung,disisir, dikejar, dipukul, ditendang, ditangkap, ditahan, diinterogasi, difitnah, dihina, hingga terisolir dalam membangun gerakan mahasiswa, persatuan kerakyatan, dan membesarkan organisasi.Kini nampak kalau kami sudah berjarak dari peristiwa itu selama 1 tahun lamanya. dan hari ini,tanggal 1 februari 2023 merupakan hari ulang tahun AMP-KK LOMBOK yaang Ke-2 Tahun. AMP-KK lombok dibentuk pada tanggal 1 februari 2021 dikota mataram. AMP-KK LOMBOK didirikan kota lombok untuk membicarakan persoalan penindasan nasional, persoalan rasisme, persoalan kriminalisasi, persoalan kemanusiaan, persoalan ketidakadilan dan persoalan pembebasan nasional bagi bangsa west papua berdasarkan hukum internasional yang mengatur tentang hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jajahan dan juga konstitusi negara republik indonesia yang telah menjamin dalam UUD 1945 alinea pertama menyatakan bahwa setiap bangsa berhak Merdeka. 

Masa depan yang lebih baik adalah bangsa yang bebas dari segala bentuk penindasan, kriminalisasi rasisme, fasisme, represif, pembungkaman ruang kebebasan akademik, pembungkaman, penahanan,pemenjaraan,penculikan, pemerkosaan dan pembunuhan (van apeldoorn-surya).

mau mendapatkan sebuah kebebasan orang harus mentaruhkan hidup,memang seorang disebut orang tapi kalau tidak mentaruhkan hidupnya tidak diakui sebagai orang (kesaksian Hegel)  percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini terus bergerak: setiap kehidupan individu, alam, sejarah, dan masyarakat.

1 tahun yang lalu,Kami kibarkan bendera bintang kejora di lapangan rektorat universitas mataram itu merupakan mengangkat dan menunjukkan jati diri kami bangsa west papua,bendera kami,identitas kami dan nasionalisme rakyat dan bangsa west papua yang dihancurkan dan dihilangkan oleh rezim soekarno melalui maklumat Trikora pada 19 desember 1961.trikora atau tri Komando rakyat di alun-alun yogyakarta utara merupakan awal mula penjajahan kolonialisme indonesia di atas tanah west papua. Tujuan daripada pembentukan Trikora adalah untuk membubarkan atau menghapuskan bangsa west papua yang telah merdeka pada tanggal 1 desember 1961  secara defacto dan dejure bahkan siarkan berita kemerdekaan bangsa West Papua di tiga negara yaitu; Belanda, Inggris dan Australia. 

Bangsa West Papua juga memiliki simbol-simbol kenegaraan seperti bendera kebangsaan adalah bintang Kejora.lagu kebangsaan adalah hai tanahku papua.lambang negara adalah burung mambruk.mata Uang papua adalah golder papua.semboyan adalah One People One Soul.wilayah negara  papua adalah Sorong to samarai dan bangsa west papua juga memiliki parlemen dan kepolisian papua (VK) atau polisi relawan papua.

Namun, reaksi dari presiden soekarno mengeluarkan Trikora di atas tersebut dan soekarno mengangkat Soeharto sebagai panglima operasi Trikora atau panglima perang di irian barat (papua) operasi bukan hanya bubarkan negara papua akan tetapi membantai  dan membunuh rakyat west papua lebih dari 10.000 juta jiwa yang korban ditangan kolonialisme indonesia. adapun isi Trikora ada tiga yaitu:

1).bubarkan negara papua boneka buatan belanda 

2.kibarkan sang merah putih dirian barat (papua)

3.bersiaplah mobilisasi umum dan  guna mempertahankan tanah air indonesia.

Operasi selanjutnya adalah operasi mandala operasi Trikora dan operasi mandala memakan banyak nyawa rakyat west papua ditangan kolonialisme indonesia dan militerisme indonesia dan bahkan orang-orang papua sebagian pengungsi ke negara tetangga yaitu papua new guinea, fuji, Solomon, vanuatu, samoa dan sampaikan sebagian pengungsi ke belanda untuk menyelamatkan diri dari kekejaman dan kejahatan negara kolonialisme indonesia melalui TNI-Polri pada masa itu. Operasi militer lainnya yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Indonesia adalah operasi Trikora, operasi mandala, operasi rajawali, operasi kasuari, operasi matoa,operasi pangkas, operasi teritorial, operasi koteka, operasi Mapenduma, operasi sadar bawah,operasi senyum dan sebagainya. 

Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962 ilegal bagi Bangsa West  Papua 

Perjanjian New York adalah perjanjian yang dilakukan dalam rangka memindahkan kekuasaan atas Irian Barat(Papua)  dari tangan Belanda ke Indonesia. Perjanjian New York dilakukan atas prakarsa Ellsworth Bunker karena melihat pertempuran memperebutkan Irian Barat tidak kunjung berakhir. Salah satu hasil dari perjanjian New York adalah gencatan senjata dan penyerahan kekuasaan atas Irian Barat dari Belanda ke Indonesia. Dalam hal ini proses penandatanganan perjanjian ini disaksikan oleh Sekretaris Jenderal PBB U Thant dan Ellsworth Bunker di markas besar PBB.

Masalah ini bermula ketika Belanda berjanji akan menyelesaikan masalah Irian Barat selambat-lambatnya dalam waktu satu tahun saat pengakuan kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag tanggal 2 November 1949, namun sampai 12 tahun kemudian yaitu tahun 1961, masalah ini tak kunjung selesai.

Ini membuat Republik Indonesia mengambil langkah-langkah penting dalam rangka membubarkan bangsa west papua dari tangan Belanda. Langkah-langkah yang ditempuh ada 3 yaitu langkah diplomasi, langkah konfrontasi dan operasi militer.

Perundingan Langsung Dengan Belanda

Langkah diplomasi untuk mengambil tanah papua  dari tangan Belanda sudah dilakukan jauh-jauh hari dari kabinet Natsir dan kabinet selanjutnya. 

1.Upaya Diplomasi PBB

Upaya diplomasi ini dilakukan setelah perundingan langsung dengan Belanda tidak berhasil, Kabinet Ali Sastroamidjojo  membawa masalah Irian Barat ini ke forum PBB namun tidak membuahkan hasil. Selanjutnya kabinet Burhanuddin melanjutkan usaha kabinet sebelumnya untuk membawa masalah Irian Barat ini ke dalam sidang Majelis Umum PBB.

Belanda menanggapi usaha ini dengan cara menyakinkan PBB bahwa persoalan Irian Barat merupakan masalah bileteral antara Indonesia dan Belanda. Tentunya pernyataan Belanda ini dikecam oleh Indonesia, sehingga pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo II, seluruh isi dari Konferensi Meja Bundar batalkan. Diplomasi di PBB gagal karena Indonesia belum mendapat dukungan dari 2/3 anggota Majelis Umum PBB yang hadir pada sidang tersebut.

2.Langkah Konfrontasi

Pada tahun 1956 Belanda tetap tidak ingin mengembalikan Irian Barat dan bersikeras ingin menguasainya, karena itu Indonesia mencoba menghadapi sikap Belanda melalui langkah konfrontatif secara bidang ekonomi.

Indonesia lalu mengirim wakilnya yaitu Anak Agung Gde Agung untuk merundingkan masalah Finansial Ekonomi dengan perwakilan Belanda di Jenewa pada tanggal 7 Januari 1956. Namun, persetujuan ini ditolak  oleh Belanda, sehingga pada tanggal 13 Februari 1956 Kabinet yang dipimpin oleh burhanuddin Harahap membubarkan uni Indonesia-Belanda secara sepihak. Ini terpaksa dilakukan karena Belanda menolak persetujuan Finansial Ekonomi di Jeneva.

3.Operasi Militer

Operasi Militer ditempuh karena cara damai yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia semuanya gagal. Operasi Militer dilakukan dengan dibentuknya Trikora dan pembentukan Komando Mandala dalam rangka pembebasan menguasai wilayah papua, tugas komando Mandala adalah sebagai berikut:

Merencanakan persiapan untuk operasi militer dalam rangka merebut irian barat ke tangan Indonesia.

Mengembangkan kondisi militer di Irian Barat.

Adapun Isi Perjanjian New York

1.Paling lambat pada tanggal 1 Oktober 1962 Belanda menyerahkan Irian Barat kepada United Nation Temporary Executive Authority “(UNTEA)”.

2 Pemerintah sementara PBB akan menggunakan tenaga asal Indonesia, baik dari kalangan sipil maupun kalangan milter, bersama dengan putra-putra Irian Barat.

