AMP KK-LOMBOK: MENGUCAPKAN SELAMAT KEPADA KAWAN YORDAN  NYAMUK KARUNGGU ATAS MELAKSANAKAN SEMINAR HASIL PENELITIAN SKRIPSI


 

 

Dengan Judul Skripsi adalah “hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat, berdasarkan Undang-undang nomor 12 tahun 2005 tentang hak Sipil dan Politik”.

Revolusi bukanlah sebuah apel yang jatuh ketika matang. Anda harus membuatnya jatuhnya dan Revolusi dilakukan melalui manusia, tetapi individu harus menempa semangat revolusioner mereka dari hari ke hari.(Che guevara Revolusi Kuba).

Kemerdekaan ialah hak segala bangsa oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (UUD 1945). Oleh sebab itu, penjajahan Indonesia di atas bangsa west Papua segera dihapuskan karena penjajahan Indonesia di atas bangsa west Papua merupakan bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan serta penjajahan Indonesia terhadap rakyat dan bangsa west Papua merupakan bertentangan hukum internasional dan hukum konstitusi Negara Republik Indonesia (UUD 1945).

Apapun rumusan masalah diambil dalam Skripsi adalah Apa yang dimaksud dengan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat? Dan apakah rakyat Papua Barat mempunyai hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat berdasarkan uu no.12 tahun 2005 tentang hak Sipil dan Politik?

Selanjutnya membahas dalam Skripsi adalah terdiri dari metode penelitian ada dua yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan Konseptual dan Selanjutnya adalah kajian pustaka terdiri dari enam (6) bagian yaitu; seperti prinsip-prinsip hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat,tentang hubungan antara Indonesia,konseptual tentang rakyat dan bangsa Papua Barat, tentang teori hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat berdasarkan uu no.12 tahun 2005 tentang hak sipil dan Politik, tentang kemerdekaan bangsa Papua Barat dan kemerdekaan Papua Barat tidak bertentangan dengan konstitusi Negara Republik Indonesia dan Hukum internasional.

Selanjutnya adalah pembahasan terdiri dari yuridis hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat, pelanggaran ham dan kekerasan di West Papua, laporan komnas ham, Amnesty International Indonesia, Amnesty International Australia terkait kekerasan negara di Papua Barat sejak tahun 2018 sampai sekarang, laporan tahunan pemantauan demokrasi dan keadilan hak asasi manusia di Papua 2022 dan laporan tahunan yayasan pusaka rakyat bentala (pusaka) 2022-2023 di West Papua. 

Berikutnya adalah negara-negara yang telah merdeka melalui mekanisme hukum internasional yaitu jalur Referendum diantaranya adalah negara Skotlandia merdeka dari negara anggota kerajaan persemakmuran monarki Inggris Raya. Negara Catalonia merdeka dari negara Spanyol dan negara Timor Leste merdeka dari negara Republik Indonesia 1999. Sehingga bangsa west Papua juga punya hak yang sama untuk menentukan nasib sendiri melalui mekanisme hukum internasional. 

Disimpulkan bahwa kemerdekaan bangsa West Papua merupakan tidak bertentangan dengan konstitusi Negara Republik Indonesia maupun hukum internasional melainkan hukum internasional dan hukum nasional Indonesia mendukung bahwa segala bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri dengan bebas secara ekonomi, sosial budaya dan politik pernyataan konvensi internasional pasal 1 ayat 1. 

Serta hukum-hukum yang mendukung kemerdekaan bangsa West Papua adalah prinsip-prinsip perserikatan bangsa-bangsa dalam Pasal 1 ayat 2 dan Pasal 73e menyatakan bahwa setiap bangsa berhak menentukan nasib sendiri.selanjutnya resolusi deklarasi majelis umum PBB nomor 1524 tahun 1960 tentang memberikan kemerdekaan kepada bangsa-bangsa jajahan dan juga resolusi deklarasi majelis umum PBB nomor 2541 tahun 1960 tentang hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jajahan yang ingin memisahkan diri dari negara kolonialnya. Resolusi deklarasi majelis umum PBB nomor 2625 tahun 1970 tentang prinsip-prinsip hukum internasional terkait dengan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa jajahannya. Serta konvensi internasional tentang hak sipil,politik,hak ekonomi sosial dan budaya yang diratifikasi oleh Indonesia dengan uu no.12 tahun 2005 tentang hak sipil dan politik serta uu no.11 tahun 2005 tentang hak Ekonomi Sosial dan Budaya dalam Pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa semua bangsa berhak untuk menentukan nasibnya sendiri dengan secara bebas.

