AMP-KK LOMBOK SERUAN DISKUSI PUBLIK!”Menolak Lupa dan Merawat Ingatan 25,Tahun Kejahatan Kolonialisme Indonesia Pelanggaran HAM Berat Di West Papua 6 Juli 1998″


 

Salam Pembebasan Nasional Papua Barat!!!

“Menolak Lupa dan merawat ingatan 25,tahun kejahatan kolonialisme Indonesia pelanggaran HAM berat di West Papua 6 Juli 1998”

“Ini adalah bentuk penghormatan dan solidaritas, untuk merawat ingatan dan memperpanjang umur perjuangan”-Marsetio. 

“Ingatan sosial bukan sekedar sejarah, ia adalah ingatan yang menagih agar kejahatan masa lalu diselesaikan secara adil”-Paul Ricoeur.

Generasi muda Papua penentu nasib masa depan bangsa west Papua di wajibkan  agar  menolak lupa dan merawat ingatan kejahatan kolonialisme Indonesia yang terjadi di bangsa Papua Barat mulai dari tahun 1960-an sampai sekarang merupakan kejahatan kemanusiaan dan kejahatan pemusnahan ras Melanesia west Papua. 

Kita semua sadar dan mengetahui bahwa bangsa penjajah, bangsa penindas, bangsa perampok dan bangsa pembunuh tidak mengenal nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai demokrasi melainkan dia terus menerus membunuh dan membantai sebuah bangsa dia menjajah, menindas dan memperbudak. Dalam konteks Papua adalah bangsa terjajah sedangkan Indonesia adalah bangsa penjajah sehingga Indonesia sebagai bangsa kolonial mereka tidak pernah menghargai dan menghormati harkat dan martabat orang-orang Papua Barat. Persis apa yang dikatakan oleh Dr.Socratez Sofyan Yoman bahwa bangsa penjajah tidak akan pernah menghargai dan menghormati harkat dan martabat bangsa yang ditindas.  

Semua kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh kolonialisme Indonesia diatas bangsa Papua Barat merupakan kejahatan kemanusiaan akan  tetapi NKRI akan melegalkan kejahatan demi mempertahankan eksistensi kekuasaan negaranya (Niccolo Machiavelli).

Negara kolonialisme Indonesia adalah aktor di balik pelanggaran HAM masa lalu dan sekarang dan negara tidak pernah tidak mampu menyelesaikan pelanggaran HAM melainkan negara kolonialisme Indonesia terus dan  akan membunuh umat manusia yang ada diatas tanah west Papua dengan atas nama kekuasaan NKRI yang bangsa west Papua tidak mengenal dan tidak tahu kemanusiaan dan keadilan. 

 kolonialisme Indonesia juga memberikan obat-obatan racun atau mesin pembunuh kepada rakyat west Papua yang bernama uu no.21 tahun 2001 tentang Otsus Papua, obat racun jakarta UP4B tahun 2011, yang lebih rendah dari uu Otsus dan obat racun kolonialisme Indonesia baru-baru ini merupakan daerah otonomi baru (DOB) atas kepentingan pribadi kolonialisme Indonesia.

Garis besar pelanggaran HAM kolonialisme Indonesia di atas tanah west Papua adalah operasi Trikora 1961 mengakibatkan korban nyawa rakyat west Papua lebih dari 10 juta jiwa yang korban ditangan kolonialisme Indonesia dan sebagian rakyat west papua pengungsi negara tetangga seperti Papua New Guinea  dan lain-lain.

operasi  kolonialisme Indonesia terjadi diatas bangsa west Papua mulai  dari operasi Trikora 1961, operasi Mandala, operasi rajawali, operasi kasuari l &ll,operasi senyum, operasi koteka, operasi kendali bawah tanah, operasi teritorial,operasi tumpas, operasi menangkis, operasi amungsa, operasi Mapenduma (operasi-operasi militer indonesia diatas tersebut adalah tahun 1961-1996).