Tentara Belanda meninggalkan Irian Barat secara bertahap.

3.Pasukan Indonesia yang ada di Irian Barat tetap tinggal di Irian Barat, namun di bawah pemerintah sementara PBB.

4.Antara Irian Barat dan daerah Indonesia lainnya berlaku lalu lintas bebas seperti pada daerah lainnya.

5.Sejak tanggal 31 Desember 1962 bendera Indonesia akan berkibar di samping bendera PBB.

6.Paling lambat tanggal 1 Mei 1963 UNTEA atas nama PBB akan menyerahkan Irian Barat ke tangan Indonesia.

Perjanjian New York Agreement merupakan Perjanjian ilegal yang dibuat oleh pemerintah kolonialisme indonesia, pemerintah amerika serikat dan pemerintah belanda tanpa melibatkan rakyat West Papua yang punya tanah Papua, punya gunung, punya emas, punya hutan, punya dusun, punya air dan punya bangsa.ini adalah Perjanjian setan dan iblis untuk membunuh dan menghabiskan rakyat west papua atas nama kepentingan pembangunan nasional atas nama kepentingan kesejahteraan atas nama kepentingan politik atas nama kepentingan ekonomi dan atas kepentingan NKRI Harga Mati.perjanjian (New York Agreement) inipun rakyat dan bangsa west papua sedang dan terus menggugat karena perjanjian merupakan perjanjian kepalsuan dan kebohongan yang dibuat tiga negara asing diatas tersebut. 

Tahun yang sama pula,Perjanjian Roma(Roma Agreement) diadakan di Roma, Ibu Kota Italia pada 30 September 1962 setelah Perjanjian New York/New York Agreement pada 15 Agustus 1962. Kedua perjanjian tersebut dilakukan tanpa keterlibatan satupun wakil dari rakyat Papua pada hal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua. Berikut isi Perjanjian Roma (Roma Agreement):

Perjanjian Roma yang ditandatangani oleh Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat merupakan perjanjian yang sangat kontroversial dengan 29 pasal yang mengatur dalam perjanjian New York, yang mengatur 3 macam hal, dimana pasal 14-21 mengatur tentang Penentuan Nasib Sendiri (Self Determination) yang didasarkan pada praktek Internasional yaitu satu orang satu suara (One Man One Vote). Dan pasal 12 dan 13 yang mengatur transfer Administrasi dari Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA kepada Indonesia.

Sehingga, berdasarkan perjanjian tersebut, klaim Indonesia atas tanah Papua sudah dilakukan pasca penyerahan kekuasan Wilayah Papua Barat dari tangan Belanda kepada Indonesia melalui Badan Pemerintahan Sementara PBB UNTEA pada 1 Mei 1963. Selanjutnya Indonesia malah melakukan pengkondisian wilayah melalui operasi militer dan penumpasan gerakan pro kemerdekaan rakyat Papua. Lebih ironis, sebelum proses penentuan nasib dilakukan, tepat 7 April 1967 Freeport perusahaan pertambangan milik negara imperialis Amerika telah menandatangani Kontrak Pertama Nya dengan pemerintah Indonesia.

Klaim atas wilayah Papua sudah dilakukan oleh Indonesia dengan kontrak pertama Freeport dua tahun sebelum Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA). Sehingga, dari 809.337 orang Papua yang memiliki hak suara, hanya diwakili 1025 orang yang sebelumnya sudah dikarantina dan cuma 175 orang yang memberikan pendapat. Musyawarah untuk Mufakat melegitimasi Indonesia untuk melaksanakan PEPERA yang tidak demokratis, penuh teror, intimidasi dan manipulasi serta adanya pelanggaran HAM berat.

Keadaan yang demikian ; teror, intimidasi, penahanan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap rakyat Papua terus terjadi hingga dewasa ini diera reformasi-nya Indonesia. Hak Asasi Rakyat Papua tidak ada nilainya bagi Indonesia. Sebelum dan sesudah PEPERA yang ilegal di lakukan ada pun, DOM (Daerah Operasi Militer) di lakukan di seluruh tanah Papua, dari tujuan-nya Indonesia mengkoloni Papua Barat sebagai daerah jajahan sampai Saat ini dengan militeristik dan system yang ganas.