Selanjutnya UUD 1945 alinea pertama menyatakan bahwa setiap bangsa berhak menentukan nasib sendiri serta dalam Pasal 28a-28j UUD berbicara tentang hak asasi manusia, hak berekspresi, hak untuk tidak dikriminalisasi rasial, hak untuk tidak di budak, hak untuk hidup dan hak-hak lainnya. 

Turun daripada UUD 1945 adalah uu no.9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum, uu no.39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia, uu no 12 tahun 2012 tentang kebebasan akademik dan otonom kampus dan uu No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dll.

Papua Barat punya hak untuk menentukan nasib sendiri seperti bangsa-bangsa lain di muka yang menentukan nasib sendiri dan mengusir penjajahnya.

Anak-anak muda Papua yang takut untuk membicarakan tentang harkat dan martabat bangsamu yang selama ini Indonesia menjajah, menindas, menduduki dan mencaplok dengan kekerasan negara kolonialisme Indonesia. Waktunya Anak-anak muda Papua Barat bangkit dan lawan segala bentuk kejahatan kemanusiaan yang dipraktekkan oleh kolonialisme Indonesia terhadap kami rakyat dan bangsa west Papua. 

Pengakuan dari Nyamuk Karunggu bahwa judul  Skripsi saya ini merupakan murni keinginan dan kemauan rakyat Papua Barat maka Skripsi ini saya persembahkan kepada rakyat west Papua bertahun-tahun dibungkam suara-suara mereka dengan moncong senjata dan saya harap mahasiswa Papua lain juga  harus berani membicarakan tentang bangsa west Papua di mimbar akademik di seluruh Indonesia itulah kewajiban mahasiswa Papua. 

Skripsi merupakan bukan paste Copyan yang dipraktekkan oleh Indonesia melainkan Skripsi ini merupakan murni asli hasil karya ilmiah dari lapangan pertempuran yang merupakan kebutuhan mendesak bagi rakyat dan bangsa west Papua hari-hari ini.

Terima kasih dan hormat untuk kedua orang yang selalu memberikan doa-terbaik untuk kami anak-anak memantau yang sedang berjuang hak bangsa kami west Papua. 

Terima kasih dan hormat kawan-kawan solidaritas Indonesia yang terdiri dari Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN) yang terus dan sedang mendukung hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis.

Terima kasih dan hormat untuk kawan-kawan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang terus dan sedang melawan kolonialisme Indonesia, imperialisme dan militerisme Indonesia serta menuntut hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat sebagai solusi demokratis. 

Terima kasih dan hormat untuk rakyat dan bangsa west Papua yang  terus dan sedang mendoakan anak-anak negeri bangsa Papua Barat yang sedang memperjuangkan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Papua Barat. 

Terima kasih dan hormat untuk kawan-kawan lembaga bantuan hukum Indonesia yang  terus dan sedang membantu kami mahasiswa Papua dan rakyat west Papua dengan tidak bosan-bosannya demi atas nama kemanusiaan dan keadilan. Yang terutama Bang Yan Mangandar Direktur PBHM-NTB yang  pernah membantu  kami mahasiswa Papua di kota Mataram, LBH Bali,YLBHI, Haris Azhar, Fatia Maulidiyanti dan kawan Veronica Koman Amnesty International Australia dan kawan-kawan lembaga bantuan hukum lainnya. 

Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya menjadi busuk dan dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini. Pramoedya ananta Toer bumi manusia. 

Ketakutan kami untuk mengatakan kebenaranlah yang menyebabkan selama bertahun-tahun kita memberikan kekuatan kesempatan dan ruang kepada para si penindas untuk menindas kita (Ibu Shirin Ebadi Nobel Perdamaian Iran).

 

Medan juang, 28 Juli 2023

Panjang umur hal-hal baik!

Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota (AMP-KK) Lombok 

Dukumen terlampir;….

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Top