Kasus-kasus pelanggaran berat HAM kolonialisme Indonesia terhadap rakyat dan bangsa west Papua antara lainnya adalah;

 Kasus Biak berdarah,pada 6 Juli 1998,peserta aksi ditangkap, ditembaki dan disiksa bahkan warga yang diduga tidak terlibat dalam agenda itu juga menjadi korban. “mayat korban sebagian besar hilang dan belum diketahui oleh keluarganya. Ibu-ibu diperkosa, disiksa dan di dalam kemaluan kasih masukan pisau,api dan botol dan ibu-ibu hamil perutnya diinjak oleh militerisme Indonesia sehingga bayinya keluar dari rahim ibu.orang-orang biak lainnya dibuang di laut dan yang lain dimasukkan dalam drem.saksi mata Biak berdarah salah satunya adalah Bapak filep Karma.

Selanjutnya Mapnduma berdarah tahun 1996, 31 orang dibunuh oleh militerisme Indonesia, ternak, kebun dan harta benda lainnya dibumihanguskan oleh militerisme Indonesia dibawah pimpinan prabowo subianto.kasus pembunuhan theys eluay, presidium dewan Papua (PDP) tahun 2001 oleh Kopassus serta sopir pribadi Theys Aristoteles Masoka diculik pula kasus ini terjadi rezim Megawati soekarno putri yang kemarin rasisme kepada orang Papua dengan sebutan kopi susu (21/22).

Selanjutnya Wamena berdarah tahun 2003 dan 2019 atas pasca rasisme di Surabaya.

Wasior berdarah tahun 2001 atas kekejaman dan kejahatan negara kolonialisme Indonesia.Uncen berdarah tahun 2006 dan Abe berdarah tahun 2006.kasus pembunuhan Mako Musa Tabuni tahun 2012, oleh kapolda Papua dalam kepemimpinan Paulus Waterpauw.

Selanjutnya pembunuhan Jenderal Kelyk kwalik tahun 2009 dan serta kasus-kasus pelanggaran HAM lainnya negara kolonialisme Indonesia tidak pernah tuntaskan dengan baik karena sumber kejahatan kemanusiaan adalah NKRI itu sendiri.

Selanjutnya kasus pembunuhan tiga orang pendeta yang dicabut nyawa mereka oleh kolonialisme Indonesia (TNI-POLRI) antara lain adalah pdt Lisa tabuni tahun 2004 dibunuh oleh militer Indonesia di puncak Papua.pdt Gemin Nirigi Mapnduma Kabupaten Nduga ditembak oleh militerisme Indonesia pada tahun 2019 dan pdt Yeremia Zanambani di Hitadipa Kabupaten Intan jaya ditembak mati oleh militer Indonesia tahun 2020.

“Kita mengingatkan bahwa ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan dan kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya menjadi busuk dan dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini”. (Pramoedya Ananta Toer-Bumi Manusia).

“Ketakutan kami untuk mengatakan kebenaranlah yang menyebabkan selama bertahun-tahun kita memberikan kekuatan kesempatan dan ruang kepada para si penindas untuk menindas kita” (ibu Shirin Ebadi Nobel perdamaian Iran)..

Semua orang  revolusioner mereka mengingatkan kita bahwa kita harus menolak lupa kejahatan kemanusiaan dan kita harus merawat ingatan kejahatan kolonialisme Indonesia terjadi diatas bangsa dan rakyat Papua Barat dari tahun ke-tahun dan dari presiden ke-presiden di dalam Negara kolonialisme Indonesia. 

Untuk itu kami mengundang seluruh kamrad-kamrad sekalian baik secara  organ maupun individu pro-demokrasi untuk melibatkan dirimu  dalam agenda  diskusi publik  yang  akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal: Kamis,6 Juli 2023

Waktu : 16.00 wita-Papua Merdeka 

Tempat: Universitas Mataram 

Medan Juang,5 Juli 2023….

Panjang umur hal-hal baik!

Panjang umur perjuangan pembebasan nasional Papua Barat!!

Panjang umur ingatan sosial!

 

Berita Terkait

Top