Maka, dalam rangka peringatan 56 Tahun Perjanjian Roma/Roma Agreement yang Ilegal, Front Rakyat Indonesia- West Papua [FRI-WP] dan Aliansi Mahasiswa Papua [AMP] menyatakan sikap politik kami kepada Rezim Jokowi-Jusuf Kala, Belanda dan PBB untuk segera :

Memberikan Kebebasan dan Hak Menentukan Nasib Sendiri sebagai Solusi Demokratis bagi Rakyat Papua.Tarik Militer (TNI-Polri) Organik dan Non-Organik dari Seluruh Tanah Papua Sebagai Syarat Damai.Tutup Freeport, BP, LNG Tangguh, MNC, dan yang lainnya, yang Merupakan Dalang Kejahatan Kemanusiaan di atas Tanah Papua.PBB harus bertanggung jawab serta terlibat aktif secara adil dan demokratis dalam proses penentuan nasib sendiri, pelurusan sejarah, dan pelanggaran HAM yang terjadi terhadap bangsa West Papua.

A.Sejarah Aliansi Mahasiswa Papua (AMP)

Orientasi Perjuangan Organisasi Gerakan merupakan turunan dari Ideologi organisasi Papua merdeka (OPM) yang menjadi ghirah/semangat perjuangan dari setiap organisasi gerakan yang menginginkan sebuah perubahan sosial, ekonomi dan politik pada suatu tatanan masyarakat. Pada posisi perjuangan politik yang dilakukan oleh AMP merupakan orientasi perjuangan organisasi mengarah pada tujuan-tujuan organisasi yang diturunkan dalam Strategi dan Taktik (Stratak) Perjuangan Politik AMP khususnya dalam Platform dan Program Politik AMP dalam perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa West Papua. 

Tujuan dari gerakan yang dilakukan oleh AMP adalah mencapai sebuah pengakuan hak Menentukan Nasib Sendiri atau Right to Self Determination bagi Bangsa west Papua yang termanipulasi dan rekayasa oleh bangsa kolonial Indonesia berbagai aspek bersama bangsa-bangsa lain yang memiliki kepentingan eksploitasi sumber daya alam papua dan penjarahan hak-hak ulayat Masyarakat Adat (MADAT) diWest Papua.

Sejarah organisasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) pertama kali dibentuk oleh mahasiswa asal Papua yang berstudi dipulau Jawa yaitu kota Daerah Istimewah Yogyakarta (Prambanan), selanjutnya secara organisasi dideklarasikan dan atau didirikan pada tanggal 30 Mei 1998 diJl. Guntur Kawi, Manggarai, Jakarta Selatan. 

 Dengan diketuai oleh Denianus Tari Wanimbo, dan sekretaris Jenderal Hendrik Ronsumbre. Organisasi ini lahir ditengah situasi represifitasnya Pemerintah Indonesia di West Papua, khsusnya diBiak, yang kita kenal dengan Peristiwa Biak Berdarah. Di Tengah situasi politik Indonesia yang mulai goyah akibat tekanan-tekanan politik dari gerakan pro demokrasi Indonesia terhadap rezim Soeharto dan mulai menguatnya tuntutan Reformasi Politik bagi sebuah perubahan yang berkeadilan serta terbukanya ruang demokrasi yang seluas-luasnya.

Aliansi Mahasiswa Papua memiliki Orientasi Perjuangan yang dengan tegas telah diatur untuk memperjuangkan Kemerdekaan West Bangsa West Papua. Perjuangan AMP adalah bagian integral dari Gerakan Pembebasan Nasional Bangsa West Papua, tidak ada orientasi lain, selain orientasi tersebut yang harus diperjuangkan dalam jangka waktu yang sangat cepat. Orientasi Perjuangan selanjutnya setelah kemerdekaan West Papua diraih kembali, maka AMP mempunyai tugas sejarah selanjutnya untuk berjuang bersama rakyat guna membentuk tatanan masyarakat West Papua yang: Demokratis Secara Politik, Adil Secara Sosial, Sejahtera Secara Ekonomi, Partisipatif Secara Budaya.

Platform AMP:“Melawan Neokolonialisme Indonesia, Melawan Neoliberalisme/Imperialisme Ekonomi Global dan Melawan Militerisme Indonesia”

Visi: Membebaskan Negeri West Papua dari Segala macam Bentuk Penindasan Penjajahan bagi Umat Manusia dan Menciptakan Rakyat West Papua yang Berdaulat secara Politik, dengan Pembentukan Negara West Papua yang Mandiri.

Nilai-Nilai Dasar: HAM (Hak Menentukan Nasib Sendiri), Demokratis, Solidaritas, Kesetaraan, Swadaya. 

AMP tersebar di pulau Indonesia dengan membentuk setiap Komite Kota dan pusat tujuannya adalah untuk menyadarkan mahasiswa serta mempelajari sejarah dan status politik Papua sekaligus memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa West Papua secara demokratis.

B.sejarah singkat tentang AMP KK Lombok

Kami pengurus Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) lombok pada Hut Amp kk lombok Ke-1 ini, kami sebagai selaku pengurus Amp-kk lombok berdasarkan atas program kerja kami selama satu tahun(sejak 1 februari tahun 2021 sampai sekarang 1 februari 2022) kami bukan hanya kerjakan program-program,melainkan 

kami juga menjaga honai kami bersama mahasiswa west papua yang bernama AMP dengan menaruhkan nyawa kami hanya karena demi honai kami agar honai kami tidak dibakar atau dirusakan atau dibubarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab baik entah itu mahasiswa Papua ataupun penguasa Indonesia.

AMP adalah honai kita  bersama untuk belajar budaya kami yang dihilangkan oleh bangsa Indonesia. AMP adalah gedung sekolah kami bersama mahasiswa west  Papua untuk belajar sejarah dan status politik Papua kami orang papua yang dimanipulasi dan dihancurkan oleh bangsa asing Indonesia. AMP adalah universitas atau kampus kita bersama mahasiswa papua untuk belajar, berlatih dan praktekan apa saja  yang Indonesia tidak pernah mengajarkan kepada kami mahasiswa papua, seperti Indonesia tidak pernah mengajarkan budaya orang Papua,sejarah orang Papua,bahasa orang Papua dan kebiasaan orang Papua yang diabaikan oleh pemerintah kolonial Indonesia. 

Kewajiban mahasiswa west papua adalah membicarakan tentang kemerdekaan bangsa West Papua di pulau Indonesia maupun di seluruh dunia.sedangkan hak mahasiswa west papua adalah menerima kemerdekaan bangsa west papua sebagai solusi demokratis bagi rakyat dan bangsa west papua. 

Kami sadar dan kami tahu bahwa; masa depan yang lebih baik adalah bangsa yang bebas dari segala bentuk penindasan, segala bentuk diskriminasi dan rasisme, segala bentuk penangkapan, segala bentuk penghisapan, segala bentuk penjajahan dan segala bentuk pembunuhan massal terhadap sebuah bangsa itu sendiri. masa depan yang lebih baik adalah tidak ada penjajahan tidak ada diskriminasi dan rasisme dan tidak ada penindasan terhadap bangsa lain.

benar apa yang dikatakan oleh van apeldoorn sejarawan Belanda ia mengatakan bahwa; manusia adalah subjek hukum yang memiliki peluang untuk bebas dari segala bentuk penindasan, artinya manusia memiliki keinginan atau kemauan untuk bebas dari semua itu.

Sebelum membentuk AMP- kk lombok kami sudah dianggap sebagai manusia yang  tidak normal oleh dosen, teman-teman kelas dan ketua Gmki cabang mataram dan juga mahasiswa Papua yang kami sebutkan Serigala hitam diatas sehingga ancaman datang bertubi-tubi.awal tahun 2020 kami juga pernah diracuni oleh kawan kami sendiri mahasiswa papua namun sampai detik ini kami tidak tahu  siapa aktor dibalik itu semua. 

 kami melihat dan mengamati bahwa; lembaga pendidikan dunia kampus maupun situasi tanah air west papua sangat menekankan akibat daripada rasisme yang masif kebersamaan dengan operasi militer Indonesia yang secara sistematis, terstruktur, terprogram dan kolektif oleh kolonial Indonesia terhadap rakyat west papua dengan sedemikian rupa. 

Disinilah jiwa kami terpanggil untuk membentuk amp-kk lombok supaya kami bisa berbicara harkat dan martabat kami yang diinjak-injak oleh kolonial Indonesia dengan sewenang-wenang.tujuan amp hadir dilombok adalah untuk belajar sejarah papua.untuk belajar budaya papua.untuk menganalisis bagaimana kekerasan militer Indonesia terhadap orang papua.untuk menganalisis bagaimana situasi di indonesia apakah keadilan Indonesia sudah menjamin atau belum?? Apakah HAM di Indonesia sudah menegakkan atau belum dan bagaimana dengan nasib rakyat miskin dan  rakyat tertindas??.

Pada tanggal 29 Januari 2021- 31 Januari 2021 kami menerima pendidikan politik AMP- kk lombok dengan aman dan kemudian pada tanggal 1 februari 2021 secara resmi telah bentuk struktur Komite Kota (KK) lombok dengan mengesahkan sebagai Amp kk lombok dengan biro-biro lainnya.kemudian hari yang sama pula kita juga menyusun program kerja amp-kk lombok baik program kerja jangka panjang maupun jangka pendek.

Selanjutnya AMP KK Lombok melakukan struktural baru pada tanggal 30 oktober 2022.

Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan” (Pramoedya Ananta Toer).

Kutipan koran Kejora:Kami pengurus Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Lombok lama masa bakti tahun 2021-2022, mengucapkan selamat atas Dikpol dan Restruktural baru Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Lombok telah melaksanakan Pendidikan Politik (Dikpol), sekaligus struktural  baru. Pendidikan Politik telah dimulai pada  tanggal 29-30 oktober 2022 dan memilih badan pengurus baru 30 Oktober 2022  secara sah menyerahkan mandat pengurus Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota lombok lama ke pengurus baru Aliansi mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok masa bakti 2022/23,di Mataram Lombok. 

Proses pemilihan Ketua Komite Kota Lombok, dilakukan secara demokratis oleh peserta dikpol.  

Terpilih Ketua AMP KK Lombok : Bernad M

Sekretaris I : Naldo W

dan Bendahara: kon

Dan Biro-Biro Lainnya. 

Secara resmi, Pengurus Komite Pusat – Aliansi Mahasiswa Papua (KP-AMP) Muno Gobay, Herry meaga ketua Amp bali dan Pom Di Biro organisasi serta Ketua pengurus Lama Nyamuk Karunggu, Ikut serta mengesahkan.

Fenomena pembakaran buku-buku dan pembubaran organisasi adalah tindak fisik yang pikiran tidak  mampu melawan dengan pikiran secara intelektual (Franz Magnis Suseno).

Untuk merdeka tidak perlu menunggu hingga semua syarat kondisi revolusi ada melainkan mau merdeka harus berjuang terus menerus (Che guevara).

Amp Komite Kota lombok yang selalu menghadapi tantangan dan rintangan telah lewati dengan senyuman karena mundur adalah pengkhianatan organisasi dan pengkhianatan bangsa.kami akui bahwa memang setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda dan pikiran yang berbeda oleh karena itu, jangan sekali-kali perbedaan itu dijadikan sebagai penghambatan perjuangan tapi perbedaan itu,dijadikan sebagai kekayaan dan kekuatan kita bersama, dan yang paling penting adalah jangan membatasi atau menghalangi perjuangan orang lain. Karena ketika membatasi perjuangan orang lain berarti kita telah melanggar hak kebebasan orang lain.

AMP KK-LOMBOK juga sedang dan terus melawan rasisme dan kriminalisasi yang diproduksi, dipelihara dan diterapkan oleh birokrasi kampus universitas mataram terhadap mahasiswa West Papua. Bahkan dosen-dosen juga turut serta dalam kriminalisasi dan teror terhadap mahasiswa papua ini dibuktikan dengan rektor Unram intimidasi dan kriminalisasi mahasiswa papua pada 13 november 2022 di depan perpustakaan universitas mataram. Selain itu,para dosen-dosen unram juga kerja sama dengan polda Ntb untuk intimidasi, kriminalisasi, rasisme dan menangkap mahasiswa papua didalam dunia kampus. 

 

“Dunia penuh ketidakadilan, dan mereka yang memperoleh keuntungan dari ketidakadilan itu juga berwenang memberikan ganjaran serta hukuman. Ganjaran didapatkan oleh mereka yang bisa menemukan dalih-dalih yang pintar untuk mendukung ketidakadilan, dan hukuman didapatkan oleh mereka yang mencoba menghilangkan ketidakadilan tersebut.” (Bertrand Russell)

Pada 28 Desember 2020-1 Januari 2021, AMP dan KSI merencanakan lapak baca dan diskusi tiga kali. Temanya meliputi: (1) Otsus Papua untuk Siapa? (28 Desember 2020, di Unram); (2 Ada Apa di Balik Perlawanan Rakyat Papua? (30 Desember 2020, di UIN); dan (3) Urgensi HMNS bagi Bangsa West Papua? (1 Januari 2021, di Ummat). Dengan mengusung isu Papua, maka intel polisi dan tentara mulai bereaksi. Tidak ada lapakan yang bisa kami gelar dengan santai apalagi selesai. Teror dan intimidasi intens mereka lancarkan berhari-hari.

Sejak Aksi Trikora memang mereka sudah mulai melirik kami. Kos Nyamuk dipantau hingga pertemuan-pertemuan AMP KK Lombok dan KSI diikuti. Itulah mengapa dalam rencana diskusi 3 kali mereka coba mengintervensi berkali-kali. Rektor Unram, Ummat, dan UIN diajak bekerja sama untuk membatasi lapak baca dan diskusi. Inilah kenapa sebelum tanggal-tanggal diadakannya kegiatan kami bukan hanya ditelepon oleh intel, tapi juga dihubungi birokrasi perguruan tinggi.

Hanya ketika dihubungi, kadang kami matikan atau tidak angkat. Dalam keadaan seperti inilah mereka memakai cara lain: menghubungi kakak-kakak yang sepaguyuban dengan kami hingga menelepon keluarga kami segala. Minggu (27/12/21), birokrasi Unram menghubungi Kawan Nyamuk hingga kawan-kawan IMAPA Mataram. Tujuannya agar bisa menghentikan kegiatan diskusi. Tetapi Senin (28/12/21), lapak baca dan diskusi tetap kami buka di kampus Unram. Tidak bisa dipangkas melalui komunikasi birokrasi, intel kemudian datang membubarkan penuh paksaan.

Sejak saat itulah diskusi tidak bisa kami gelar dengan mendapat jaminan kebebasan akademik. Soalnya intel polisi dan tentara sekarang tidak cuma meneror dan mengintimidasi, tapi sudah masuk ke tahap represi. Bahkan pembatasan yan mereka lakukan menggunakan tangan lembaga internal mahasiswa dan satpam-satpam kampus segala. Senin (28/12/21), BEM Ummat dikerahkan untuk menemui kami. Selasa (29/12/21), KSI dan AMP  diajak ngobrol. Saat inilah dibeberkannya hal-hal congkak dan agak konyol: mulai dari tekanan aparat kepolisian, kepengecutan kerektoran, hingga pentingnya menjaga nama baik kampus terutama dengan membatasi diskusi-diskusi isu Papua dalam lingkungan Ummat.

Mendapatkan pembatasan oleh birokrasi kampus dan pimpinan mahasiswa Ummat–kegiatan di kampus itu tidak dapat dilaksanakan. Kami kemudian memfokuskan untuk diskusi di Kampus II UIN Mataram. Tahu dengan informasi ini, maka intel menghubungi rektor agar segera memperkuat penjagaan. Rabu (30/12/21) pukul 08.00 Wita, 6 satpam sudah dipasang di gerbang masuk UIN. Mereka memeriksa identitas hingga siapa-siapa yang mencurigakan akan diusir langsung.

Kala itu untunglah kawan-kawan AMP dan KSI bisa masuk: ada yang lebih dahulu datang pagi-pagi sekali, hingga menyamar dengan memakai almamater dan mengenakan KTM UIN. Hanya beberapa kawan yang diundang dijegal di gerbang. Ketika mereka sudah diusir pulang, lapakan kami ditandangi intel dan birokrat kampus dengan membawa satpam. Pembubaran paksa kemudian mereka mandatkan pada satpam. Setelah lapak mereka gulung, maka kami bukan hanya diseret keluar tapi juga diancam-ancam untuk tidak lagi melapak di UIN.

Meski lapak baca dan diskusi kami dibubarkan paksa, tapi kami tidak pernah menyerah untuk bergerak. Setelah kegiatan berkait Papua dipangkas di pelbagai kampus, maka selanjutnya AMP KK Lombok dan KSI menempuh jalan protes. Senin (25/01/2021) pukul 10 Wita, mereka menggelar aksi bertajuk: Tolak Otsus Jilid II dan Berikan HMNS bagi Bangsa West Papua. Sabtu (6/2/21) pukul 10.00 Wita, demonstrasi kembali bergema dengan tema: Hentikan Rasisme, Tolak Otsus Jilid II, dan Berikan HMNS bagi Bangsa West Papua. 

Melihat aksi-aksi itulah aparat semakin menebar teror dan intimidasi. Pengurus AMP KK Lombok kerap dikirimi pesan dan dihubungi: isi pesan dan pembicaraannya selalu bernada ancaman. Ke mana-mana pun dia diikuti. Pertemuan dengan KSI dibuntuti. Dalam keadaan seperti inilah kegiatan lapak baca dan diskusi mulai diturunkan. Kami kemudian menggantinya dengan diskusi-diskusi tertutup. Pada Sabtu (13/2/21), pembacaan situasi West Papua dilaksanakan secara sembunyi dengan peserta terbatas.

Dalam keadaan seperti itu ternyata intel tak berhenti menebar ketakutan. Setelah pembacaan situasi digelar, maka Nyamuk segera mereka telepon. Kepadanya dimintanya jangan macam-macam. Sementara kawan-kawan KSI mulai dicari-cari: semua kawan terdekatnya di telepon bukan hanya menanyakan apa saja, termasuk identitas dan alamat segala.

Situasi teror dan intimidasi yang semakin intens membuat kegiatan KSI hanya menggelar diskusi internal dan mendorong Aksi Kamisan Mataram saja. Tapi dalam kedua agenda rutin inilah intel polisi dan tentara terus mengusik. Bahkan pertemuan-pertemuan  selalu dibuntuti. Muak, kesal dan marah, maka kegiatan terbuka kami mulai kembali. Bertemu dengan AMP, KSI mengajak melapak lagi. Tajuk kali ini sengaja dipilih yang menantang: Kenapa Etnosida, Militerisme, dan Otsus Papua Berbahaya?

Pada Senin (22/3/21) pukul 09.00 Wita, kegiatan itu digelar di Unram. Hanya seperti biasa: lapak baca dan diskusi dibubarkan paksa. Bersama birokrasi kampus Intel polisi dan tentara mengirimkan satpam untuk mengusir kami. Di sekitar titik represif ini juga terlihat sosok Ketua GMKI Cabang Mataram Prandy. Entah apa yang dia lakukan di sini. Tapi kami lihat: dia berdiri memotret dan mencari-cari informasi.

Hanya daripada menghabiskan waktu memikirkan dia, AMP KK Lombok dan KSI kemudian mundur. Tapi bukan untuk pulang melainkan mendemo rektor. Di Rektorat Unram, kami mengecam pembungkaman ruang demokrasi, memaksa mengusir keluar aparat, dan menjamin kebebasan akademik yang sedang terancam.

Akhir kata; musuh kita bersama adalah kapitalisme global-Imperialisme,Militerisme Indonesia dan kolonialisme atau penjajahan atas manusia lain.oleh sebab itu,mari kita satukan barisan untuk melawan musuh-musuh rakyat diatas tersebut karena kesatuan adalah senjata kita bersama.

Kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dari kawan-kawan sekalian untuk selamatkan kami rakyat west papua yang tersisa ini.kita memang beda tapi kita tetap satu dalam kemanusiaan dan kasih.

“kita mau membela orang papua kita tidak perlu menjadi orang papua tapi kita cukup menjadi manusia yang berguna bagi  orang papua.kita mau membela orang Indonesia kita tidak perlu menjadi orang Indonesia tapi kita cukup menjadi manusia yang berguna untuk orang Indonesia.kita mau membela orang hindu kita tidak perlu menjadi orang Indu tapi kita cukup menjadi manusia yang berguna untuk orang induh.

kita mau membela orang palestina kita tidak perlu menjadi orang palestina tapi kita cukup menjadi manusia yang berguna untuk orang palestina. 

Salam revolusi!!

“Persatuan tanpa batas perjuangan sampai menang”

Medan juang, 1 februari 2023

Selamat  Hut Amp kk-lombok yang ke-2…….

Panjang umur perjuangan Pembebasan Nasional Bangsa West Papua!.

Panjang umur hal-hal baik!!.

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Lombok

 

Berita Terkait

Top